Daur Ulang Air Limbah Rumah Tangga Dengan Teknologi Biofilter dan Hybrid Constructed Wetland Di Kawasan Pesisir

Elis Hastuti, Rydha Riyana Agustien

Abstract


Upaya daur ulang air limbah pada komunitas pesisir selain ditujukan untuk perlindungan lingkungan pesisir juga untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga terutama pada daerah rawan air, sehingga dapat mengurangi pemakaian air tanah dan ketergantungan pada sumber air regional yang ada diluar lokasi. Penelitian model fisik daur ulang air limbah ini dilakukan menggunakan metoda eksperimen skala lapangan dengan kapasitas pengolahan sekitar 20 m 3/hari. Air baku yang digunakan berasal dari efluen kolam anaerobik Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kesenden, Kota Cirebon. Ujicoba teknologi pengolahan dilakukan dengan penerapan sistem biofilm anaerobik (media jaring ikan dan batok kelapa) dan pengolahan lanjutan dengan hybrid constructed wetland/lahan basah buatan. Selanjutnya dilakukan pengolahan tersier dengan upflow saringan pasir lambat dan saringan karbon untuk mencapai penyisihan yang efektif dari organik, nutrien atau bakteri. Kualitas air daur ulang yang diperoleh dapat memenuhi standar United States Environmental Protection Agency (USEPA), menunjukkan nilai Biochemical Oxygen Demand (BOD) lebih kecil dari 10 mg/L dan kekeruhan lebih kecil dari 2 mg/L. Penerapan teknologi daur ulang yang efektif diharapkan dapat mendukung adaptasi wilayah pesisir dalam menghadapi masalah krisis air, pemenuhan kebutuhan non air minum, pengisian air tanah ataupun mengurangi kerusakan ekosistem akibat pembuangan air limbah yang tidak terkendali.

Keywords


Kawasan pesisir; daur ulang; air limbah; hybrid constructed wetland; kualitas air

Full Text:

PDF

References


Alcamo, Joseph, etc. 2003. Ecosystems and Human Well Being : A Framework for Assessment. Island Press, Washington.

Brix Hans, Kooltatep, Thammarat, dan Laugesen,

H., Carsten. 2011. Wastewater Treatment in Tsunami Affected Areas of Thailand by Constructed Wetlands.

Hammer. 2008. Constructed Wetland for Wastewater Treatment: Municipal, Industrial, and Agricultural. Volume 4 no 4 Desember, Lewis Publisher, Chelsea. IIED/International Institute for Environmental Development. 2007.www.iied.org.

Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah.

Tinjauan Aspek Penataan Ruang dalam Pengelolaan Laut dan Pesisir. Surabaya. Metcalf and Eddy. 2003.Wastewater Engineering: Treatment and Reuse, fourth edition, International edition. Mc-Graw Hill, New York.

PDAM Cirebon, 2011, Pengelolaan Air Limbah di Kota Cirebon.

Pusat Litbang Permukiman. Kementerian PU, 2011. Laporan Akhir: Penerapan Model Fisik Daur Ulang Air Limbah di Kawasan Pesisir.

Said, Idaman, Nusa. 2008. Teknologi Pengolahan Air Minum «≤Teori dan Pengalaman Praktis«≥, BPPT.

USEPA. 2004. Guidelines for Water Reuse, Washington, 2004. UNEP. http://www.gpa.unep.org.Diakses tanggal 12 Maret 2011.

Water Environment Federation, WEF. 2010.WEF manual of Practices no.3, Biofilm Reactors. Alexandria, USA. www.un.org, diakses 16 maret 2012.

WWF/World water forum II. 2007. www.unwater.org.




DOI: http://dx.doi.org/10.31815/jurnalkim.v8i3.84

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




CC