Perubahan Pola Permukiman Tradisional Suku Sentani Di Pesisir Danau Sentani

Deasy Widyastomo

Abstract


Permukiman tradisional suku Sentani terbentuk oleh budaya dan karakteristisk suku Sentani yang unik. Permukiman Kampung Ifale suku Sentani berada di pesisir Danau Sentani dan berorientasi terhadap danau sebagai eksistensi kehidupan. Keberadaan masyarakat suku Sentani di Danau Sentani telah melangsungkan kehidupan sejak terjadinya perang suku zaman nenek moyang dan sampai saat ini masih tetap berkehidupan di pesisir Danau Sentani dalam usaha mempertahankan kehidupan yang berkelanjutan. Permukiman dan perumahan suku Ifale Sentani berada di Kampung Hobong yang terbentuk dari kesatuan tiga kelompok kekerabatan yang berbeda yaitu Asei, Ifale dan Ifar Besar. Dalam kehidupan bersama tetap menjaga tradisi yang dilakukan secara turun temurun dengan menyesuaikan kondisi yang baik dirumah maupun di lingkungannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari perubahan pola permukiman tradisional suku Sentani di Danau Sentani, dan pengaruhnya terhadap pola hidup masyarakat tradisional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan analisa kualitas permukiman dan lingkungan, analisa kekhasan fisik permukiman dan analisa perubahan permukiman tradisional mempengaruhi perubahan pola hidup masyarakat ditunjukkan adanya perubahan pola permukiman yang dipengaruhi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat yang merubah pola hidup masyarakat dari cara hidup komunal menjadi individual dan adanya perubahan permukiman tradisional suku Sentani dari berbentuk linier manjadi menyebar. Perubahan pola hidup dilakukan untuk meningkatkan eksistensi hidup masyarakat suku agar dapat bersaing dalam kehidupan bermasyarakat dan membawa masyarakat menuju kehidupan masyarakat yang berkelanjutan

Keywords


Perubahan; pola permukiman; tradisional; suku Sentani; Danau Sentani

Full Text:

PDF

References


Agenda 21 Indonesia 1997. Strategi Nasional untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Crowe N. 1977. Nature and the Idea of a Man Made World an Investigation into the Evolutionary Roots of Form and Order in the Build Environment. The MIT Press. Cambridge. Massachussets.

Data Penduduk Kampung Ifale, Kecamatan Sentani Tahun 2009. Leyden, GAJ. Van Der Sande, 1907. Nova Guinea Vol. III, “Etnography and Anthropology”.

Maleong, Lexy J. 1997. Metodologi Penelitian Kualitatif, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung. Rapoport Amos 1969. House Form and Culture,

Englewood Cliffs, Prentice Hall, New York. Rapoport, Amos, 1977. Human Aspect of Urban Form. Pergamon Press.

Silas Johan. 1996. “Housing Beyond Home, The Aspect of Resources and Sustainability”, Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar FTSP- ITS, Surabaya.

Silas Johan. 1985. Perumahan dan Permukiman (Buku 1 dan 2), Jurusan Arsitektur, FTSP-ITS, Surabaya.

Tipple, A.G 1992, Self Help Transformation to Low- Cost Housing- Initial Impression of Cause, Context and Value, Third World Planning, Review, Vol 14, No.2, PP-167-192.

Undang-undang Republik Indonesia No. 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya-DPU.

Waterson, Roxana 1993, The Living House, Oxford University Press, Oxford New York.




DOI: http://dx.doi.org/10.31815/jurnalkim.v6i2.126

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




CC