Persepsi Masyarakat dan Kesesuaian Teknis Jalur Pemandu Bagi Pejalan Kaki Tunanetra pada Area Publik: Studi Kasus Jalur Pemandu pada Ruas Teras Cihampelas, Bandung

Agara Dama Gaputra

Abstract


Jalur pemandu merupakan fasilitas untuk memudahkan para pengguna jalur pejalan kaki dengan kebutuhan khusus, dalam hal ini khususnya adalah bagi tunanetra (buta total maupun penglihatan rendah). Penelitian ini berangkat dari sering ditemukannya ketidaksesuaian pada penerapan jalur pemandu di area publik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan persepsi masyarakat umum, kesesuaian teknis  dan ketepatgunaan dari jalur pemandu pada ruas Teras Cihampelas. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi dan penyebaran kuesioner. Analisis data dilakukan dengan mengevaluasi hasil observasi objek studi berdasarkan regulasi dan standardisasi yang berlaku. Analisis dari hasil kuesioner juga dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai jalur pemandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pada tahap perancangan, konstruksi maupun pasca guna, jalur pemandu masih belum maksimal dan belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat umum. Hasil penelitian diharapkan dapat berkontribusi dalam penerapan jalur pemandu pada ruas-ruas pejalan kaki di area publik.


Keywords


Pejalan kaki; tunanetra; jalur pemandu; kesesuaian teknis; persepsi

Full Text:

PDF

References


Creswell, John W. 2007. “Research Design: Qualitative, Quantitative and Mixed Method Aproaches.” SAGE Publications.

Dewa, Zulfikar Rakita. 2019. “Implementasi Kebijakan Pemerintah Kota Bandung Tentang Revitalisasi Pedagang Kaki Lima di Kawasan Skywalk Cihampelas Kota Bandung Tahun 2017-2018.” CosmoGov 5 (1): 118.

Groat, Linda, dan David Wang. 2004. Architectural Research Methods. Nexus Network Journal.

International Association of Traffic and Safety Sciences. 2008. Guidebook for the Proper Installation of Tactile Ground Surface Indicators (Braille Blocks): Common Installation Errors. Tokyo: International Association of Traffic and Safety Sciences.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 2017. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 14/PRT/M/2017 tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung.

Kukulintingan BDG. 2017. “teras cihampelas – Jadi urang kudu liwat mana?” Februari 2017.

Kurniawan, Sigid. 2018. “Jalur Pemandu Disabilitas Terhalang | ANTARA Foto.” Antara Foto. 2018.

Kusmeilan, Ervin, Dwi Prasetyanto, dan Andrean Maulana. 2018. “Tingkat Pelayanan Pejalan Kaki pada Skywalk Jalan Cihampelas Kota Bandung.” Reka Racana: Jurnal Teknik Sipil 4 (2): Pp. 28 – 37.

Natalia, Tri Widianti. 2017. “Hubungan Karakteristik Pejalan Kaki dengan Peningkatan Fasilitas Trotoar di Sepanjang Jalan Dipatiukur Bandung.” In Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 6, Pp. B 007 – B 010.

Octaviana, Sally. 2016. “Persepsi Penyandang Low Vision terhadap Ciri Medan di Ruang Terbuka Publik Kasus: Proses Meruang (Wayfinding) di Kota Bandung.” Institut Teknologi Bandung.

———. 2019. “Jalur Trotoar Responsif Penyandang Low Vision: Studi Kasus Pasar Baru Bandung.” Inklusi 6 (2): 313.

Purnamasari, Niken. 2018. “Viral Foto Trotoar di Mojokerto yang Bisa Bahayakan Disabilitas.” DetikNews. 2018.

Radhiya, R. Januar. 2019. “The Public Sign on Teras Cihampelas as a Form of Increasing the Happiness Index of Bandung Residents.” In Proceedings of the Eleventh Conference on Applied Linguistics (CONAPLIN 2018).

Rahardjo, Edza. 2017. “Difabel Sayangkan Jalur Tuna Netra Malioboro yang Tak Kuning.” DetikNews. 2017.

Robi. 2017. “Analisis Kebutuhan Pengembangan Trotoar di Jalan Ciumbuleuit dan Jalan Gegerkalong Hilir Kota Bandung.” Politeknik Negeri Bandung.

Rohmawati, Tatik, dan Tri Widianti Natalia. 2018. “Tingkat Kepuasan Pejalan Kaki terhadap Trotoar di Kota Bandung.” Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi 8 (2).

Sakaguchi, R., S. Takasu, dan T. Akiyama. 2000. “Study concerning the colors of tactile blocks for the visually handicapped – Visibility for the visually handicapped and scenic congruence for those with ordinary sight and vision.” In JIPEA World Congress 2000, Pp 453 – 462.

Sari, Rischa Okta, dan Diah Intan Kusumo Dewi. 2015. “Pemanfaatan Jalur Pemandu Tunanetra Pada Pedestrian di Kota Semarang.” RUANG 1 (1): Pp. 11 – 20.

Sekiguchi, H., dan H. Nakayama. 2002. “On a History and a present circumstances of walking aid for persons with visual impairment in Japan,” 1–6.

Sembor, Adrian, Pingkan P. Egam, dan Judy O. Waani. 2016. “Evaluasi Jalur Pedestrian Bagi Tunanetra terhadap Persyaratan Teknis di Koridor Jalan Sam Ratulangi Kota Manado.” Jurnal Arsitektur DASENG 5 (1): Pp. 104 – 115.

Tekadtuera ; Anindhita N. Sunartio, Arvin. 2018. “Effect of Scale, Proportion, and Walkability To Visual Trotoar Quality Under the Teras Cihampelas.” Riset Arsitektur (RISA) 2 (02): 182–95.




DOI: http://dx.doi.org/10.31815/jp.2021.16.82-89

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright of Jurnal Permukiman ( e-ISSN: 2339-2975 ; print ISSN:  1907-4352 )

CC

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.