Kajian Lanskap Permukiman Tradisional Masyarakat Lampung Saibatin Di Pekon Kenali, Lampung Barat

Yustiani Yudha Putri, Andi Gunawan, Nurhayati H.S. Arifin

Abstract


Pekon Kenali adalah cikal bakal masyarakat Lampung dan termasuk kawasan tradisional/bersejarah di Kabupaten Lampung Barat yang dikhawatirkan punah. Penelitian ini bertujuan mengkaji tatanan lanskap permukiman tradisional dan merumuskan rencana pengembangannya. Metode yang digunakan berupa analisis deskripsi dan spasial melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik permukiman tradisionalnya adalah berkumpul, memanjang mengikuti bentuk jalan raya, tanah garapan berada di belakang, dan terletak di dekat sungai. Faktor sosial-budaya yang mempengaruhi karakteristik permukiman adalah sistem hidup pi’il pesenggiri (berlaku terhadap sesama manusia, hewan, tumbuhan, dan alam). Selain itu, saling bergotong-royong dalam segala aspek kehidupan, seperti: pengolahan ladang dan upacara-upacara adat, serta sistem kekerabatan membuat jarak rumah mereka saling berdekatan. Dalam hubungan dengan lingkungan alam terdapat semboyan Bumi Tuah Bepadan, bahwa manusia dengan alam tidak bisa dipisahkan. Penyebab pergeseran pola permukiman adalah serangan penjajah, gempa, pertambahan jumlah penduduk, da n pembangunan jalan beraspal. Hasil analisis penilaian kawasan pekon berupa tindakan rehabilitasi (total nilai 41) dengan mempertahankan karakter dan ciri khasnya, penambahan elemen lanskap harus berkarakter dan ciri khas tradisional.

Keywords


Permukiman tradisional; Pekon Kenali; Lampung Saibatin; pi’il pesenggiri; reabilitasi

Full Text:

PDF

References


Adiputra, N. S., 2011. Silsilah Sultan. http://www.//saliwanovanadiputra.blogspot.com (diakses 20 April 2012)

Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung. 2012.Lampung Barat dalam Angka 2012. Bandar Lampung : BPS.

Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala. 2003. Laporan Tahunan Pemugaran/Rehabilitasi Rumah Adat Pesagi, Desa Kenali, Kec. Belalau, Kab. Lampung Barat, Prov. Lampung (Proyek Pemanfaatan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Serang-Banten). Bandung: Kemenbudpar.

Catanese A.J., Snyder J. C. 1979. Introduction to Urban Planning. New York : McGraw-Hill. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. 2013. Profil Desa dan Kelurahanan http://www.prodeskel.pmd.kemendagri.go.id[(diakses 30 Juli 2013)

Hadikusuma H., Barusman R.M., Arifin R., Sagimun R.M., Rifai A., Melalatoa J. Tobing N., Syamsidar. 1983. Adat Istiadat Daerah Lampung. Jakarta : Depdikbud.

Hadikusuma H. 1985. Sejarah dan Adat Budaya Lampung. Jakarta : Depdikbud.

Handel S.N. 2013. Was van Gogh a Plant Ecologist ? [editorial]. ER. 31(2):117-118. http://www.erjournal@aesop.rutgers.edu/pdf.files/117 (diakses 28 Juni 2013)

Harris C. W., Dines N. T. 1988. Time-Saver Standards for Landscape Architecture. New York: McGraw-Hill.

Haslam J. 2013. A Probable Late Saxon Burh at Ilchester. JSLS. 34(1). http://www.w3.org/TR

/REC-html40 (diakses 28 Juni 2013)

Hastijanti R. 2008. Analisis Penilaian Bangunan Cagar Budaya. http://www.saujana17.word press.com/2008/analisis-penilaian-bangunan-cagar-budaya.html (diakses 2013 Juli 30)

Hooke FSAD. 2013. Editorial. JSLS. 34 (1)1-4. http://www.w3.org/TR/REC-html40 (diakses 2013 28 Juni 2013)

Hoop ANJT van Deer. 1932. Megalithic Remains in South Sumatra. Netherland : Zuthpen. Koentjaraningrat. 1979. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta : Djambatan.

Lembaga Himpun Pemekonan Pekon Kenali. 2010. Draf Dokumen RPJM Pekon Kenali, Kec. Belalau, Kab. Lampung Barat. Belalau: LHP Pekon Kenali.

Marsden W. 1811. The History of Sumatra: Containing an Account of the Government, Laws, Customs and Manners of the Native Inhabitants. London: Sue Asscher. http://www.gutenberg.org/1/6 /7/6/16768 (diakses 3 Nopember 2012)

Oldeman R.A.A. 1979. Blueprints for a new tropical agroforestry tradition. Amsterdam: Tropen.

Panji. 2010. Permukiman Warisan Tradisional Lampung, Desa Kenali, Lampung Barat (Ziarah Arsitektur HMTA UBL Jilid 2). http://www. ArsiLueter 05.com (diakses 21 Juni 2010)

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. 2012. Perda No. 1/2012 tentang RTRW 2010-2030. Liwa : Pemkab Lampung Barat.

Pemerintah RI. 1992. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya. Jakarta : Kemenbudpar.

Pemerintah RI. 2010. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Jakarta: Kementerian Hukum dan HAM.

Rapoport A. 1985. Asal Usul Kebudayaan Permukiman. Bandung : Intermedia

Rusdi U., Arifin R., Suparno, Indra W. D., Zaini F. 1986. Arsitektur Tradisional Daerah Lampung. Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. Jakarta : Depdikbud.

Simmons I. G. 2013. Rural Landscapes Between the East Fen and the Tofts in South-East Lincolnshire 1100–1550. JSLS. 34 (1). http:// www.w3.org/TR/REC-html40 (diakses 28 Juni 2013)

Sumadio B. 1990. Jaman Kuna, Sejarah Nasional Indonesia II. Jakarta : Depdikbud.

Theoren R. J. 2010. The Deep Grain of the Inquiry: Landscape and Identity in Icelandic Art. JoLA Spring. 38-59




DOI: http://dx.doi.org/10.31815/jurnalkim.v8i3.86

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




CC