Formulasi Kebijakan Sistem Pengolahan Sampah Perkotaan Berkelanjutan Studi Kasus : DKI Jakarta

Alex Abdi Chalik, Bibliana W. Lay, Akhmad Fauzi, Etty R.

Abstract


Pengolahan sampah di wilayah perkotaan, yang dilakukan baik dengan sistem sanitary landfill, controll landfill maupun open dumping akan menimbulkan permasalahan baik masalah lingkungan, sosial maupun ekonomi. Di wilayah perkotaan terutama di kota besar dan metropolitan seperti DKI Jakarta, permasalahan pengolahan sampah muncul berkaitan dengan tidak tersedianya lahan sebagai tempat pe merosesan akhir sampah di dalam wilayahnya. Pengolahan sampah yang dilakukan dengan teknologi sanitary landfill secara mandiri (individual), pada kenyataannya belum dapat menyelesaikan persoalan-persoalan dalam pengelolaan sampah. Pemerintah DKI Jakarta dalam usaha menyelesaikan persoalan pengolahan sampah telah menetapkan kebijakan untuk membangun incinerator skala kecil yang ditempatkan di bagian-bagian wilayahnya yang dikombinasikan dengan composting dan sanitary landfill sebagai tempat pengolahan dan pembuangan akhir sampah yang diletakkan di luar wilayahnya, namun demikian kebijakan ini tidak dapat berlanjut. Apabila kebijakan ini terus berlangsung, maka di masa yang akan datang pemerintah DKI Jakarta harus menyediakan paling tidak 600 ha lahan sebagai tempat pembuangan akhir sampah, yang menyulitkan pemerintah DKI Jakarta untuk menyiapkan lahan tersebut, disamping mahalnya ongkos pengangkutan sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana memformulasikan kebijakan pengolahan sampah yang dapat menyelesaikan permasalahan dalam pengolahan sampah, optimalisasi pengolahan, menghitung biaya dan dampak lingkungan, dengan menggunakan sistem pengolahan sampah terintegrasi, dikaitkan dengan aspek ekonomi, sosial dan keterbatasan lahan dengan mempergunakan sistem analisis minimalisasi biaya, analisis biaya dan manfaat serta statistik Ordinary Least Square. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa di masa yang akan datang: ”integrasi teknologi dalam sistem pengolahan sampah”, dapat membantu DKI Jakarta menyelesaikan masalah pengolahan sampah baik aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan. Sistem ini meliputi pemanfaatan teknologi komposter kecepatan tinggi (High Rate Composting), incinerator dengan pemulihan energi listrik, dan sanitary landfill sebagai tempatm pembuangan akhir sampah, yang dioperasikan bersama (terintegrasi) untuk mendapatkan pengolahan sampah yang maksimal, mengurangi limbah dan pencemaran, untuk mencapai efektivitas dan tingkat efisiensi yang tinggi.

Keywords


Keberlanjutan; keterbatasan lahan; sistem minimalisasi biaya; pengolahan sampah terintegrasi

Full Text:

PDF

References


Asian Development Bank. 1998. Towards a National Environmental Sanitation Program for Indonesia, Volume 1, Main Taxt, Jakarta.

Badan Pusat Statistik Propinsi DKI Jakarta,1998. Jakarta Dalam Angka.

Bank Dunia, 2004. Kondisi Infrastruktur di Indonesia, Majalah Insinyur Indonesia, edisi Juni 2004, Jakarta.

Barton. 1994. Toward Environmental Strategies for Cities, The World Bank, Washington, D.C.

Brunner, Calvin. 1994. Hazardous Wast Incineration, McGraw-Hill International Edition, New York

Dinas Kebersihan Propinsi DKI Jakarta 2005. Western Java Environmental Management Project, Solid Waste Management for Jakarta.

Direktorat Jenderal Cipta Karya. 1997. Jakarta Solid Waste Management, Jakarta.

European Commission, DG. Environment. 2000, A Study on the Economic Valuation of Environmental Externalities from Landfill Disposal and Incineration of Waste, Final Main Report. 5 -33.

Field, C B, Field K M. 2002. Environmental Economics, an Introduction, Mc Graw-Hill, Irwin.

Gujarati, Damodar. 1978. Basic Econometrics, McGraw-Hill,Inc, New York.

Gomes. Nascimento. Rodrigues. 2007. Development of Local Carbon Dioxide Emission Inventory Based on Energy Demand and Waste Production, Technical Paper, Air and Waste Management Association. Hanley. Spash. 1995. Cost Benefit Analysis and the Environment, Department of Economics University of Stirling, Scotland.

Hara, T., H. Shima., Y. Yoshida and R. Matsuhashi. 2005. Model Analysis of an Inter-Industrial and Inter-Regional Waste Recycling System in Japan, Journal of Energy.

Horenwig dan Thomas. 1999. What a Waste, Solid Waste Management.

Ioksha. 2000. Estimation of Landfill Gas Emission from Landfill of the Central Asia. Saint- Petersburg State Polytechnic University, Russian Federation

Johnke, Bernt. 2004. Emissions from Waste Incineration, IPCC/OECD/IEA.

Joseph, Benny. 2005. Environmental Studies, McGraw-Hill, New Delhi.

Nurroh. 2010. Isu Pemanasan Global untuk Memperkuat Posisi Tawar, IPB Bogor.

Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 1987. Rencana Umum Tata Ruang Daerah DKI Jakarta Tahun 2005.

Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 1999. Rencana Tata Ruang Wilayah, Daerah DKI Jakarta Tahun-2015.

Petrick P.K. 1984. Managing Solid Waste in Developing Countries, Metropolitan Waste Management Planning in Developing Countries.

Ritzkowski. Stegmann. 2007. Controlling Greenhouse Gas Emissions through Landfill in Situ Aeration. Institute of Waste Resources Management, Hamburg University of Technology, Hamburg, Germany.

Tchobanoglous.,Theisen., Vigil. 1993. Integrated Solid Waste Management, Mc Graw Hill International Editions. New York.




DOI: http://dx.doi.org/10.31815/jp.2011.6.18-30

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright of Jurnal Permukiman ( e-ISSN: 2339-2975 ; print ISSN:  1907-4352 )

CC

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.