Ekspresi Bentuk Klimatik Tropis Arsitektur Tradisional Nusantara dalam Regionalisme

Yuri Hermawan Prasetyo, Sri Astuti

Abstract


Kehandalan arsitektur tradisional Nusantara dalam merespon iklim sudah banyak teruji melalui beberapa penelitian terkait dengan penciptaan performa lingkungan ruang dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ekspresi klimatik yang tercermin pada bentuk elemen arsitektur tradisional Nusantara sebagai akibat dari respon iklim makro tropis lembab. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan kompilasi tipologi arsitektur tradisional di beberapa wilayah di Indonesia. Hasil kompilasi dikaitkan dengan sistem klasifikasi iklim dari Koppen dengan menganalisis perilaku beberapa variabel iklim seperti radiasi matahari, suhu, angin, dan curah hujan. Hasil penelitian ini adalah interpretasi bentuk-bentuk elemen geometris yang terdapat pada selubung bangunan sebagai bentuk respon iklim mikro dan makro yang melekat pada selubung bangunan arsitektur tradisional Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi iklim makro tidak memberikan korelasi yang kuat dengan bentuk rumah tradisional Nusantara. Bentuk arsitektur lebih dipengaruhi oleh iklim mikro, terutama bentuk atap rumah tradisional yang memiliki peran dominan dalam beradaptasi dengan iklim, berupa ekspresi kecuraman atap. Secara anatomi, atap sebagai representasi kepala memberikan dimensi yang lebih besar dibandingkan badan dan kaki. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai referensi perancangan arsitektur masa kini yang mempertimbangkan regionalisme dari aspek klimatik.


Keywords


Ekspresi; arsitektur tradisional; bentuk; klimatik; regionalisme

Full Text:

PDF

References


Bay, Joo-Hwa. 2001. “Cognitive Biases - The Case of Tropical Architecture.” Technische Universiteit Delft.

Broadbent, Geoffrey. 1973. Design in Architecture: Architecture and the Human Sciences. John Wiley & Sons New York, USA.

Kottek, Markus, Jürgen Grieser, Christoph Beck, Bruno Rudolf, dan Franz Rubel. 2006. “World Map of the Köppen-Geiger Climate Classification Updated.” Meteorologische Zeitschrift 15 (3): 259–63.

Lang, Jon T. 1987. Creating Architectural Theory: The Role of the Behavioral Sciences in Environmental Design. JSTOR.

Mahgoub, Yasser. 2007. “Architecture and the Expression of Cultural Identity in Kuwait.” Journal of Architecture 12 (2): 165–82.

Muchamad, Bani Noor, dan Ikaputra. 2010. “Model Ekspresi Arsitektur.” In Menuju Pendidikan Arsitektur Indonesia Berbasis Riset, 39–46. Denpasar: Universitas Udayana.

Prasetyo, Yuri Hermawan, Muhammad Nur Fajri Alfata, dan Anikmah Ridho Pasaribu. 2014. “Typology of Malay Traditional House Rumah Lontiok and its Response to the Thermal Environment.” Procedia Environmental Sciences 20. Elsevier: 162–71.

Riany, Meta, Irfan Afriandi, dan Faliq Gharizi. 2013. “Kajian Ekspresi Bangunan Eiger Adventure Store Jl . Sumatera Bandung Ditinjau dari Eksterior dan Interior Bangunan.” Reka Karsa 1 (2): 1–11.

Rini, Nugrahaeni, dan I Ketut Suwantara. 2012. “Kinerja Termal Rumah Tradisional Uma Kbubu.” Widyariset 15 (3): 577–86.

Rob Krier. 2010. Architectural Composition. Reprint. London: Edition Axel Menges.

Soegijanto. 1999. Bangunan di Indonesia Dengan Iklim Tropis Lembab ditinjau dari Aspek Fisika Bangunan. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sung, Chang, Kim, dan Kyung Wook Seo. 2014. “The Architectural Expression of Space and Form Created by the Light in the Works of Alvaro Siza.” Journal of Building Construction and Planning Research 2 (2): 118–31.

Taaluru, Stenly Yerli, dan Frits O. P. Siregar. 2012. “Ekspresi Material Pada Selubung Ruang sebagai media hadirnya pengalaman arsitektur.” Media Matrasain 9 (2): 37–53.

Thiis-Evensen, Thomas. 1990. Archetypes in Architecture. Scandinavian University Press.

Utami, Mario Wibowo, dan Abdul Jabbar Faruk. 2014. “Kajian Bentuk dan Fasad Hotel Gino Feruci Bandung.” Reka Karsa 1 (4): 1–12.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




CC