Analisis Jalur Kritis Penerapan Teknologi Pada Konstruksi Atap Sirap Bambu

Penulis

  • Desak Putu Damayanti Balai Litbang Perumahan Wilayah II Denpasar Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman, Badan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jl. Danau Tamblingan No.49-Sanur, Denpasar-Bali
  • Rudi Setiadji Agustiningtyas Balai Litbang Perumahan Wilayah II Denpasar Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman, Badan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jl. Danau Tamblingan No.49-Sanur, Denpasar-Bali
  • Kuswara Kuswara Balai Litbang Perumahan Wilayah II Denpasar Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman, Badan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jl. Danau Tamblingan No.49-Sanur, Denpasar-Bali

DOI:

https://doi.org/10.31815/jp.2017.12.95-107

Kata Kunci:

Jalur kritis, Penerapan teknologi, Atap sirap bambu, Giganthocloa apus, Boucherie

Abstrak

Analisis pekerjaan konstruksi bangunan tradisional dalammenganalisis efektifitas pelaksanaannya masih jarang dilakukan. Hal ini dikarenakan metode pelaksanaan konstruksi tradisional memiliki mekanisme pekerjaan yang spesifik. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi jalur kritis selama proses penerapan teknologi pada konstruksi atap berbahan sirap bambu di Desa Angseri – Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Objek penelitian adalah bangunan tradisional Bale Paruman Agung dan Bale Paselang. Penelitian ini bersifat eksploratif-evaluatif. Pengumpulan data primer dilakukan melalui ekplorasi lapangan selama 3 bulan. Data yang dikumpulkan terfokus pada tahapan pengerjaan, jumlah tenaga yang dibutuhkan, dan lama waktu pengerjaan. Menurut rencana, proses penerapan teknologi pada peremajaan konstruksi atap sirap bambu membutuhkan jumlah sirap sebanyak +30.000 bilah sirap selama 60 (enam puluh) hari kerja. Namun, pekerjaan membutuhkan tambahan waktu pengerjaan selama 30 (tiga puluh) hari. Berdasarkan hasil evaluasi ditemukan bahwa jalur kritis terdapat pada tahapan pembuatan bilah sirap dan pengawetan bambu dengan larutan Boron 5% (menggunakan metode Boucherie). Rendahnya tingkat penguasaan teknologi terkait pembuatan sirap dan proses pengawetan menyebabkan terdapat sebagian sirap yang dihasilkan tidak layak digunakan. Sehingga dibutuhkan tambahan waktu untuk membuat ulang sirap pengganti sebesar 10% dari jumlah yang dibutuhkan (+3.000).

Referensi

Arditi, David, dan Bhupendra K Patel. 1989. “Impact Analysis of Owner-Directed Acceleration.†Journal of Construction Engineering and Management 115 (1): 144–57.

Artiningsih, Ni Komang Ayu. 2012. “Pemanfaatan Bambu pada Konstruksi Bangunan Berdampak Positif bagi Lingkungan.†Metana 8 (1): 1–9. doi:10.14710/metana.v8i01.5117.

Damayanti, Desak Putu. 2012. “Harmonisasi Aktifitas Ruang Bersama Sebagai Penunjang Durabilitas Sirap Bambu Pada Bangunan Paon.†In Prosiding Seminar Nasional Semesta Arsitektur Nusantara 1. Universitas Brawijaya – Malang.

Damayanti, Desak Putu & I Wayan Avend Mahawan Sumawa. 2015. Upaya Peningkatan Kualitas Sirap Bambu Sebagai bahan Penutup Atap Angkul-angkul di Desa Adat Penglipuran. Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil 1 (SeNaTS 1). Sanur – Bali

Hendry, Vivi. 2014. “Kajian Terapan Sustainable Design pada Ruang-Bangunan Pusat Pendidikan Alam dan Budaya Kaliandra Sejati di Pasuruan, Jawa Timur.†Dimensi Interior 12 (1): 1–6. doi:10.9744/interior.12.1.1-6.

Hunt, George M, dan G A Garrat. 1986. Pengawetan Kayu. Diedit oleh M. Jusuf. Akademika Pressindo, Edisi Pertama. Jakarta.

Levin, Richard I, dan Charles Atkinson Kirtpatrick. 1972. Perentjanaan dan pengawasan dengan PERT dan CPM. Bhratara.

Liese, W. 1980. “Anatomy of Bamboo.†In Bamboo Research in Asia: Proceedings of a Workshop Held in Singapore, 28-30 May 1980, 161–64. International Development Research Centre, Ottawa, ON, CA.

Maharany, Leny, dan Fajarwati. 2006. “Analisis Optimasi Percepatan Pekerjaan Dengan Metode Least Cost Analysis.†Utilitas 14 (1): 113–30.

Ridho, Muhammad Rizki, dan Syahrizal. 2014. “Evaluasi Penjadwalan Waktu dan Biaya Proyek Dengan Metode PERT dan CPM.†Jurnal Teknik Sipil USU 3 (1).

Tobing, T L. 1977. “Pengawetan Kayu.†Bogor: Lembaga Kerjasama Fakultas kehutanan. Institut Pertanian Bogor.

Badri, S. 1997. “Dasar-dasar Network Planningâ€. Jakarta: PT. Rika Cipta

Unduhan

Diterbitkan

11/17/2017

Cara Mengutip

Damayanti, D. P., Agustiningtyas, R. S., & Kuswara, K. (2017). Analisis Jalur Kritis Penerapan Teknologi Pada Konstruksi Atap Sirap Bambu. Jurnal Permukiman, 12(2), 95–107. https://doi.org/10.31815/jp.2017.12.95-107

Terbitan

Bagian

Artikel