Perilaku n-Panel System Dalam Menahan Beban Lateral Siklik Statik

Siti Aisyah Nurjannah, Nana Pudja Sukmana

Abstract


Dalam rencana strategis pembangunan rumah susun sampai 2011, pemerintah mencanangkan pembangunan 1000 menara atau 350.000 unit rumah susun. Pada tahun 2008, rumah susun yang direncanakan untuk dibangun di kawasan perkotaan adalah sebanyak 181 twin block dengan 17.376 unit rumah susun lengkap dengan fasilitas sosial serta prasarana dan sarana dasar permukiman. Sistem struktur beton pracetak dianggap memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan sistem beton konvensional. Pengawasan konstruksi dapat dilakukan dengan lebih mudah dan waktu konstruksi relatif cepat. Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam menyediakan rumah susun bagi masyarakat, Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman melakukan penelitian suatu sistem struktur panel beton bertulang pracetak tiga dimensi dengan bukaan yang menggunakan sistem kombinasi sambungan basah dan sambungan kering sejak tahun 2008. Sistem ini dikenal dengan nama n- Panel System. Pengujian keandalan model struktur n-Panel System dilakukan dengan pengujian beban lateral siklik statik berdasarkan program pembebanan yang direkomendasikan oleh National Earthquake Hazards Reduction Program 1997. Penilaian kinerja model struktur dilakukan berdasarkan pada kriteria keandalan struktur dinding geser menurut Federal Emergency Management Agency (FEMA) 450, nilai daktilitas, factor reduksi gempa, pola retak dan keruntuhan struktur. Hasil pengujian dengan beban lateral siklik static memperlihatkan model struktur masih stabil di atas nilai story drift yang ditetapkan dalam FEMA 450. Dengan kestabilan struktur tersebut, kriteria daktilitas yang dicapai adalah daktail penuh, dengan pembatasan nilai faktor reduksi gempa sesuai SNI 03-1726-2002. Hasil pengujian juga memperlihatkan jenis keruntuhan model struktur adalah keruntuhan geser pada dasar panel.

Keywords


n-Panel System; story drift; siklik; beban ideal; pola retak; daktilitas

Full Text:

PDF

References


BSN. 2002. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung SNI – 1726 – 2002.

BSN. 2002. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung SNI – 1726 – 2002

BSSC. 2003. NEHRP RECOMMENDED PROVISIONS FOR SEISMIC REGULATIONS FOR NEW BUILDINGS AND OTHER STRUCTURES (FEMA 450) Part 1: Provisions, hlm. 167-169.

Hawkins, N. M. and Ghosh, S. K., Proposed Revision to 1997 NEHRP (National Earthquake Hazard Reduction Program) Recommended Provisions for Seismic Regulation for Precast Concrete Structures, Part 2-Seismic-Forces-Resisting Systems. PCI Journal, September-Oktober 2000, pp. 34-42.

Paulay, T. and Priestly, M.J.N. 1992. Seismic Design of Reinforced Concrete and Masonry Buildings. New York: John Willey & Sons

Pusat Litbang Permukiman. 2008. Laporan Pengembangan Teknologi Pracetak (n-Panel System).

Menteri Pekerjaan Umum. 2008. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan. Jakarta: --

Yuliari, E. dan Suhelda. 2008. Tugas Akhir Sarjana Teknik Sipil ITB. Evaluasi Perbandingan Konsep Desain Dinding Geser Tahan Gempa Berdasarkan SNI Beton.




DOI: http://dx.doi.org/10.31815/jp.2010.5.24-35

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright of Jurnal Permukiman ( e-ISSN: 2339-2975 ; print ISSN:  1907-4352 )

CC

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.