<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="//jurnalpermukiman.pu.go.id/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-09-04T22:12:57Z</responseDate>
	<request from="2020-12-02" metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/index/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/176</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:33:04Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/186</identifier>
				<datestamp>2026-01-22T02:19:57Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/195</identifier>
				<datestamp>2026-01-22T00:52:03Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/215</identifier>
				<datestamp>2026-01-22T01:55:36Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.localhost:article/318</identifier>
				<datestamp>2021-03-03T03:08:26Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ED</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:27:48Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penanggulangan Getaran pada Pelat Lantai Beton Bertulang</dc:title>
	<dc:creator>Bachroni, Cecep Bakheri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Getar pada balok</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pelat lantai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">beton bertulang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">rangka batang baja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antisipasi getar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Getaran pada sistem pelat lantai gedung bertingkat dapat terjadi akibat eksitasi yang timbul dari kegiatan manusia yang bersifat ritmik seperti gerakan berlari, menari dan aerobik. Getaran yang berlebihan pada sistem pelat lantai gedung bertingkat, umumnya tidak terkait dengan keamanan gedung, tapi terkait dengan ketidaknyamanan penghuninya. Getaran yang berlebihan pada sistem pelat lantai dapat terjadi pada gedung bertingkat yang memiliki : (a) sistem pelat lantai yang ringan karena penggunaan bahan bangunan mutu tinggi atau bahan komposit pada elemen-elemen struktur gedung seperti balok yang memungkinkan elemen-elemen struktur tersebut dirancang lebih kecil atau lebih tipis, (b) sistem lantai berbentang panjang dengan kekakuan yang rendah dimana frekuensi alami lantai yang dominan cenderung rendah dan mendekati frekuensi eksitasi, dan (c) sistem lantai dengan nilai damping yang rendah sebagai akibat dari penggunaan partisi dan barang-barang furnitur yang lebih sedikit. Ketiga hal tersebut menyebabkan getaran pada sistem pelat lantai menjadi berlebihan dan menyebabkan rasa tidak nyaman dan gangguan bagi penghuni gedung. Getaran pada sistem pelat lantai yang menimbulkan ketidaknyamanan tersebut dapat terjadi pada sistem pelat lantai yang memiliki frekuensi getar (fn) kurang dari 8 Hz. Untuk mengurangi getaran tersebut frekuensi (fn) sistem pelat harus ditingkatkan hingga mendekati 8 Hz. Makalah ini membahas metode reduksi getar pada sistem pelat lantai beton bertulang melalui penambahan kekakuan pada balok induknya dengan menggunakan rangka baja hollow yang ditempelkan di kedua sisi badan balok induk tersebut. Sebagai studi kasus, metode ini diterapkan pada gedung yang berfungsi sebagai tempat ibadah, berlokasi di Indonesia bagian timur. Lantai-2 gedung ini mengalami getaran yang berlebihan ketika digunakan untuk kegiatan yang bersifat ritmik. Dalam studi ini, sistem lantai dianalisis dengan menggunakan pendekatan analisis modal pada program SAP.2000. 11.1. Hasil analisis memperlihatkan bahwa penanggulangan getaran menggunakan rangka batang baja hollow yang ditempelkan dikedua sisi badan balok induk cukup efektif dalam mengubah frekuensi getar sistem lantai dari semula 3,6 Hz menjadi 8,62 Hz.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2015-05-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/1</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 10 No. 1 (2015); 1-10</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 10 No 1 (2015); 1-10</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/1/1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 Cecep Bakheri Bachroni</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:27:48Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakteristik Aplikasi Bering (Beton Ringan) Alwa pada Komponen Panel Risha (Rumah Instan Sederhana Sehat)</dc:title>
	<dc:creator>Sulistyowati, Nurul Aini</dc:creator>
	<dc:creator>Rakhman, Johnny</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ALWA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">beton ringan ALWA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">komponen panel RISHA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">uji gempa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">daktail parsial</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Artificial Light Weight Aggregate (ALWA) adalah salah satu agregat buatan yang mempunyai bobot sangat ringan berkisar antara 400~1800 kg/m3. Rumah RISHA merupakan produk litbang yang komponen pracetaknya menggunakan beton normal dengan kuat tekan 25 MPa. Penelitian ini akan membuat panel RISHA menggunakan bering ALWA (beton ringan ALWA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan komponen struktur panel RISHA bering ALWA. Pembuatan bering ALWA menggunakan rancangan acak sederhana 3 perlakuan agregat. Perlakuan A : persentase agregat kasar ukuran 10 mm ~ 20 mm sebanyak 70 % dan ukuran 5 mm ~ 10 mm sebanyak 30 % serta persentase agregat halus ukuran 1 mm ~ 2 mm sebanyak 70 % dan ukuran 0 mm ~ 1 mm sebanyak 30 %, dengan kondisi agregat kering udara. Perlakuan B sama dengan perlakuan A, dengan kondisi agregatnya jenuh permukaan. Perlakuan C : persentase agregat kasar ukuran 10 mm ~ 20 mm sebanyak 50 % dan ukuran 5 mm ~ 10 mm sebanyak 50 % serta persentase agregat halus ukuran 1 mm ~ 2 mm sebanyak 50 % dan ukuran 0 mm ~ 1 mm sebanyak 50 %, dengan kondisi agregat jenuh permukaan. Rancangan campuran bering ALWA dengan kuat tekan rencana 25 MPa. Benda uji yang dibuat berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan beton pada umur 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Pembuatan komponen panel RISHA menggunakan komposisi campuran dari hasil pengujian kuat tekan yang tertinggi dan mempunyai berat yang ringan. Pengujian yang dilakukan pada rangkaian komponen adalah pengujian kuat lentur dan pengujian kekuatan struktur terhadap beban gempa. Berdasarkan hasil uji kuat lentur, rangkaian komponen RISHA bering ALWA memenuhi persyaratan untuk bangunan rumah tinggal 2 lantai. Portal komponen RISHA bering ALWA termasuk ke dalam struktur gedung daktail parsial seperti yang ditentukan dalam SNI 03 â€“ 1726 -2002, sehingga untuk analisis gempa statis diambil nilai R (faktor reduksi gempa) = 4,45.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2015-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/2</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 10 No. 1 (2015); 11-18</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 10 No 1 (2015); 11-18</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/2/2</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 Nurul Aini Sulistyowati, Johnny Rakhman</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:27:48Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Faktor Berpengaruh terhadap Kepuasan Penghuni Rumah Susun Sewa Studi Kasus Rumah Susun Sewa Kemayoran</dc:title>
	<dc:creator>Setiadi, Harri A.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rusun sewa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kepuasan tinggal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">koefisien korelasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">koefisien determinasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">analisis korelasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">analisis regresi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Survei di dua lokasi rusun sewa (Kemayoran dan Cengkareng) mengungkapkan adanya berbagai ketidakpuasan dan kepuasan sekaligus dalam beberapa aspek pengelolaan rusun. Diantaranya atribut fisik rusun yang sebagian besar tidak terawat dan rusak membuat penghuni merasa tidak puas. Sebaliknya, indikator tingkat hunian dan kepindahan sukerala mengungkapkan tingginya kepuasan tinggal di rusun. Kajian literatur mengungkapkan ketidakpuasan tinggal merupakan indikasi adanya berbagai persoalan yang membutuhkan penyelesaian, bila ketidakpuasan tetap dibiarkan apa adanya tanpa ada upaya untuk mengetahui akar persoalan dan merumuskan alternatif penyelesaiannya maka dikhawatirkan persoalan ketidakpuasan akan mempengaruhi implementasi kebijakan program rusun secara keseluruhan. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya dan dilakukan untuk menjelaskan lebih detil dua puluh lima variabel independen yang diduga berkorelasi dengan kepuasan atau ketidakpuasan lima atribut rusun Kemayoran, serta elaborasi beberapa variabel independen tersebut dengan kondisi faktual. Survei lanjutan dilakukan terhadap penghuni rusun dan analisis data hasil survei menggunakan Metoda Koefisien Korelasi Pearson untuk menentukan korelasi antar variabel independen dengan atribut rusun dan Regresi Berganda untuk menentukan Koefisien Determinasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan secara indikatif terdapat empat variabel independen yang secara linear berkorelasi positif kuat dengan kepuasan terhadap atribut rumah susun, tujuh variabel independen berkorelasi positif moderat, dan sisanya berkorelasi lemah dan cenderung tidak berkorelasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2015-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/3</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 10 No. 1 (2015); 19-36</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 10 No 1 (2015); 19-36</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/3/3</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 Harri A. Setiadi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/4</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:27:48Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Sistem Evakuasi Tsunami di Kawasan Perkotaan  Kabupaten Cilacap, Kasus : Kecamatan Cilacap Selatan</dc:title>
	<dc:creator>Rachman, Arip Pauzi</dc:creator>
	<dc:creator>Suryo, Mahatma Shindu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tsunami</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">implementasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sistem evakuasi tsunami</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kecamatan Cilacap Selatan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kabupaten Cilacap merupakan salah satu daerah di Pantai Selatan Jawa yang terkena bencana tsunami pada tahun 2006. Pasca terjadinya tsunami tersebut, pemerintah Kabupaten Cilacap aktif mengembangkan sistem evakuasi dari bahaya tsunami di Kabupaten tersebut. Kecamatan Cilacap Selatan merupakan salah satu kawasan yang dengan ancaman bencana tsunami paling tinggi di Kabupaten Cilacap. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan sistem evakuasi tsunami di Kecamatan Cilacap Selatan. Metoda penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui : observasi lapangan, penyebaran kuesioner dan wawancara terstruktur. Sementara itu, data sekunder diperoleh melalui studi literatur dan akuisisi dokumen pemerintah. Sistem evakuasi yang dimaksud dalam penelitian ini dibagi ke dalam aspek : (a) jalur evakuasi, (b) lokasi evakuasi, (c) fasilitas pendukung evakuasi tsunami, dan (d) kesiapsiagaan masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini, hanya pada aspek pengembangan kesiapsiagaan masyarakat saja, penerapan sistem evakuasi tsunami ini berhasil dilaksanakan di Kecamatan Cilacap Selatan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2015-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/4</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 10 No. 1 (2015); 37-48</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 10 No 1 (2015); 37-48</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/4/4</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 Arip Pauzi Rachman, Mahatma Shindu Suryo</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:27:48Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Perkembangan Permukiman Swadaya terhadap Upaya Pelestarian Cagar Budaya Tamansari</dc:title>
	<dc:creator>Sulistyanto, Indro</dc:creator>
	<dc:creator>Krisnawati, Eny</dc:creator>
	<dc:creator>Karsono, Danarti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Permukiman swadaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perilaku masyarakat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">konservasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">cagar budaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tamansari</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Situs Cagar Budaya Tamansari memiliki nilai sejarah yang tinggi, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keberadaan Kraton Yogyakarta, yang pada awalnya berperan sebagai tempat Raja dan Kerabat Kraton beristirahat dan mesanggrah (menenangkan pikiran). Permasalahan yang terjadi adalah sisa-sisa artefak yang ada bercampur-baur dengan perkembangan perumahan dan kegiatan usaha di sekitarnya, menurun eksistensinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran terhadap tingkat kerusakan yang terjadi pada artefak berupa elemen-elemen benda cagar budaya yang ada. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pisau analisis berupa kerangka gagasan pelestarian situs Cagar Budaya Tamansari yang kita pakai untuk menganalisis dan mensintesis tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh perkembangan permukiman swadaya yang tidak terkendali, dengan melakukan analisis terhadap variabel situs Cagar Budaya Tamansari terhadap variabel perkembangan permukiman swadaya di sekitarnya. Beberapa elemen-elemen peninggalan berupa artefak, masih dapat ditengarai dalam bentuk puing-puing yang tidak lagi utuh, keberadaannya masih sangat menunjang untuk memberikan gambaran situasi Kawasan Cagar Budaya Tamansari pada keadaan aslinya. Hasil akhir dari kegiatan penelitian menunjukkan adanya korelasi antara pergeseran perilaku masyarakat dalam pengembangan dan pembangunan permukiman swadaya terhadap upaya konservasi bangunan cagar budaya</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2015-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/5</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 10 No. 1 (2015); 49-60</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 10 No 1 (2015); 49-60</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/5/5</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 Indro Sulistyanto, Eny Krisnawati, Danarti Karsono</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/6</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T05:01:30Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kebutuhan Tipe Hunian Berdasarkan Umur Dan Status Kepala Keluarga</dc:title>
	<dc:creator>Rosa, Yulinda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kebutuhan hunian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">umur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">status keluarga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kecenderungan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tipe hunian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The availability of tendency information was selected by the type of dwelling households based on increasing age and sosial status, economic and cultural families, better known by dwelling type propensities very helpful to solve the problem of housing. Getting an idea of dwelling type propensities in Indonesia, conducted a case study in Depok, Cirebon and Pekanbaru with the technique of taking multistage sampling was taken in 1200 families, used a software program excel and Statistical Package Special Sciences (SPSS) to analyzes all faktors, regression analysis and descriptive analysis. The career of housing in all three samples of the city's most visible change in the age range â‰¤ 34 years, in line with the magnitude of changes in family income towards the more established and increase the number of families, accompanied by changes in the ownership of dwellings to change the size of the floor area toward larger, the highest achievement in the primary age range of 40 years of age 45 years. On average people in Depok work at the age of 22 years with an average senior high school, taking dwellings with contract status, average income of Rp. 1.3885 million, - (under MSE = Rp. 1,453,875, -). The average ofÂ  age almost 23 years began to be separated from their parents and live independently, the average income of Rp. 1.613 million, - inhabit the house with residential status contracting (0.25%) and 0.08% belongs to take the house status. The percentage of families take a house belonging to a sharp rise began when school-age children up to 55 years (69.23%) and tend to take a permanent dwelling place inÂ  one location.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2016-11-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/6</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 11 No. 2 (2016); 88-99</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 11 No 2 (2016); 88-99</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/6/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Yulinda Rosa</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:42:00Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengkajian Penyediaan Sarana Prasarana Permukiman Berdasarkan Daya Dukung Pulau Giliyang</dc:title>
	<dc:creator>Desriani, Rian Wulan</dc:creator>
	<dc:creator>Widyahantari, Rani</dc:creator>
	<dc:creator>Suhaeni, Heni</dc:creator>
	<dc:creator>Samyahardja, Puthut</dc:creator>
	<dc:creator>Yodhakersa, Wahyu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sarana dan prasarana permukiman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pulau kecil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pulau Giliyang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">wisata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">daya dukung pulau</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tekanan terhadap kawasan pulau kecil semakin tinggi akibat pertambahan penduduk dan perkembangan ekonomi terutama ketika ditetapkan sebagai kawasan wisata. Salah satu pulau kecil yang direncanakan menjadi kawasan wisata adalah Pulau Giliyang, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Sumenep berencana untuk mengembangkan Pulau Giliyang menjadi pulau wisata kesehatan karena terdapat beberapa titik O2 tinggi di pulau ini. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kriteria penyediaan sarana prasarana permukiman yang dapat mendorong kegiatan wisata namun tetap berkelanjutan. Alat ukur yang digunakan adalah daya dukung pulau kecil. Hasilnya menyatakan bahwa daya dukung fisik dan lingkungan serta sosial ekonomi memiliki beberapa keterbatasan yang harus diakomodasi pada penyediaan sarana prasarana permukiman. Tiga hal utama yang menjadi persyaratan dalam penyediaan sarana prasarana adalah lokasi berada di luar kawasan lindung, besaran harus di bawah daya dukung pulau serta dampak penyediaan harus terukur. Penyediaan sarana prasarana ini diharapkan dapat dijadikan rujukan dalam perencanaan pengembangan kawasan Pulau Giliyang ataupun pulau kecil lainnya sebagai tujuan wisata alam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2015-11-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/7</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 10 No. 2 (2015); 68-77</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 10 No 2 (2015); 68-77</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/7/6</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 Rian Wulan Desriani, Rani Widyahantari, Heni Suhaeni, Puthut Samyahardja, Wahyu Yodhakersa</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/8</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:42:00Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efektivitas Pengawetan Bambu untuk Bahan Material Rumah Apung Danau Tempe di Sulawesi Selatan</dc:title>
	<dc:creator>Mayasari, Karina</dc:creator>
	<dc:creator>Yunus, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Daud, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengawetan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bambu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">boron</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">cuka kayu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">epoksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">rumah apung</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Material rumah apung dengan menggunakan rakit dan dinding serta lantai dari bambu, sering kali mengalami kerusakan yang umumnya disebabkan oleh mikroorganisme perusak, sehingga membuat masyarakat pemilik rumah apung merasa kesulitan karena material bambu tersebut mempengaruhi kinerja daya apung dari rakit bambu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pengawetan bambu yang dilakukan di rumah apung Danau Tempe Sulawesi Selatan. Pengawetan bambu menggunakan metode Modified Bouchery dengan menggunakan beberapa perlakuan antara lain, sebagai kontrol, menggunakan boron, cuka kayu, dan juga dilapisi oleh epoksi. Hasil penelitian dengan data sampai dengan satu bulan menunjukkan bahwa pemberian boron dan cuka kayu, maupun pelapisan pada bagian ujung dengan epoksi tidak menyebabkan penurunan sifat fisis (kadar air, kerapatan, berat jenis, proporsi volume rongga) dan sifat mekanis (MOE dan MOR) bambu dan pemberian boron dan cuka kayu, maupun pelapisan pada bagian ujung dengan epoksi meningkatkan ketahanan bambu dari serangan organisme perusak terutama terhadap jamur pewarna dan jamur pelapuk, serangan rayap dan kumbang belum ditemukan pada semua jenis perlakuan bambu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2015-11-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format></dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/8</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 10 No. 2 (2015); 118-129</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 10 No 2 (2015); 118-129</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/8/7</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 Karina Mayasari, Muhammad Yunus, Muhammad Daud</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/9</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:41:59Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Metoda Penerapan Zero Run Off pada Bangunan Gedung dan Persilnya untuk Peningkatan Panen Air Hujan dan Penurunan Puncak Banjir</dc:title>
	<dc:creator>Sarbidi, Sarbidi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bangunan dan persil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">intensitas hujan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">input</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">output</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">panen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">zero run off</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bangunan dan persilnya, terutama yang atapnya luas berpotensi menghasilkan air baku, air hujan yang besar dan memicu genangan air (banjir) pada waktu musim hujan. Oleh karena itu, tata air hujan zero run off (ZRO) perlu diterapkan pada bangunan dan persilnya serta diperlukan metoda penerapannya. Tahun 2011 â€“ 2013 telah diteliti dan diterapkan drainase kawasan berwawasan lingkungan dengan sistem tampung, resapan, manfaat dan alirkan (TRMA) kelebihan air hujan ke luar kawasan. Kajian ini dimaksudkan untuk mendapatkan metoda ZRO pada bangunan dan persilnya. Metode kajian mencakup analisis data hidrologi dan hidrolika menggunakan data pustaka dan data hasil kajian yang telah ada, diskusi dengan pakar, pembahasan dan perumusan. Hasil kajian menunjukkan dengan luas atap bangunan 714 m2 diperoleh hasil : (1) metode zero run off merupakan integrasi antara intensitas hujan (I), sarana tampung (T), seperti subreservoir dan kolam retensi, resapan (R), seperti sumur resapan, manfaat (M), aliran (A) air kelebihan limpasan ke luar kawasan atau persil serta operasi dan perawatan. (2) ZRO adalah fungsi (I, T, R, M, A); (3) dipanen air hujan Â± 2.382,8 m3/tahun, volume limpasan (input) dapat ditahan hingga 100% dan volume limpasan mengalir ke luar (output) sebesar nol persen atau maksimum 3%, sehingga efektif untuk peningkatan panen air hujan dan penurunan atau pengendalian puncak banjir atau air genangan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2015-11-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format></dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/9</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 10 No. 2 (2015); 106-117</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 10 No 2 (2015); 106-117</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/9/8</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 Sarbidi Sarbidi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/10</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:41:59Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemodelan Tingkat Risiko Bencana Tsunami pada Permukiman di Kota Bengkulu Menggunakan Sistem Informasi Geografis</dc:title>
	<dc:creator>Santius, S. Hidayatullah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Model</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">risiko</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tsunami</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bengkulu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sistem Informasi Geografis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perairan laut dan pesisir Kota Bengkulu merupakan zona subduksi lempeng Indo - Australia dengan lempeng Eurasia dengan laju pergeseran sebesar 9 cm/tahun. Kondisi ini menyebabkan Kota Bengkulu sangat rawan terhadap gempa bumi dengan magnitudo di atas 6 skala Richter (SR) yang merupakan salah satu pemicu terjadinya tsunami. Dalam kurun waktu dari tahun 2000 â€“ 2010 tercatat ada 2 gempa besar terjadi di Bengkulu, yaitu tahun 2000 (7,9 SR) dan tahun 2008 (7,9 SR). Salah satu model yang dapat digunakan untuk memprediksi tingkat risiko bencana tsunami adalah Model Crunch. Model ini merupakan hasil perkalian antara bahaya (hazard) dengan kerentanan (vulnerability). Parameter hazard dan vulnerability tersebut selanjutnya dimodelkan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Daerah yang berisiko tinggi terhadap bahaya tsunami di Kota Bengkulu berdasarkan asumsi/simulasi tinggi gelombang tsunami 20 meter, yaitu seluas 29,99 km2 atau sekitar 20,19% dari total luas wilayah Kota Bengkulu. Daerah tersebut sebagian besar berada di pinggir pantai dengan ketinggian permukaan tanah kurang dari 10 meter dengan dominasi penggunaan lahan berupa permukiman. Kecamatan yang masuk dalam zona risiko tinggi bahaya tsunami antara lain : Kecamatan Teluk Segara (95,38% dari luas kecamatan), Kecamatan Ratu Samban (57,87% dari luas kecamatan), Kecamatan Ratu Agung (56,41% dari luas kecamatan), dan Kecamatan Kampung Melayu (42,95% dari luas kecamatan).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2015-11-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format></dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/10</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 10 No. 2 (2015); 92-105</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 10 No 2 (2015); 92-105</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/10/9</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 S. Hidayatullah Santius</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/11</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:41:58Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Revisi Model Penilaian Eco-Degree di Kawasan Permukiman Perdesaan Hulu Daerah Aliran Sungai (DAS)</dc:title>
	<dc:creator>Deviana, Fani</dc:creator>
	<dc:creator>Rachman, Arip P</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Permukiman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pembangunan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">berkelanjutan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">eco-settlements</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">eco-degree</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hulu DAS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">model penilaian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Eco-degree (E) adalah satu model penilaian yang dapat digunakan untuk menilai keberlanjutan permukiman perdesaan di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS). Hasil penilaian model ini dapat dijadikan masukan dalam penyusunan program penanganan kawasan yang dinilai. Walaupun demikian, terdapat dua catatan untuk model ini : indikasi bahwa model penilaian ini tidak cocok untuk diterapkan pada permukiman hulu DAS di luar Pulau Jawa, dan belum dieksplorasinya posisi model ini terhadap model-model penilaian keberlanjutan kawasan lain yang dikembangkan dalam literatur. Tujuan tulisan ini adalah melakukan verifikasi dan penyempurnaan terhadap keabsahan model sebagai alat untuk menilai keberlanjutan kawasan permukiman perdesaan di hulu DAS yang ada di Pulau Jawa, dan menjelaskan bagaimana posisi model penilaian ini dalam literatur. Pendekatan penelitian explanatory digunakan dalam rangka memenuhi kedua tujuan penelitian ini. Data diperoleh melalui survei terhadap tiga belas responden, yang juga merupakan responden dalam menyusun kerangka penilaian E. Jawaban responden tersebut akan dianalisis melalui metode boxplot dan selanjutnya diverifikasi melalui forum focused group discussion (FGD). Model yang telah disempurnakan tersebut selanjutnya dikonfrontasikan dengan literatur. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa model penilaian E bisa dijadikan alat untuk mengukur keberlanjutan suatu kawasan permukiman perdesaan di hulu DAS yang terdapat di Pulau Jawa. Model penilaian E ini pun relatif konsisten dengan model-model penilaian keberlanjutan kawasan yang didokumentasikan di literatur.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2015-11-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/11</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 10 No. 2 (2015); 78-91</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 10 No 2 (2015); 78-91</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/11/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 Fani Deviana, Arip P Rachman</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/25</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T05:01:30Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penyediaan Infrastruktur Pengelolaan Persampahan di Lingkungan Permukiman Kumuh Kota Bandung</dc:title>
	<dc:creator>Kusumawardhani, Veronica</dc:creator>
	<dc:creator>Sutjahjo, Surjono Hadi</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Indarti Komala</dc:creator>
	<dc:creator>Panjaitan, Naomi Fransiska</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Permukiman kumuh</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengelolaan persampahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kota Bandung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Analytic Hierarchy Process</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Indeks Kualitas Tanah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pertumbuhan permukiman kumuh merupakan tantangan urbanisasi dewasa ini. Permukiman kumuh ditandai dengan keterbatasan infrastruktur dasar permukiman, salah satunya adalah tidak tersedianya infrastruktur pengelolaan persampahan yang memadai. Kota Bandung sebagai bagian dari kota metropolitan tidak luput dari tantangan ini, sehingga dipilih tiga daerah sebagai perwakilan kawasan kumuh sebagai objek penelitian. Ketiga daerah tersebut adalah Kelurahan Tamansari (kumuh berat), Kelurahan Babakan Ciamis (kumuh sedang), dan Kelurahan Cihargeulis (kumuh ringan).Â  Analisis kondisi pengelolaan persampahan eksisting dilakukan dengan perhitungan Indeks Kualitas Tanah (IKT) permukiman. Penelusuran kemungkinan perbaikan kondisi infrastruktur pengelolaan persampahan dilakukan dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) yang membantu pengambilan keputusan dengan perbandingan prioritas dari para pakar di bidang pengelolaan lingkungan hidup. Hasil perhitungan IKT menunjukkan bahwa kualitas tanah Kelurahan Tamansari adalah yang terburuk dengan nilai IKT 18.5, Kelurahan Babakan Ciamis bernilai IKT 47.5, dan Kelurahan Cihargeulis yang terbaik dengan nilai IKT 73.5. Analisis AHP menghasilkan alternatif solusi infrastruktur pengelolaan persampahan terbaik untuk ketiga Kelurahan adalah dengan Komposting untuk mengelola sampah organik dan Bank Sampah untuk mengelola sampah anorganik. Masing-masing jumlah unit yang dibutuhkan adalah 20 unit untuk Kelurahan Tamansari, 8 unit untuk Kelurahan Babakan Ciamis, dan 11 unit untuk Kelurahan Cihargeulis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2016-11-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/25</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 11 No. 2 (2016); 100-109</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 11 No 2 (2016); 100-109</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/25/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Veronica Kusumawardhani, Surjono Hadi Sutjahjo, Indarti Komala Dewi, Naomi Fransiska Panjaitan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/28</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T05:01:30Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Akurasi Perhitungan Faktor Langit dalam SNI 03-2396-2001 tentang Pencahayaan Alami pada Bangunan Gedung</dc:title>
	<dc:creator>Mangkuto, Rizki Armanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pencahayaan alami</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">faktor langit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Standar Nasional Indonesia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">langit seragam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">akurasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Standar nasional Indonesia tentang pencahayaan alami pada bangunan gedung yang berlaku pada saat ini, SNI 03-2396-2001, merekomendasikan penggunaan faktor langit dari langit berawan seragam sebagai indikator ketersediaan pencahayaan alami dalam ruangan. Untuk menghitung faktor langit sebagai fungsi dari posisi relatif (L/D and H/D) dari suatu lubang cahaya vertikal tanpa kaca, disediakan tabel referensi yang dapat digunakan. Meskipun demikian, akurasi dari nilai-nilai yang terdapat dalam tabel tersebut tidak diketahui. Artikel ini melaporkan akurasi dari nilai-nilai tersebut dibandingkan terhadap nilai analitisnya. Dari perhitungan, ditemukan bahwa dari 11 dari 361 nilai yang ada dalam tabel memiliki galat relatif sebesar 10% atau lebih besar. Beberapa contoh hasil yang didapat menggunakan interpolasi nilai-nilai pada tabel dibandingkan dengan hasil yang didapat menggunakan persamaan analitik. Berdasarkan analisis, disarankan untuk menggunakan tabel referensi hanya untuk nilai L/D dan H/D yang berada di dalam rentang 0,1 ~ 6,0. Untuk nilai-nilai di luar rentang tersebut, disarankan untuk menggunakan persamaan analitik untuk menentukan faktor langit.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2016-11-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/28</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 11 No. 2 (2016); 110-115</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 11 No 2 (2016); 110-115</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/28/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/28/309</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Rizki Armanto Mangkuto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/39</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T06:53:36Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakteristik Limbah Pengawet Boron dan CCB Dalam Proses Pengawetan Bambu Petung dan Gewang Serta Alternatif Pengelolaannya</dc:title>
	<dc:creator>Wardiha, Made Widiadnyana</dc:creator>
	<dc:creator>Pradnyana Dibya, I Ketut Yogi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Limbah pengawet</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Boron</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Copper-Chrome-Boron</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">baku mutu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengelolaan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bambu laminasi dan gewang laminasi merupakan salah satu produk bahan bangunan pengganti kayu. Dalam pemanfaatannya sebagai pengganti kayu, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah ketahanan terhadap faktor luar. Upaya untuk meningkatkan ketahanan terhadap faktor luar adalah pengawetan. Bahan pengawet yang sering digunakan adalah boron dan CCB (copper, chrome, boron) dan diawetkan dengan metode perendaman dingin. Kendala yang dihadapi dalam proses pengawetan ini adalah adanya limbah bahan pengawet yang tersisa yang perlu dikelola. Namun, agar bisa diketahui alternatif pengelolaannya, perlu diketahui karakteristik limbahnya terlebih dahulu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik limbah pengawet boron dan CCB dan menganalisa alternatif pengelolaannya. Pengumpulan data karakteristik limbah dilakukan dengan pengujian laboratorium. Data karakteristik direkapitulasi dan dibandingkan dengan baku mutu air limbah berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010. Analisis alternatif pengelolaannya dilakukan dengan kajian referensi hasil-hasil penelitian sebelumnya. Hasil yang diperoleh yaitu: 1) limbah pengawet boron dan CCB tidak memenuhi baku mutu air limbah, dan kandungan pencemar pada limbah CCB lebih tinggi daripada boron; 2) Pengolahan limbah pengawet boron dapat dilakukan dengan pengolahan alami. Sedangkan limbah pengawet CCB perlu dilakukan pengolahan secara fisika dan kimia.Â Kata Kunci: limbah pengawet, boron, CCB, baku mutu, pengelolaan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-11-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/39</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 12 No. 2 (2017); 64-69</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 12 No 2 (2017); 64-69</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/39/pdf_1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Made Widiadnyana Wardiha, I Ketut Yogi Pradnyana Dibya</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/42</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T06:50:17Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Transformasi Rumah Adat Balai Padang Sebagai Hunian Tradisional Suku Dayak Bukit Di Kalimantan Selatan</dc:title>
	<dc:creator>Damayanti, Desak Putu</dc:creator>
	<dc:creator>Budhiari, Ni Made Dwi Sulistia</dc:creator>
	<dc:creator>Kuswara, Kuswara</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rumah Adat Balai Padang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">rumah kayu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">transformasi rumah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Suku Dayak Bukit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">metode membangun</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Rumah adat Balai Padang merupakan hunian tradisional Suku Â Dayak Bukit, yang masih dapat ditemui di Pegunungan Meratus, Provinsi Kalimantan Selatan. Namun kini, keberadaan rumah adat Balai makin sulit ditemui, karena masyarakat lebih memilih untuk membangun rumah kayu dibandingkan rumah adat Balai. Fungsi hunian komunal pada rumah adat Balai telah berubah menjadi fungsi hunian pribadi pada rumah kayu. Hal ini menjadi penyebab rumah kayu sering diasumsikan sebagai rumah tradisional suku Dayak Bukit. Fokus pada tulisan ini untuk menganalis proses dan penyebab terjadinya transformasi dari rumah adat Balai Padang yang merupakan fungsi hunian komunal menjadi rumah kayu yang merupakan fungsi hunian pribadi. Aspek yang dianalisis meliputi transformasi fisik yang terjadi dari rumah adat Balai Padang menjadi rumah kayu, dan faktor-faktor penyebabnya. Transformasi fisik yang terjadi diperoleh melalui metode observasi lapangan, sedangkan faktor-faktor penyebab transformasi diperoleh dari hasil wawancara mendalam. Dari observasi lapangan ditemukan bahwa terdapat perubahan mendasar pada konsep ruang dan fungsi bangunan antara rumah Adat Balai Padang dengan rumah kayu. Faktor penyebab transformasi tersebut adalah keinginan penghuni sendiri. Keleluasaan gerak yang terbatas menjadi faktor dominan pemicu masyarakat memilih untuk membangun hunian pribadi, hal ini dapat dilihat dari sempitnya ruangan menjadi alasan terbesar yang dipilih responden untuk pindah ke rumah kayu. Pada proses membangun, Â ditemukan bahwa 80% rumah kayu yang ada dibangun oleh tukang yang hanya menguasai metode membangun rumah konvensional, sehingga menghasilkan desain rumah kayu yang berbeda dengan rumah adat Balai Padang.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/42</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 12 No. 1 (2017); 33-44</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 12 No 1 (2017); 33-44</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/42/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Desak Putu Damayanti, Ni Made Dwi Sulistia Budhiari, Kuswara Kuswara</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/43</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T06:53:36Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengembangan Proses pada Sistem Anaerobic Baffled Reactor untuk Memenuhi Bakumutu Air Limbah Domestik</dc:title>
	<dc:creator>Hastuti, Elis</dc:creator>
	<dc:creator>Nuraeni, Reni</dc:creator>
	<dc:creator>Darwati, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Air limbah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengembangan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">anaerobic baffled reactor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">organik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">standar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The wastewater treatmentÂ  infrastructure had provided by the government mainly through Â application of communal wastewater treatment plant (WWTP). Â TheÂ  treatment processÂ  of communal WWTP Â appliedÂ  generally Â anaerobic system, such as Anaerobic Baffled Reactor (ABR) technology, but most of Â treated waterÂ  do not meet effluent standard. This paper aims to research the characteristics of the organic removal and treatment upgrading process in the communal ABR system, including process modification or combination with other system. Research carried out in several communal WWTPÂ  has applied since the year 2012-2013 in Cimahi City, West Java. Method of evaluation was conducted in the WWTP management through observation ofÂ  serviced community, operation and maintenance,Â  water quality test both physically and chemicaly. Method of qualitative descriptiveÂ  for analysis factors affecting the process performance of ABR and Â potential process upgrading of Â ABR system according to characteristic of ABR system. The organic removal in ABR systemÂ  is influenced by the management, existence of pra treatment unit,Â  acclimatization process, water consumption and environment of serviced area. Upgrading process of ABR systemÂ  can be performed by modification of baffle design, start-up process, maintenance biomass, Â hybrid system, recirculation systems and application of Â further treatment. TheÂ Â  review these alternative of ABR upgrading process are important in the ABR planning standard Â to achieve Â  treated water Â meet effluent standard.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-11-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/43</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 12 No. 2 (2017); 70-79</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 12 No 2 (2017); 70-79</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/43/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Elis Hastuti, Reni Nuraeni, Sri Darwati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/46</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T05:01:30Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Standar Keselamatan Evakuasi Kebakaran Pada Bangunan Gedung Di Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Sujatmiko, Wahyu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Evakuasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">keselamatan kebakaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">standar dan peraturan kebakaran laik fungsi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">basis kinerja</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Saat ini di Indonesia ketentuan laik fungsi harus dipenuhi bangunan hunian. Perlu dilakukan kajian standar dan peraturan keselamatan kebakaran pada bangunan tinggi dan kemungkinan penerapannya. Pada makalah ini dilakukan kajian terhadap kedua aspek tersebut. Untuk aspek pertama metoda yang dipergunakan adalah dengan kajian terhadap standar dan peraturan keselamatan evakuasi di Indonesia dan membandingkan dengan NFPA 101 selaku standar rujukan. Untuk aspek kedua dilakukan pemeriksaan terhadap bangunan kajian terkait pemenuhan standar dan peraturan keselamatan evakuasi. Objek studi adalah 9 buah bangunan residensial bertingkat tinggi yang terdiri atas 3 hotel dan 6 rusunami. Hasil kajian memperlihatkan bahwa peraturan keselamatan evakuasi pada Permen PU 26/2008 perlu direvisi terkait istilah dan definisi teknis untuk lebih disesuaikan dengan SNI Sarana Jalan Keluar dan standar rujukannya NFPA 101. Hasil kajian lapangan menunjukkan sejumlah bangunan tidak memenuhi ketentuan keselamatan evakuasi. Permen 26/2008 dan SNI Sarana jalan Keluar perlu dilengkapi dengan butir-butir peraturan berbasis preskriptif untuk masing-masing kelas bangunan dan konsep basis kinerja sesuai standar NFPA agar lebih mudah dan fleksibel dalam pemenuhan persyaratan sesuai kelas bangunan. Pemenuhan keselamatan evakuasi perlu dukungan riset berbasis kinerja.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2016-11-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/46</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 11 No. 2 (2016); 116-127</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 11 No 2 (2016); 116-127</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/46/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Wahyu Sujatmiko</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/48</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T06:50:17Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Prediksi Temperatur Kebakaran Ruangan Bangunan Menggunakan Model Babrauskas</dc:title>
	<dc:creator>Sujatmiko, Wahyu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konversi beban api</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kg-kayu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kurva api</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">model Babrauskas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fire Dynamic Simulator</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Simulasi diperlukan untuk mengetahui pengaruh beban api terhadap susunan proteksi sistem pasif dan aktif bangunan. Masukan dari simulasi adalah beban api. Permasalahannya adalah data beban api yang umumnya berupa data dalam bentuk kg-kayu tidak dapat dipergunakan untuk masukan simulasi. Pada makalah ini coba disampaikan upaya konversi beban api ke dalam kurva api menggunakan model api Babrauskas untuk melihat prospek penerapan di lapangan. Selanjutnya untuk validasi dilakukan komparasi hasil simulasi dengan data sekunder hasil eksperimen. Simulasi menggunakan perangkat lunak Fire Dynamic Simulator. Hasil komparasi memperlihatkan bahwa pada titik-titik interior bangunan (atau pada ruangan yang terbakar) dekat sumber api terjadi prediksi simulasi lebih tinggi sekitar 149 oC sedangkan pada titik yang jauh dari pusat api prediksi simulasi lebih rendah 170 oC. Adapun pada titik eksterior bangunan (atau pada fasada dinding luar di atas jendela ruangan yang terbakar) terjadi hasil prediksi simulasi lebih tinggi atau lebih rendah sampai maksimal 56 oC. Dengan demikian konversi kg-kayu ke dalam kurva Babrauskas dapat dipergunakan dengan prediksi tingkat keparahan kebakaran secara umum mengingat keterbatasan alat ukur laju pelepasan panas ruangan di Indonesia, tetapi kurang tepat untuk prediksi yang membutuhkan perhitungan pendetilan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/48</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 12 No. 1 (2017); 8-19</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 12 No 1 (2017); 8-19</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/48/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Wahyu Sujatmiko</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/50</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:23:19Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemanfaatan Adsorben Nata De Coco  untuk Pengolahan Air Tercemar Logam Berat Cu, Cd, dan Cr Skala Laboratorium</dc:title>
	<dc:creator>Agustien,, Rydha Riyana</dc:creator>
	<dc:creator>Indrayanti, Siti Dahniar</dc:creator>
	<dc:creator>Hastuti, Elis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Adsorben</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">logam berat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengolahan air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nata de coco</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">air limbah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Banyak sumber air yang sudah tercemar logam berat menjadikan masyarakat tidak dapat memanfaatkan air sesuai peruntukannya. Kajian ini adalah mengenai pengolahan air tercemar logam berat tembaga (Cu), kadmium (Cd), dan kromium (Cr) skala laboratorium dengan menggunakan adsorben nata de coco. Metode analisis dengan menggunakan spektroskopi serapan atom (SSA), fourier transform infra red (FTIR), dan scanning electron microscopy (SEM). Hasil analisis FTIR gugus yang berpengaruh terhadap proses penyerapan logam adalah gugus fungsi C-O dan C-N amina. Hasil analisis SEM menunjukkan visualisasi nyata penyerapan logam berat oleh adsorben nata de coco. Analisis data efisiensi penyerapan dilakukan dengan membandingkan kadar logam pada influen dan efluen. Efisiensi penyerapan berupa penurunan konsentrasi. Logam berat tembaga (Cu), kromium (Cr) dan kadmium (Cd) dapat diikat oleh adsorben Ata de coco. Penurunan untuk logam tembaga, kadmium dan kromium oleh nata de coco berturut-turut mencapai 56,48%, 88,82%, dan 86,58%. Â Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2014-11-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/50</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 9 No. 3 (2014); 129-135</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 9 No 3 (2014); 129-135</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/50/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2014 Rydha Riyana Agustien,, Siti Dahniar Indrayanti, Elis Hastuti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/51</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:23:19Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perilaku Statik Dan Dinamik Dinding Geser Rangka Laminated Veneer Lumber dengan Panel Fiber Cement Board</dc:title>
	<dc:creator>Hadi, Maryoko</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perilaku dinding geser komposit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tahan gempa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">LVL</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">FCB</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">model mekanika</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dinding geser dengan dan tanpa bukaan telah lazim digunakan sebagai elemen struktural, baik sebagai dinding maupun partisi antar ruang pada rumah tinggal di Indonesia. Rumah harus tetap berdiri ketika gempa bumi datang dan menimbulkan gaya inersia yang mendorong rumah pada arah horisontal. Tipe alternatif struktur komposit yang terbuat dari kayu dan bahan berbasis semen diharapkan dapat memenuhi kebutuhan rumah tahan gempa di Indonesia. Untuk dapat memahami mekanisme ketahanan dinding geser terhadap gaya gempa, diperlukan kajian perilaku terhadap beban siklik statik, dan beban dinamik. Kajian ekperimental statik dan dinamik dengan spesimen skala-penuh dilakukan pada dinding geser yang terbuat dari rangka kayu rekayasa Laminated Veneer Lumber (LVL) berbahan dasar kayu Sengon (Paraserianthes Falcataria) dan kayu Karet (Hevea Brasiliensis), dengan panel penutup rangka Fiber Cement Board (FCB). Analisis hasil uji dengan pendekatan teoritis, dilakukan untuk dapat memprediksi kekakuan awal statis dan kuat leleh serta sifat dinamik dasar dinding geser LVL &amp;amp; FCB. Untuk perilaku statik, hasil yang baik diperoleh dari perbandingan antara hasil pengujian dan prediksi teoritis berdasarkan model mekanika yang diusulkan. Sedangkan, untuk perilaku dinamik, hasil tidak cukup baik karena ada efek lentur dan guling pada spesimen. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini akan berguna untuk praktisi dan perancang struktur dalam merancang struktur rumah kayu tahan gempa dengan kinerja tinggi namun dengan biaya konstruksi rendah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2014-11-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/51</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 9 No. 3 (2014); 136-147</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 9 No 3 (2014); 136-147</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/51/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2014 Maryoko Hadi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/52</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:23:19Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Zonasi Wilayah Pesisir Akibat Kenaikan Muka Air Laut</dc:title>
	<dc:creator>Isdianto, Andik</dc:creator>
	<dc:creator>Citrosiswoyo, Wahyudi</dc:creator>
	<dc:creator>Sambodho, Kriyo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pemanasan global</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">penggunaan lahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kerentanan wilayah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bencana</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kabupaten Tuban</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Isu pemanasan global membawa dampak pada terjadinya kenaikan muka air laut. Kenaikan muka air laut akan menjadi masalah apabila air laut tersebut telah mencapai daratan dan menimbulkan kerusakan di wilayah pesisir. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dampak kenaikan muka air laut terhadap penggunaan lahan dan tingkat kerentanan bencana kenaikan muka air laut di wilayah pesisir. Studi kasus dilakukan di wilayah Tuban, Jawa Timur. Berdasarkan hasil analisis, penggunaan lahan di wilayah penelitian pada tahun 2001 hingga 2010, sebagian besar berupa lahan pertanian dan perkebunan, dan sebagian besar dari wilayah permukiman dan perkotaan berada di wilayah pesisir. Kenaikan muka air laut di wilayah penelitian, menyebabkan wilayah dengan potensi tergenang pada tahun 2100 (1.021 mm) seluas 566 ha, sehingga wilayah yang memiliki kerentanan sangat tinggi terhadap bencana kenaikan muka air laut terdapat di wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan pantai. Arahan zonasi penggunaan lahan pada wilayah pesisir terkait dampak kenaikan muka air laut di wilayah pesisir Pantai Utara Kabupaten Tuban terbagi menjadi 3 zonasi umum wilayah pesisir, yaitu : zona pemanfaatan umum, konservasi dan alur pelayaran, dengan penetapan strategi akomodatif dan proteksi yang sistematis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2014-11-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/52</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 9 No. 3 (2014); 148-157</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 9 No 3 (2014); 148-157</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/52/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2014 Andik Isdianto, Wahyudi Citrosiswoyo, Kriyo Sambodho</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/53</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:23:19Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Housing Careers di Indonesia, Studi Kasus Kota Bandung</dc:title>
	<dc:creator>Rosa, Yulinda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Housing careers</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">data primer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tahapan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">analisis faktor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kota Bandung</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian faktor-faktor yang berpengaruh terhadap permintaan perumahan (housing demand) perlu dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah rumah terbangun yang tidak dihuni dimana dalam kondisi saat ini backlog rumah terus meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu faktor tersebut adalah housing careers. Housing careers adalah pergerakan seseorang untuk mendapatkan rumah, menggambarkan seseorang atau pasangan muda mulai meninggalkan rumah orang tua dan pindah menyewa rumah di tempat lain. Melalui informasi housing careers, kebutuhan rumah dapat diprediksi dari data demografi yang mudah didapat karena dikumpulkan secara rutin. Metode penelitian survei dengan teknik multy stage sampling, data yang dikumpulkan merupakan data primer, dengan menggunakan instrumen kuesioner serta diskusi atau tanya jawab langsung dengan responden. Metode analisis deskriptif dan analisis faktor digunakan dalam penelitian ini. Housing careers di Kota Bandung terdiri dari dua tahap. Tahap pertama, tahap sebelum menikah ditempuh rata-rata umur 20 sampai 23 tahun, tahapan ini menggambarkan pergerakan waktu ketika seorang memutuskan untuk bekerja, kemudian meninggalkan rumah orang tua untuk hidup mandiri, tempat tinggal yang dimiliki pada tahap ini masih dibantu orang lain belum mempunyai tempat tinggal yang mandiri. Tahap kedua, adalah tahap ketika memutuskan menikah dan mempunyai anak ditempuh pada rata-rata umur 25 tahun, dapat tinggal bersama dengan keluarga inti rata-rata umur 27 tahun dan rata-rata umur anak pertama 6 tahun, pertama kali mempunyai rumah sendiri. Kebutuhan tempat tinggal pada tahap setelah menikah adalah tempat tinggal yang lebih stabil untuk menunjang kehidupan rumah tangga.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2014-11-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/53</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 9 No. 3 (2014); 158-168</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 9 No 3 (2014); 158-168</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/53/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2014 Yulinda Rosa</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/54</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:23:19Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengukuran Resistansi Termal Bahan Bangunan dengan Metode Aliran Kalor dalam Lingkungan Terkondisi</dc:title>
	<dc:creator>Suhedi, Fefen</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Resistansi termal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">transmitansi termal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">konduktivitas termal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">aliran kalor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bahan bangunan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Data sifat termal bahan bangunan diperlukan dalam perancangan maupun evaluasi kondisi eksisting bangunan gedung yang terkait dengan kenyamanan termal dan energi bangunan. Resistansi termal, konduktansi Â termal,Â  dan konduktivitas termal adalah Â diantara parameter-parameter untuk menyatakan sifat termal bahan. Salah satu metode untuk menentukan nilai resistansi termal bahan bangunan adalah ASTM C1155 yang menggunakan metode aliran kalor (heat flux) dengan pengambilan data secara in situ untukÂ  Â mengevaluasi resistansiÂ  Â termalÂ  Â bahan.Â  Â KajianÂ  Â iniÂ  Â merupakanÂ  Â studiÂ  Â awalÂ  Â untuk Â  menjajaki kemungkinan penggunaan instrumen pengukuran insitu dalam skala laboratorium. Pengukuran dilakukan dengan prinsip aliran kalor tetapi dilakukan di lingkungan yang terkontrol. Sebuah ruang pengukuran yang terkondisi telah dibuat yang terdiri dari kotak panas, kotak sampel, dan kotak dingin. Dua buah pemanas elektrik 500W digunakan untuk memanaskan udara di kotak panas, sedangkan udara di kotak dingin didinginkan menggunakan mesin pengondisi udara berkapasitas 5000 kBtu/jam. Sampel yang akan diukur diletakkan Â pada kotakÂ  sampel yang memisahkan Â kotak Â panas Â dan Â kotak dingin. Laju Â aliran kalor dan perbedaan temperatur permukaan sampel diukur menggunakan sistem instrumen TRSYS01 pada dua lokasi ukur. Â Eksperimen Â pengukuran Â resistansi termal Â dilakukan Â terhadap Â sampel Â fiber Â semen Â 6 mm, Â papan gypsum tipe standar tebal 9 mm, dinding bata merah tebal 100 mm, dan dinding bata ringan tebal 100 mm . Perhitungan resistansi termal dilakukan dengan metode penjumlahan sesuai ASTM C1155. Hasil pengukuran selama 24 jam diperoleh nilai perkiraan resistansi termal fiber semen adalah 0,029 m2.K/W, papan gypsumÂ 0,068 Â m2.K/W, Â bata Â merah Â 0,246 Â m2.K/W,Â Â  dan Â bata Â ringan 0,583 Â m2.K/W Â memenuhi Â persyaratan convergence ratio (CR) &amp;lt; 0,10 dan koefisien variansi V(Re) &amp;lt;10%.Â Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2014-11-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/54</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 9 No. 3 (2014); 169-180</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 9 No 3 (2014); 169-180</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/54/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2014 Fefen Suhedi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/55</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:20:41Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Teknologi Pengolahan Air Secara Terpadu di Permukiman Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Studi Kasus : Kawasan DAS Citarik, Sub DAS Hulu Citarum</dc:title>
	<dc:creator>Hastuti, Elis</dc:creator>
	<dc:creator>Medawaty, Ida</dc:creator>
	<dc:creator>Iriani, Lia Yulia</dc:creator>
	<dc:creator>Nuraeni, Reni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Teknologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">air minum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">air limbah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sungai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">daur ulang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Permukiman di kawasan daerah aliran sungai (DAS) terutama sungai-sungai yang melintasi kota-kota besar pada umumnya merupakan kawasan padat yang minim pelayanan air minum dan sanitasi. Adanya peningkatan dalam pencapaian akses air minum dan sanitasi dibeberapa kawasan belum dapat meningkatkan kualitas lingkungan, diantaranya karena teknologi belum sesuai persyaratan dan ekosistem DAS. Tujuan penelitian adalah mengkaji kinerja, keandalan serta pengelolaan teknologi pengolahan air dan sanitasi secara terpadudi kawasan yang memiliki ketergantungan air tanah dan tingginya pencemaran air limbah ke sungai. Pada penelitian ini digunakan metoda eksperimen skala lapangan, dan metoda deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk analisis kinerja teknologi serta pengelolaannya. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan terintegrasi potensi air permukaan dan penerapan sanitasi yang berorientasi daur ulang dapat meningkatkan upaya minimasi pencemaran dan peningkatan kualitas air sungai serta ekonomi masyarakat.Kinerja unit proses pengolahan air sungai pada kondisi stabil, dapat menghasilkan air olahan di kran umum sesuai bakumutu Permenkes 492/IV/2010. Sementara itu pada unit usaha air, menghasilkan airkemasan, diantaranya kualitas rata rata TDS 24 mg/L, kekeruhan 0,32 mg/L. Sedangkan kinerja unit proses pada Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal yang terdiri dari biofilter dan pengolahan lanjutan sistem lahan basah buatan, hibrid dan filtrasi pasir, menunjukkan kualitas air olahan yang dapat digunakan untuk kebutuhan kolam ikan, irigasi pertanian atau operasional bank sampah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2014-08-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/55</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 9 No. 2 (2014); 67-77</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 9 No 2 (2014); 67-77</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/55/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2014 Elis Hastuti, Ida Medawaty, Lia Yulia Iriani, Reni Nuraeni</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/56</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:20:41Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Faktor Penentu Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pengelolaan Sampah Perkotaan</dc:title>
	<dc:creator>Kustiasih, Tuti</dc:creator>
	<dc:creator>Setyawati, Lya Meilany</dc:creator>
	<dc:creator>Anggraeni, Fitrijani</dc:creator>
	<dc:creator>Darwati, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Aryenti, Aryenti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Emisi GRK</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sampah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">spesifik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">komposisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengelolaan sampah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sampah merupakan salah satu sumber penyebab terjadinya emisi gas rumah kaca (GRK), diantaranya gas metan (CH4) dan karbondioksida (CO2). Pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dapat mengurangi jumlah emisi gas rumah kaca melalui kegiatan 3R (reduce, reuse, recycle), perbaikan proses pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah dan pemanfaatan sampah menjadi produksi energi. Perhitungan emisi gas rumah kaca di Indonesia masih mengacu pada â€œDefault Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) Tahun 2006â€, karena belum tersedianya data country specific parameter. Dalam memperkirakan emisi gas rumah kaca diperlukan komposisi dan karakteristik sampah. Medote penelitian secara kuantitatif dan kualitatif dalam menganalisis hasil pengumpulan data penelitian dengan uji komposisi sampah sesuai dengan SNI 19-3964-1994dan uji karakteristik dengan ultimate dan proximate analysis untuk menjelaskan struktur kimia sampah, dengan perhitungan berdasarkan reaksi stokiometri.Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor emisi gas rumah kaca dari data spesifik di Indonesia dengan mengidentifikasi parameter komposisi dan karakteristik sampah serta meningkatkan aktifitas pengelolaan sampah untuk mendukung mitigasi dan adaptasi bidang persampahan. Hasil perhitungan degradable organic carbon (DOC)sampah di TPA 0,15 kg CH4/kg berat kering dan faktor emisi CH4 sampah organik adalah (0,07 - 0,11) kg CH4 per berat kering sampah organik atau (0,42 â€“ 0,47) kg CH4 per berat basah sampah organik dari data spesifik sampah di Indonesia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2014-08-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/56</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 9 No. 2 (2014); 78-90</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 9 No 2 (2014); 78-90</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/56/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2014 Tuti Kustiasih, Lya Meilany Setyawati, Fitrijani Anggraeni, Sri Darwati, Aryenti Aryenti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/57</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:20:41Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peta Kondisi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT)</dc:title>
	<dc:creator>Aggraini, Fitrijani</dc:creator>
	<dc:creator>Effendi, Rudy R</dc:creator>
	<dc:creator>Prayudi, Tibin Ruby</dc:creator>
	<dc:creator>Rosa, Yulinda</dc:creator>
	<dc:creator>Paryanto, Sugeng</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lumpur tinja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">IPLT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">audit teknologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kondisi eksisting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">penilaian kesesuaian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kinerja</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak Untuk mencapai tujuan pembangunan millenium development goals, pemerintah harus berusaha untuk memberikan cakupan layanan sanitasi dasar nasional sebesar setengah dari seluruh penduduk Indonesia sebesar 62,41% pada tahun 2015. Hal ini memerlukan usaha dan upaya memenuhi kebutuhan akan sarana dan prasarana sanitasi seperti halnya Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja. Tingkat kesadaran pemerintah daerah dalam mengelola lumpur tinja pada umumnya masih rendah. Di antara 507 daerah kabupaten dan kota se Indonesia, baru 134 yang sudah memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), sedang sisanya masih membuang lumpur tinja ke sungai atau kebun.Penelitian ini bertujuan melakukan pemetaan kondisi teknis IPLT eksisting dengan melakukan audit, telaah, verifikasi, kajian, dan evaluasi terhadap kinerja IPLT berdasarkan standar, pedoman teknis, dan tata cara yang berlaku sehingga fungsionalisasi dan optimalisasi IPLT terbangun dapat tercapai dan terpelihara kesinambungan operasi dan pemeliharaannya.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif komparatifyaitu mendeskripsikan hasil penelitian secara sistematis, faktual, dan akurat dari data kualitatif dan kuantitatif yang didapat dari data sekunder dan data di lapangan. Data dikaji dengan membandingkan kondisi eksisting dengan standar, pedoman, petunjuk teknis, dan teori bidang ilmu pengolahan lumpur tinja.Hasil penilaian terhadap kesesuaian pengelolaan sistem IPLT di wilayah studi menyimpulkan bahwa sebagian besar termasuk kategori cukup baik. Hanya satu kota saja dari 11 kota yang termasuk kategori baik dan dua kota termasuk kategori tidak baik sehingga sisanya sebanyak 8 kota atau setara dengan 73% wilayah studi termasuk kategori cukup baik.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2014-08-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/57</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 9 No. 2 (2014); 91-101</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 9 No 2 (2014); 91-101</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/57/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2014 Fitrijani Aggraini, Rudy R Effendi, Tibin Ruby Prayudi, Yulinda Rosa, Sugeng Paryanto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/58</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:20:41Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kinerja Sistem Struktur Rumah Tradisional Ammu Hawu dalam Merespon Beban Seismik</dc:title>
	<dc:creator>Suwantara, I Ketut</dc:creator>
	<dc:creator>Suryantini, Putu Ratna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rumah tradisional Ammu Hawu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kayu lontar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">uji eksperimental</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">gempa Flores</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kinerja batas layan dan ultimit</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ammu Hawu merupakan salah satu rumah tradisional dengan struktur kayu Lontar (Borassus flabelifer), memiliki kestabilan secara struktural terhadap beban lateral gempa. Hal ini dibuktikan dengan kondisi struktur yang tetap utuh ketika terjadi gempa Flores (2012). Penelitian ini mengkaji kinerja sistem struktur keseluruhan (3 dimensi) secara numerik dengan input data berupa hasil uji sifat mekanis elemen struktur, friksi pada pondasi, sambungan terkritis pada struktur, dan rekam data gempa riwayat waktu Flores. Hasil analisis menunjukkan deformasi yang terjadi melebihi kinerja batas layan, namun belum melebihi kinerja batas ultimit yang disyaratkan pada peraturan gempa Indonesia, kinerja struktur dinilai baik karena gaya-gaya dalam yang terjadi pada elemen struktur lebih kecil daripada kekuatan tekan kayu Lontar. Hal ini mengindikasikan bahwa secara umum tidak terjadi kegagalan pada elemen struktur balok maupun kolom, melainkan perilaku kegagalan terjadi pada sistem sambungannya. Hal ini menunjukkan struktur masih kuat untuk menahan beban sendiri, hidup, dan gempa. Tingkat kestabilan yang sangat baik pada struktur karena tidak mengalami kegagalan struktur (collapse) setelah dilakukan analisis numerik dengan gempa riwayat waktu. Sistem pondasi umpak memberikan dampak positif terhadap sistem struktur karena gaya lateral akibat gempa tidak seluruhnya diterima dan ditahan oleh struktur bangunan.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2014-08-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/58</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 9 No. 2 (2014); 102-114</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 9 No 2 (2014); 102-114</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/58/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2014 I Ketut Suwantara, Putu Ratna Suryantini</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/59</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:20:41Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sistem Rating Bangunan Hijau Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Setyowati, Ade Erma</dc:creator>
	<dc:creator>Alfata, Muhammad Nurfajri</dc:creator>
	<dc:creator>Wibowo, Andreas</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bangunan hijau</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sistem Rating</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">metode Delphi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">urgen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Indonesia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sektor bangunan gedung memberikan kontribusi signifikan terhadap kerusakan lingkungan. Penerapan konsep bangunan hijau merupakan salah satu cara meminimalkan dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan sektor ini. Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh sistem Rating bangunan hijau, berdasarkan metode Delphi. Survei dilakukan dalam 3 (tiga) tahap untuk mendefinisikan : (a) kriteria dan subkriteria bangunan hijau, (b) subkriteria yang urgen untuk saat ini hingga lima tahun ke depan, dan (c) pembobotan masing-masing subkriteria serta sistem penilaiannya. Metode Delphi hanya dilakukan pada tahap I. Sementara tahap II dan III menggunakan kuesioner 1 putaran. Pada survei tahap I diperoleh hasil perhitungan yang memperlihatkan perbaikan konsensus, yaitu : nilai IQR (interquartile range) turun; dan Nilai IRR (interater reliability) naik. Tingkat konsensus dalam survei tersebut berada dalam rentang poor agreement (0-0,3), lack agreement (0,3-0,5) dan moderate agreement (0,51-0,7). Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan penyusunan pedoman penilaian bangunan hijau Indonesia. Bila akan digunakan sebagai acuan penyusunan peraturan daerah, penerapan pedoman perlu dilakukan bertahap dan didukung edukasi yang memadai. Penelitian ini juga merekomendasikan beberapa ranah yang perlu dikaji lebih lanjut tentang pemetaan yang lebih detil sesuai kondisi Indonesia saat ini dan prediksi lima tahun ke depan, konsensus yang lebih baik, dan tata cara penilaian untuk perbaikan sistem Rating bangunan hijau ke depannya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2014-08-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/59</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 9 No. 2 (2014); 115-121</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 9 No 2 (2014); 115-121</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/59/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2014 Ade Erma Setyowati, Muhammad Nurfajri Alfata, Andreas Wibowo</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/62</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T06:53:36Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisa Kebutuhan Luas Minimal Pola Rumah Sederhana Tapak Di Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Suryo, Mahatma Sindu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antropometrik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">luas minimal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">rumah sederhana tapak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kenyamanan ruang gerak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">standar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The minimum space standard for low cost landed house is 36 mÂ² (SNI 03-1733-2004). The standard refered to the human need for fresh air used for indoor activities. The previous research based on antropometric and human activities in 2011 result in the basic room configuration and minimum space dimension for lowcost landed house. The minimum space dimension based on this previous research is 47.56 mÂ² (11.89mÂ² /person). Compared to the previous study, this research emphasized on space configuration to analysis the minimum space dimension. This paper investigated the minimum space dimension for low cost landed house in Indonesia. This paper simulated the space configuration based on basic room found in previous research to elaborate the most efficient design. The simulation found that the space dimension for low cost landed house is 32,01mÂ² Â â€“ 36 mÂ² .Â  Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-11-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/62</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 12 No. 2 (2017); 116-123</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 12 No 2 (2017); 116-123</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/62/pdf_1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Mahatma Sindu Suryo</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/64</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T06:50:17Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Respons Tanah Di Permukaan Pada Beberapa Lokasi Pemboran Dangkal Stasion Gempa Bmkg</dc:title>
	<dc:creator>Ridwan, Mohamad</dc:creator>
	<dc:creator>Aldiamar, Fahmi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hazard gempa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">respons tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">spesifik situs</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">amplifikasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">spectrum respons</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Analisis hazard gempa untuk wilayah Indonesia sudah disusun dalam peraturan gempa Indonesia (SNI-1726-2012) untuk Peak Ground Acceleration (PGA) dan spektrum respons dibatuan dasar, sedangkan aplikasi untuk disain struktur harus dihitung dipermukaan dengan mempertimbangkanefek tanah lokal. Analisis respon spesifik site dapat dilakukan dengan menggunakan analisis perambatan gelombang dari batuan dasar ke permukaan berdasarkan input parameter tanah dan goyangan di batuan dasar. Pada penelitian ini dilakukan analisis respon spesifik situs pada empat lokasi yang telah diketahui kondisi tanahnya berdasarkan hasil uji pengeboran dan Standard Penetration Test (SPT) yaitu di Serang, Sukabumi, Cilacap, dan Wonogiri yaitu lokasi stasion seismograf milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hasil analisis pada seluruh lokasi tersebut diperolehspektrum respons dipermukaan pada perioda 1,0 detik terjadi amplifikasi, sedangkan pada PGA dan spektrum respons 0,2 detik terjadi deamplifikasi. Bila dibandingkan dengan ASCE-07-10 untuk jenis tanah sedang (SD) memperlihatkan nilai amplifikasi hasil penelitian yang lebih rendah. Hal ini tentunya akan menjadi bahan kajian dan evaluasi lebih lanjut untuk kebutuhan praktis.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/64</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 12 No. 1 (2017); 45-57</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 12 No 1 (2017); 45-57</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/64/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Mohamad Ridwan, Fahmi Aldiamar</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/66</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T06:50:17Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penurunan Kadar Total Suspended Solid (TSS) Air Limbah Pabrik Tahu dengan Metode Fitoremediasi</dc:title>
	<dc:creator>Ruhmawati, Tati</dc:creator>
	<dc:creator>Sukandar, Denny</dc:creator>
	<dc:creator>Karmini, Mimin</dc:creator>
	<dc:creator>Roni S., Tatang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fitoremediasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tanaman air Hydrilla</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">TSS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">air limbah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pabrik tahu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu karakteristik air limbah industri tahu adalah kandungan bahan organik yang ditandai dengan tingginya kadar TSS. Tanaman air mempunyai kemampuan menyaring bahan-bahan yang larut dalam air limbah sehingga potensial untuk pengolahan air limbah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu kontak proses fitoremediasi menggunakan tanaman hydrilla terhadap penurunan kadar TSS air limbah pabrik tahu. Hipotesis penelitian yaitu semakin lama waktu kontak antara air limbah dengan tanaman air semakin besar penurunan kadar TSS. Populasi seluruh air limbah diambil dari pabrik tahu Cibuntu Kota Bandung, sedangkan sampel air limbah pabrik tahu diambil dari populasi, dengan teknik pengambilan sampel sesaat. Jenis penelitian eksperimen adalah rancangan Pretest-Postest dengan kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pemeriksaan laboratorium. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji anova. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan kadar TSS, rata-rata persentase penurunan kadar TSSuntuk waktu kontak 2 hari 47,43 %, untuk waktu kontak 4 hari sebesar 74,85 %, dan untuk waktu kontak 6 hari sebesar 80,63 %. Dari hasil uji anova diperoleh nilai p sebesar 0,002, lebih kecil dari 0,05 (Î± 5%). Terdapat pengaruh yang bermakna antara variasi waktu kontak tanaman air hydrilla terhadap penurunan kadar TSS air limbah pabrik tahu.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/66</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 12 No. 1 (2017); 25-32</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 12 No 1 (2017); 25-32</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/66/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Tati Ruhmawati, Denny Sukandar, Mimin Karmini, Tatang Roni S.</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/67</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:17:35Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kriteria Desain Drainase Kawasan Permukiman Kota Berwawasan Lingkungan</dc:title>
	<dc:creator>Sarbidi, Sarbidi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kriteria</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">desain</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">drainase</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">berwawasan lingkungan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">air hujan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sistem drainase konvensional kawasan atau kota sudah tidak kondusif untuk menangani genangan air atau banjir saat ini. Konsep drainase berwawasan lingkungan harus segera diterapkan di lingkungan permukiman. Untuk itu harus didukung dengan kriteria desain yang cukup lengkap. Sasaran penelitian antara lain untuk mendapatkan kriteria umum dan teknis desain drainase kawasan atau drainase kota berwawasan lingkungan. Kegiatan dilaksanakan dengan metode deskriptif dan hasil deskripsi data sekunder dan data primer hasil survei disusun dalam tabel dan matrik data, yang sudah diisi dengan rumusan konsep kriteria, kemudian dibandingkan dengan standar terkait. Hasil kajian : (1) kriteria umum terdiri atas 2 (dua) parameter penentu, sebagai landasan kebijakan dan pembuatan master plan drainase berwawasan lingkungan, 10 (sepuluh) elemen penentu dan 29 (dua puluh sembilan) kriteria penentu, (2) kriteria teknis terdiri atas sekitar 3 (tiga) parameter penentu, 20 (dua puluh) elemen penentu dan 56 (lima puluh enam) kriteria penentu, (3) penerapan drainase kawasan atau kota berwawasan lingkungan perlu didukung dengan subsistem tampungan, resapan, manfaat dan alirkan (TRMA) sisa limpasan keluar.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2014-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/67</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 9 No. 1 (2014); 1-16</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 9 No 1 (2014); 1-16</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/67/28</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2014 Sarbidi Sarbidi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/68</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:17:35Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Model Permukiman Kawasan Tepian Sungai Kasus : Permukiman Tepian Sungai Kahayan Kota Palangkaraya</dc:title>
	<dc:creator>Hamidah, Noor</dc:creator>
	<dc:creator>Rijanta, R.</dc:creator>
	<dc:creator>Setiawan, Bakti</dc:creator>
	<dc:creator>Rifai, Muh. Aris</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Model</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">permukiman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tepian sungai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kahayan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kota Palangkaraya</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sejarah Kota Palangkaraya berawal dari permukiman Kampung Pahandut di kawasan tepian Sungai Kahayan. Peran Sungai Kahayan sebagai orientasi, tempat tinggal/ awal bermukim dan mengembangkan kehidupan manusia/ bekerja bagi masyarakat Dayak. Kini masalah yang terjadi ialah perubahan kawasan tepian Sungai Kahayan berkembang menjadi kota yang dinamis, permukiman tumbuh secara organik dan pola jalan berorientasi ke darat membelakangi sungai, sehingga fungsi sungai berubah dari fungsi awalnya. Sungai sebagai falsafah hidup dan orientasi masyarakat Dayak Ngaju. Tujuan penelitian ini ialah mengidentifikasi model permukiman di kawasan tepian sungai, kasus kawasan permukiman tepian Sungai Kahayan, Kota Palangkaraya. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian ekplorasi kualitatif lapangan (a qualitative exploratory research) berdasarkan ekplorasi data lapangan (field observation) nilai historis kawasan melalui survei, wawancara dan identifikasi potensi kawasan. Hasil penelitian dijabarkan dalam model integrasi permukiman tepian sungai meliputi aspek fisik antara lain : (a) model permukiman; (b) model dermaga; (c) model titian; dan (d) model jembatan. Sedangkan aspek non fisik : (a) ekonomi; dan (b) sosial-budaya dan (c) aktivitas pendukung sepanjang tepian Sungai Kahayan. Hasil penelitian ialah teridentifikasi model permukiman tepian sungai yang relevan yang akan digunakan sebagai pengkayaan model permukiman khususnya di kawasan-kawasan tepian sungai Indonesia di masa mendatang.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2014-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/68</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 9 No. 1 (2014); 17-27</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 9 No 1 (2014); 17-27</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/68/29</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2014 Noor Hamidah, R. Rijanta, Bakti Setiawan, Muh. Aris Rifai</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/69</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:17:35Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kenyamanan Termal pada Ruang Iklim di Dua Daerah dengan Karakteristik Iklim yang Berbeda Studi Kasus : Malang dan Surabaya</dc:title>
	<dc:creator>Alfata, Muhammad Nur Fajri</dc:creator>
	<dc:creator>Nugroho, Agung Murti</dc:creator>
	<dc:creator>Eka Siwi, Sri Nastiti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Respon termal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ruang iklim</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">suhu netral</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">keterterimaan termal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">suhu preferensi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian kenyamanan termal perlu banyak dilakukan di Indonesia, karena Indonesia berada di daerahÂ tropis dan wilayah yang luas memiliki corak iklim yang berbeda antara daerah yang satu dengan yang lain.Â Penelitian ini bertujuan mendapatkan tingkat kenyamanan termal di Indonesia dengan metode penelitianÂ laboratorium (ruang iklim) pada dua kota dengan iklim lokal yang berbeda, yaitu Kota Surabaya danÂ Malang. Penelitian ini diharapkan dapat melengkapi data penelitian kenyamanan termal sebelumnya diÂ Indonesia. Dengan penelitian laboratorium, data respon termal diperoleh dengan menggunakan kuesionerÂ tentang respon termal. Ruang iklim dirancang khusus dengan mengendalikan suhu udara dan kecepatanÂ angin. Suhu udara di Malang diatur pada suhu udara 23,0â€“28,0 Â°C, sedangkan di Surabaya diatur pada suhuÂ udara 28,0â€“31,0 Â°C. Sementara itu, kecepatan angin di kedua kota diatur pada 0 m/s, 0,3 m/s, 0,4 m/s, 0,8m/s, dan khusus di Surabaya ditambah dengan kecepatan angin 1,0 m/s. Kuesioner meliputi tiga aspek, yaiturespon termal, keterterimaan termal, dan preferensi termal. Penelitian melibatkan total 41 responden dariÂ Jurusan Arsitektur Universitas Brawijaya Malang dan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya.Â Analisis statistik yang meliputi analisis statistik deskriptif, regresi linier, serta regresi (binary logistic)Â digunakan untuk menganalisis data respon termal. Dari 454 respon termal, diperoleh suhu netral danÂ keterterimaan termal di kedua kota tersebut, sementara suhu preferensi memiliki korelasi yang tidakÂ signifikan.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2014-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/69</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 9 No. 1 (2014); 28-40</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 9 No 1 (2014); 28-40</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/69/30</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2014 Muhammad Nur Fajri Alfata, Agung Murti Nugroho, Sri Nastiti Eka Siwi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/70</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:17:35Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kinerja Bangunan Desain Pasif Berdasarkan Simulasi Ecotect dan Pengukuran Lapangan Studi Kasus : Bangunan Konvensi Grha Wiksa Praniti Bandung</dc:title>
	<dc:creator>Prasetyo, Yuri Hermawan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ecotect</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">evaluasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bangunan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pencahayaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">penghawaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">alami</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Optimasi kinerja bangunan gedung melalui pendekatan pasif desain dapat meminimalkan konsumsi energi pada saat fase operasional (Arif Kamal, M. 2012), (Samanta, A. 2013 ). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerjaÂ  bangunan melalui kajian simulasi EcotectÂ  dan hasil pengukuran lapangan pada gedung convention center Grha Wiksa Praniti di Bandung. Metode yang digunakan adalah komparasi kualitatif dengan membandingan antara hasil simulasi Ecotect dengan standar dan hasil penelitian lain yang sudah dilakukan. Analisis data pengukuran lapangan digunakan sebagai validasi hasil simulasi. Pengukuran lapangan menggunakan instrumen Questemp, Kanomax dan Lux meter selama pukul kerja; yaitu mulai 08.00 â€“ 18.00. Parameter yang diukur adalah temperatur udara (Tdb, Tglobe), kelembaban (RH), kecepatan angin (v) dan pencahayaan (Lux). Pengukuran temperatur juga dilakukan dengan menggunakan Data Logger selama 24 pukul pada ruang-ruang dengan fungsi utama yaitu ruang rapat timur, ruang rapat barat, ruang pameran, dan ruang konvensi. Analisis kinerja termal dilakukan dengan membandingkan suhu operatif (T0) dengan SNI (Standar Nasional Indonesia). Perbandingan suhu udara netral (Tn) dari perhitungan rumus ASHRAE dan suhu netral (Tn) rata-rata dari hasil penelitian kenyamanan adaptif dari beberapa penelitian juga dilakukan. Analisa pencahayaan mengacu pada standar besaran Lux yang sesuai dengan SNI 6197:2011. Hasil dari penelitian ini adalah rekomendasi untuk perbaikan sistem penghawaan dan pencahayaan alami pada ruang-ruang yang belum memenuhi standar termal dan standar intensitas cahaya pada saat pukul operasional bangunanÂ Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2014-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/70</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 9 No. 1 (2014); 41-53</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 9 No 1 (2014); 41-53</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/70/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2014 Yuri Hermawan Prasetyo</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/71</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:17:35Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Kualifikasi Fasilitas Pengukuran Absorpsi Bunyi di Ruang Dengung Multiguna Pusat Litbang Permukiman</dc:title>
	<dc:creator>Suhedi, Fefen</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Laboratorium akustik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">peluruhan bunyi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">absorpsi bunyi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">waktu dengung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ruang dengung</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak Makalah ini memaparkan hasil evaluasi fasilitas ruang dengung multi guna di Pusat Litbang Permukiman yang digunakan sebagai ruang uji insulasi bunyi dan uji absorpsi bunyi. Ruang dengung berbentuk segi lima tidak beraturan dengan volume 135 m3 dan luas 154 m2 . Terdapat bukaan seluas 11,25 m (3,75 m x 3 m) pada salah satu sisi yang dapat ditutup dengan bahan beton berongga setebal 100 mm yang dengan acian tebal 5 mm pada kedua sisinya. Evaluasi ruang dengung dilaksanakan terhadap volume, bentuk, dimensi, koefisien penyerapan bunyi permukaan, serta variasi waktu peluruhan bunyi terhadap posisi mikrofon dan posisi sampel. Variasi laju peluruhan bunyi terhadap posisi mikrofon diperoleh simpangan baku relatif untuk tiap-tiap frekuensi pada rentang 100 Hz â€“ 5000 H) memenuhi persyaratan ASTM C423 kecuali frekuensi 100 Hz, sedangkan variasi terhadap posisi sampel diperoleh simpangan baku relatif untuk frekuensi 100 Hz, 160 Hz, 200 Hz, dan 250 Hz melebihi nilai maksimum yang disyaratkan. Hasil pengukuran absorpsi bunyi terhadap sampel rockwool (densiti 100 kg/m , tebal 50 mm) diperoleh koefisien absorpsi dengan rentang ketidakpastian 0,11 untuk frekuensi 100 Hz dan tidak lebih dari 0,08 untuk frekuensi lainnya pada tingkat kepercayaan 95%.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2014-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/71</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 9 No. 1 (2014); 54-61</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 9 No 1 (2014); 54-61</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/71/32</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2014 Fefen Suhedi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/72</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:14:18Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Legal Aspek Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Kota Bandung</dc:title>
	<dc:creator>Iriani, Lia Yulia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pemanfaatan ruang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengendalian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perizinan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perubahan fungsi lahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kebijakan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pemanfaatan ruang di Kota Bandung didominasi oleh aspek permukiman dengan tingkat penggunaan lahan mencapai 62,56 % untuk perumahan. Jumlah penduduk tahun 2011, mencapai 3.468.463 jiwa (Badan Pusat Statistik Kota Bandung 2013), menyebabkan penataan kota dan tingkat kebutuhan rumah meningkat, yaituÂ 3,60 % atau 707.128 unit sampai tahun 2015. Salah satu permasalahan yang harus dibenahi adalahÂ pelanggaran terhadap pemanfaatan ruang yang disebabkan oleh aspek perizinan, perubahan fungsi lahan pertanian produktif dan aplikasi peruntukan lahan yang berpengaruh pada pengendalian permukiman sebesar 77,9%. Metode penelitian yang digunakan eksplanatori, yaitu mengkaji bagaimana suatu kebijakan pemerintah dapat diaplikasikan, dalam hal ini pemanfaatan ruang yang berdampak terhadap pengendalian permukiman. PendekatanÂ  dilakukan secara kuantitatif. Sampling menggunakan teknik non probability, dengan teknik purposif yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Aplikasi di lokasi penelitian menunjukkan bahwa rencana tata ruang belum dapat dijadikan alat acuan pemberian perizinan pemanfaatan ruang di daerah, untuk itu perlu penerapan kebijakan secara terpadu sesuai dengan arah kebijakan pembangunan yang sedang digalakkan. Peraturan daerah tentang pemanfaatan ruang terpadu di Kota Bandung, sebagai salah satu acuan normatif dalam penyelesaian konflik pemanfatan ruang termasuk pengendalian permukiman perlu segera diberlakukan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2013-11-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/72</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 8 No. 3 (2013); 120-127</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 8 No 3 (2013); 120-127</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/72/34</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2013 Lia Yulia Iriani</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/79</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T06:50:17Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kalibrasi Prediksi Kekuatan Tekan Beton Tidak Terkekang pada Uji Palu Beton Menggunakan Benda Uji Lapangan</dc:title>
	<dc:creator>Hariono, Ajun</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kalibrasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">prediksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">akurat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kekuatan tekan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tidak terkekang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">palu beton</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">beton inti</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penentuan kekuatan bahan bangunan secara akurat bisa ditentukan dengan uji destruktif laboratorium. Uji ini prosesnya relatif rumit dan mahal. Di sisi lain terdapat alat prediksi berupa alat uji non destruktif lapangan yang umumnya memberikan nilai uji yang relatif kurang akurat. Akurasi prediksi uji non destruktif itu bisa dinaikkan dengan cara mengkalibrasi hasil uji tersebut dengan formula model regresi data uji destruktif laboratorium terhadap data uji nondestruktif lapangan. Salah satu cara uji non destruktif lapangan untuk menaksir kekuatan tekan beton adalah dengan uji palu beton. Berdasarkan analisa regresi pada data uji destruktif beton inti dan data uji nondestruktif palu beton pada 181 benda uji yang diperoleh dari 18 buah gedung terpasang, formula model regresi tersebut telah dibuat. Kesimpulan yang bisa ditarik adalah bahwa formula model regresi yang paling baik kinerjanya adalah formula regresi pangkat dengan perlakuan data (log 10).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/79</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 12 No. 1 (2017); 1-7</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 12 No 1 (2017); 1-7</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/79/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Ajun Hariono</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/80</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T06:50:17Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemanfaatan Abu Ampas Tebu dalam Pembuatan  Beton Busa Ringan</dc:title>
	<dc:creator>Triastuti, Triastuti</dc:creator>
	<dc:creator>Nugroho, Ananto</dc:creator>
	<dc:creator>Saleh, Arif Rahman</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Beton busa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">abu ampas tebu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kuat tekan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">berat jenis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kuat lentur</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Beton busa (Foamed Concrete) adalah salah satu jenis beton ringan yang terdiri dari pasta semen atau mortar, dimana ruang udara atau pori-pori strukturnya terbentuk dengan menambahkan foaming agent kedalam campuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu ampas tebu sebagai bahan penganti semen dalam pembuatan beton busa ringan (lightweight foamed concrete). Â Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Semen Portland tipe I, abu ampas tebu, pasir, foaming agent dan air. Mix design yang digunakan dalam penelitian ini sesuai dengan ASTM C 796 -97 dengan kuat tekan yang diharapkan sebesar 1,4 MPa. Kuat tekan tertinggi yang dihasilkan pada umur 28 hari sebesar 1,2 MPa sampai 1,9 MPa. Kuat tekan terbesar didapat pada beton busa ringan dengan kadar abu ampas tebu 12%. Sedangkan berat jenis sebesar 1014 â€“ 1037 kg/m3 dan kuat lenturnya sebesar 0,69 â€“ 1,38 MPa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/80</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 12 No. 1 (2017); 20-24</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 12 No 1 (2017); 20-24</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/80/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Triastuti Triastuti, Ananto Nugroho, Arif Rahman Saleh</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/81</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T05:01:30Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perbandingan Model Perkuatan (Tipe H Dan D) terhadap Model Normal (Tipe K) dalam Menentukan Daktilitas Confined Masonry</dc:title>
	<dc:creator>Hariono, Ajun</dc:creator>
	<dc:creator>Rusli, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Hernanti, Hanna Yuni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gempa bumi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">confined masonry</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perkuatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tulangan horizontal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">daktilitas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia termasuk dalam wilayah yang sangat rawan bencana gempa bumi. Gempa-gempa tersebut telah menyebabkan ribuan korban jiwa, keruntuhan dan kerusakan ribuan infrastruktur, serta dana trilyunan rupiah untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Pencegahan kerusakan akibat gerakan tanah dapat dilakukanmelalui proses perencanaan struktur dan konstruksi yang baik. Salah satu jenis sistem struktur yang banyak digunakan pada bangunan rumah di Indonesia adalah sistem confined masonry. Berdasarkan pengalaman kegempaan, daktilitas struktur merupakan salah satu parameter yang sangat penting dalam menjamin keamanan struktur bangunan. Hasil penelitian ini nantinya bisa digunakan sebagai alternatif teknologi struktur perkuatan daktilitas confine masonry dalam tahap perencanaan struktur. Metodologi penelitian adalah pengujian eksperimental dan analisis numerik. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian eksperimental lateral siklik skala penuh. Aspek yang dianalisa dari hasil pengujian adalah: kekuatan, kekakuan dan daktilitas. Benda uji yang dibuat sebanyak 3 buah yaitu: model konvensional (K), model perkuatan horizontal (H), dan model perkuatan diagonal (D). Dari hasil pengujian dan analisa data diketahui bahwa kinerja aspek kekuatan, kekakuan dan daktilitas Model H lebih superior dari model lainnya.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2016-11-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/81</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 11 No. 2 (2016); 128-139</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 11 No 2 (2016); 128-139</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/81/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Ajun Hariono, Muhammad Rusli, Hanna Yuni Hernanti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/82</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T05:01:30Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penginterpretasian Hasil Inspeksi Keandalan Bangunan Gedung</dc:title>
	<dc:creator>Wuryanti, Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Suhedi, Fefen</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keandalan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">keselamatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kenyamanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kemudahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bobot kepentingan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Analytic</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pemeriksaan keandalan bangunanÂ  gedung Â wajib Â dilaksanakan untuk Â seluruh Â bangunanÂ  gedung Â sesuai peraturan perUndang-undangan yang berlaku. Pemeriksaan keandalan bangunan gedung dilakukan untuk empat kriteria: keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan (4K). Hasil pemeriksaan harus dapat ditampilkan dengan cara yang memudahkan pengambil keputusan membuat kesimpulan. Kondisi andal untuk seluruh kriteria mungkin sulit dicapai karena alasan kebutuhan dan kemampuan pemilik gedung. Penulis mengusulkan sebuah model penilaian terhadap hasil pemeriksaan keandalan bangunan gedung dengan menggabungkan dua metoda. Metoda dikotomi untuk penilaian kriteria keselamatan dan metoda skor untuk ketiga kriteria lainnya. Tulisan ini menyampaikan model penilaian metoda skor dengan bobot kepentingan dianalisis dengan metoda Analytic Hierarchy Process (AHP). Bobot kepentingan kriteria atau subkriteria ditentukan untuk fungsi gedung kantor, mall, dan hotel. Bangunan disebut andal bila memenuhi dua persyaratan penilaian, (1) memenuhi seluruh kriteria keselamatan diberi skor P, dan (2) skor kriteria kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan, Ss, Sn, Sm lebih besar dari 60. Â Hasil analisis AHP pada level kriteria diperoleh bobot tertinggi rata-rata 51% untuk kriteria kenyamanan, disusul kriteria kesehatan 29% dan terakhir kriteria kemudahan dengan bobot 20%. Bobot level subkriteria menghasilkan bobot absolut dengan peringkat tertinggi untuk gedung fungsi kantor dan hotel pada subkriteria kenyamanan udara di dalam gedung sebesar 20%, sedangkan untuk fungsi mall diberikan pada subkriteria kenyamanan ruang gerak dan hubungan antarruang sebesar 20%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2016-11-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/82</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 11 No. 2 (2016); 74-87</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 11 No 2 (2016); 74-87</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/82/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 JURNAL PERMUKIMAN</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/83</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:14:18Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aplikasi Sistem Drainase Berwawasan Lingkungan Zero Run Off pada Kawasan Permukiman</dc:title>
	<dc:creator>Sarbidi, Sarbidi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Drainase</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">subreservoir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">resapan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">limpasan nol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">genangan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia mempunyai curah hujan tinggi antara (1.000 â€“ 4.000) mm/tahun. Penduduk dan urbanisasi tinggi menyebabkan alih fungsi lahan besar-besaran. Drainase konvensional sudah tidak mampu mengimbangi dampak yang ditimbulkannya. Hal itu diperlukan sistem drainase yang mampu menciptakan limpasaan air nol (LAN). Inilah alasan tahun 2012 diterapkan prototipe drainase berwawasan lingkungan, subreservoir tampung, resap, manfaat dan alirkan (TRMA) kelebihan air hujan ke badan air penerima. Tujuannya untuk mendapatkan kinerja prototipe drainase ramah lingkungan metode subreservoir TRMA dalam mereduksi limpasan air hujan dan genangan air dari ruang terbuka hijau (RTH) halaman kantor. Kegiatan dilaksanakan dengan metode eksperimental pada prototipe drainase berwawasan lingkungan subreservoir TRMA di RTH Pusat Litbang Permukiman Bandung. Kinerja prototipe dirumuskan dari simulasi matematis dan observasi operasi prototipe pada beberapa kali kejadian hujan deras (maksimum). Hasil kegiatan antara lain (1) prototipe drainase berwawasan lingkungan, subreservoir TRMA dapat diterapkan untuk menghasilkan limpasaan air nol (LAN), (2) kedalaman genangan air hanya 1 â€“ 5 cm, setelah hujan reda, masih ada genangan selama 30 â€“ 60 menit atau kurang dari 2 jam (3) volume pemanenan air hujan besar dan konsumsi air minum kantor terpenuhi dengan baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2013-11-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/83</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 8 No. 3 (2013); 128-135</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 8 No 3 (2013); 128-135</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/83/70</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2013 Sarbidi Sarbidi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/84</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:14:18Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Daur Ulang Air Limbah Rumah Tangga dengan Teknologi Biofilter dan Hybrid Constructed Wetland di Kawasan Pesisir</dc:title>
	<dc:creator>Hastuti, Elis</dc:creator>
	<dc:creator>Agustien, Rydha Riyana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kawasan pesisir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">daur ulang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">air limbah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hybrid constructed wetland</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kualitas air</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Upaya daur ulang air limbah pada komunitas pesisir selain ditujukan untuk perlindungan lingkungan pesisir juga untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga terutama pada daerah rawan air, sehingga dapat mengurangi pemakaian air tanah dan ketergantungan pada sumber air regional yang ada diluar lokasi. Penelitian model fisik daur ulang air limbah ini dilakukan menggunakan metoda eksperimen skala lapangan dengan kapasitas pengolahan sekitar 20 m 3/hari. Air baku yang digunakan berasal dari efluen kolam anaerobik Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kesenden, Kota Cirebon. Ujicoba teknologi pengolahan dilakukan dengan penerapan sistem biofilm anaerobik (media jaring ikan dan batok kelapa) dan pengolahan lanjutan dengan hybrid constructed wetland/lahan basah buatan. Selanjutnya dilakukan pengolahan tersier dengan upflow saringan pasir lambat dan saringan karbon untuk mencapai penyisihan yang efektif dari organik, nutrien atau bakteri. Kualitas air daur ulang yang diperoleh dapat memenuhi standar United States Environmental Protection Agency (USEPA), menunjukkan nilai Biochemical Oxygen Demand (BOD) lebih kecil dari 10 mg/L dan kekeruhan lebih kecil dari 2 mg/L. Penerapan teknologi daur ulang yang efektif diharapkan dapat mendukung adaptasi wilayah pesisir dalam menghadapi masalah krisis air, pemenuhan kebutuhan non air minum, pengisian air tanah ataupun mengurangi kerusakan ekosistem akibat pembuangan air limbah yang tidak terkendali.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2013-11-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/84</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 8 No. 3 (2013); 136-144</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 8 No 3 (2013); 136-144</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/84/71</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2013 Elis Hastuti, Rydha Riyana Agustien</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/85</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:14:18Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sistem Struktur Rumah Mengapung di Danau Tempe Sulawesi Selatan</dc:title>
	<dc:creator>Naing, Naidah</dc:creator>
	<dc:creator>Halim, Haryanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Model</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sistem struktur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">rumah mengapung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mitigasi bencana</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Danau Tempe</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Struktur rumah mengapung di Danau Tempe berakar dari sejarah morfologi awal pertumbuhan rumah mengapung. Selain itu juga dipengaruhi oleh sistem struktur arsitektur tradisional Rumah Bugis di Kabupaten Wajo. Permukiman mengapung memiliki sejumlah permasalahan yang berkaitan dengan perubahan iklim (terjadinya kenaikan air di danau pada musim hujan, atau kekeringan di danau pada musim kemarau), sehingga lokasi bermukim mengapung dapat berpindah-pindah di atas air, mencari lokasi di danau yang masih terdapat air. Karakteristik air danau yang pasang surut, serta iklim yang cenderung ekstrim di atas air menyebabkan masyarakat menciptakan struktur rumah mengapung yang dapat beradaptasi dengan kondisi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi model sistem struktur rumah mengapung yang dapat beradaptasi di atas air. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etno-arsitektur akan digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model sistem struktur rumah mengapung untuk mengantisipasi bencana terdiri dari struktur bawah berbentuk susunan rakit dari tiga lapis bambu sebagai pelampung, serta model kaki Aladin dan telapak sebagai pondasi rumah di atas rakit. Struktur tengah berbentuk dinding papan dengan celah serta struktur atap pelana untuk keawetan struktur di atas air.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2013-11-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/85</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 8 No. 3 (2013); 145-152</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 8 No 3 (2013); 145-152</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/85/72</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2013 Naidah Naing, Haryanto Halim</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/86</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:14:18Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Lanskap Permukiman Tradisional Masyarakat Lampung Saibatin di Pekon Kenali, Lampung Barat</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Yustiani Yudha</dc:creator>
	<dc:creator>Gunawan, Andi</dc:creator>
	<dc:creator>Arifin, Nurhayati H.S.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Permukiman tradisional</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pekon Kenali</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lampung Saibatin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">piâ€™il pesenggiri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">reabilitasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pekon Kenali adalah cikal bakal masyarakat Lampung dan termasuk kawasan tradisional/bersejarah di Kabupaten Lampung Barat yang dikhawatirkan punah. Penelitian ini bertujuan mengkaji tatanan lanskap permukiman tradisional dan merumuskan rencana pengembangannya. Metode yang digunakan berupa analisis deskripsi dan spasial melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik permukiman tradisionalnya adalah berkumpul, memanjang mengikuti bentuk jalan raya, tanah garapan berada di belakang, dan terletak di dekat sungai. Faktor sosial-budaya yang mempengaruhi karakteristik permukiman adalah sistem hidup piâ€™il pesenggiri (berlaku terhadap sesama manusia, hewan, tumbuhan, dan alam). Selain itu, saling bergotong-royong dalam segala aspek kehidupan, seperti: pengolahan ladang dan upacara-upacara adat, serta sistem kekerabatan membuat jarak rumah mereka saling berdekatan. Dalam hubungan dengan lingkungan alam terdapat semboyan Bumi Tuah Bepadan, bahwa manusia dengan alam tidak bisa dipisahkan. Penyebab pergeseran pola permukiman adalah serangan penjajah, gempa, pertambahan jumlah penduduk, da n pembangunan jalan beraspal. Hasil analisis penilaian kawasan pekon berupa tindakan rehabilitasi (total nilai 41) dengan mempertahankan karakter dan ciri khasnya, penambahan elemen lanskap harus berkarakter dan ciri khas tradisional.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2013-11-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/86</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 8 No. 3 (2013); 153-167</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 8 No 3 (2013); 153-167</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/86/73</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2013 Yustiani Yudha Putri, Andi Gunawan, Nurhayati H.S. Arifin</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/87</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:11:50Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Rumusan Metode Perhitungan Backlog Rumah</dc:title>
	<dc:creator>Rosa, Yulinda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kebutuhan rumah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">model perhitungan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">backlog</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Indonesia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">rumah layak huni</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tersedianya model perhitungan kebutuhan rumah yang sudah distandarkan berlaku secara nasional di Indonesia menjadi kebutuhan cukup mendesak saat ini. Ketersediaan data perumahan saat ini sangat terbatas, selain itu untuk informasi yang sama beberapa instansi mengeluarkan data berbeda . Perumusan model kebutuhan rumah dalam tulisan ini berdasarkan konsep kebutuhan rumah (housing need) setiap rumah tangga/keluarga dianggap sama yaitu jumlah rumah sudah tersedia atau rumah tangga baru yang membutuhkan rumah layak. Metode deduktif akan digunakan melalui pengamatan tiga model perhitungan backlog yaitu : model DCA, Fordham dan Cambridge, untuk mendapatkan model yang paling sesuai di Indonesia. Penelitian ini menghasilkan rumusan Backlog = âˆ‘ faktor penambah - âˆ‘ faktor pengurang + âˆ‘ faktor eksternal. Backlog adalah jumlah rumah yang belum/tidak tertangani; Faktor penambah adalah semua faktor yang berpengaruh terhadap bertambahnya jumlah backlog rumah. Faktor penambah ini mencakup : 1. jumlah rumah tangga yang tidak memiliki rumah, 2. jumlah rumah tidak layak huni, 3. jumlah rumah rawan tidak layak huni, 4. jumlah bukan rumah tangga; faktor pengurang adalah semua faktor yang berpengaruh terhadap berkurangnya jumlah kebutuhan perumahan. Faktor pengurang ini mencakup : 1. jumlah rumah dibangun, 2. jumlah rumah diperbaiki karena sudah tidak layak huni, 3. jumlah rumah kosong (tidak dihuni). Faktor eksternal adalah faktor lain yang berpengaruh terhadap penyediaan kebutuhan perumahan, yaitu jumlah rumah rusak akibat bencana dan jumlah rumah rusak karena program kebijakan pemerintah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2013-08-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/87</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 8 No. 2 (2013); 58-68</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 8 No 2 (2013); 58-68</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/87/74</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2013 Yulinda Rosa</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/88</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:11:50Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pola Ruang Area Pelayanan Sekolah Dasar di Kota Cimahi</dc:title>
	<dc:creator>Desriani, Rian Wulan</dc:creator>
	<dc:creator>Purnianti, Siska</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sekolah Dasar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">area pelayanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">penduduk pendukung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">analisis spasial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kota Cimahi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dunia pendidikan masih menghadapi tantangan-tantangan yang cukup mendasar, salah satunya adalah perluasan dan pemerataan akses lokasi sekolah yang tercantum dalam misi pendidikan nasional yaitu mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. Pelayanan pendidikan dasar, umumnya di Sekolah Dasar (SD), diberikan untuk anak berumur 7 hingga 12 tahun. Penyediaan SD diatur oleh Pemerintah Daerah. Pada tahun 2000 â€“ 2009, Kota Cimahi mengalami penurunan jumlah SD. Penurunan jumlah ini tidak serta merta dapat dirujuk sebagai penurunan pemerataan akses ke lokasi SD. Pemerataan akses merupakan kemudahan penduduk menjangkau lokasi SD terdekat. Oleh karena itu tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola ruang dari 71 area pelayanan Sekolah Dasar di Kota Cimahi. Analisis spasial dilakukan untuk mengetahui distribusi penduduk, serta jarak dan area pelayanan masing-masing lokasi SD. Radius pelayanan satu SD yang digunakan adalah 1.000 m dengan jumlah penduduk pendukung 2.500 jiwa. Hasil analisis menunjukkan bahwa akses menuju lokasi SD di Kota Cimahi terjangkau dari di seluruh kota, dimana 96,9% area berjarak â‰¤ 1.000 m menuju lokasi SD terdekat. Hasil simulasi jumlah penduduk pendukung eksisting dan jumlah SD eksisting per area pelayanan masing-masing lokasi SD, memperlihatkan lokasi SD yang mengalami kelebihan dan kekurangan jumlah. Terdapat 53 lokasi SD yang undersupply, artinya jumlah SD yang dibutuhkan lebih banyak dari pada jumlah SD eksisting. Terdapat 18 lokasi SD yang oversupply, artinya jumlah SD yang dibutuhkan lebih sedikit dari pada jumlah SD eksisting. SD yang oversupply cenderung berada dekat dengan SD lainnya. Jika Pemerintah Kota Cimahi ingin penyediaan SD yang lebih efisien secara lokasi dan jumlah, maka tulisan ini menyarankan untuk adanya penambahan dan penggabungan SD di beberapa lokasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2013-08-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/88</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 8 No. 2 (2013); 69-77</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 8 No 2 (2013); 69-77</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/88/75</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2013 Rian Wulan Desriani, Siska Purnianti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/89</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:11:50Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Identifikasi Tipologi Arsitektur Rumah Tradisional Melayu di Kabupaten Langkat dan Perubahannya</dc:title>
	<dc:creator>Rumiati, Asnah</dc:creator>
	<dc:creator>Prasetyo, Yuri Hermawan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Identifikasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">rumah tradisional</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tipologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">vernakular</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Melayu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Rumah Tradisional Melayu (RTM) di Kabupaten Langkat masih terlihat eksistensinya walaupun keberadaannya sudah banyak mengalami perubahan. Bangunan tradisional memiliki kearifan lokal baik dari segi arsitektural maupun struktural yang merupakan wujud respon ekologi, sosial dan ekonomi lokal. Kajian ini bertujuan untuk untuk melakukan identifikasi tipologi arsitektur rumah tradisional Melayu di Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara dan mengetahui perubahannya. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologis yaitu merekam dan menyajikan fenomena yang ditemukan dilapangan sebagai fakta yang mencakup kondisi eksisting dan perubahannya. Pemilihan RTM yang diobservasi menggunakan metode purposive sampling, dengan kriteria pemilihan antara lain keaslian bentuk/arsitektur rumah dan rumah yang masih dihuni. Hasil kajian didiskripsikan secara kualitatif menurut klasifikasi dan kesamaan karakter. Hasil kajian ini memperlihatkan bahwa tipologi RTM dibedakan menjadi tiga, yaitu; rakyat vernakular, bangsawan vernakular dan modern vernakular. Ketiga tipologi RTM tersebut masih ditemukan di Kecamatan Hinai sedangkan di Kecamatan Tanjung Pura dan di Kecamatan Stabat tidak dijumpai tipologi RTM bangsawan vernakular. RTM rakyat vernakular yang paling banyak ditemukan di Kecamatan Stabat. Perubahan wujud dan ruang pada RTM merupakan bentuk upaya penghuni untuk mempertahankan eksistensi RTM namun terdapat keterbatasan dalam penggantian elemen seperti aslinya dan juga dipengaruhi perubahan pola hidup yang menuntut adanya fungsi ruang baru.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2013-08-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/89</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 8 No. 2 (2013); 78-88</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 8 No 2 (2013); 78-88</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/89/76</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2013 Asnah Rumiati, Yuri Hermawan Prasetyo</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/90</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:11:50Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Peningkatan Tempat Pembuangan Sampah Sementara Sebagai Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu</dc:title>
	<dc:creator>Aryenti, Aryenti</dc:creator>
	<dc:creator>Kustiasih, Tuti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sampah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">daur ulang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pemilahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengelolaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pemanfaatan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, tentang Pengelolaan Sampah, bahwa pengelolaan sampah terdiri dari pengurangan dan penanganan sampah. Kebijakan pengelolaan sampah Reduce, Reuse, Recycle (3R) merupakan strategi nasional dalam upaya mengurangi timbulan sampah. Tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dapat dirubah menjadi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang merupakan pusat penanganan sampah dengan konsep 3R antara lain mendaur ulang dan pemanfaatan kembali sampah, sehingga sampah yang diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah sudah tereduksi. Kegiatan yang dilakukan di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu ini adalah pengangkutan dari sumber ke TPST, pemilahan, pengomposan sampah, dan penjualan sampah anorganik. Untuk mengatur pelaksanaan kegiatan dibentuk suatu lembaga yang bertanggung jawab, adanya pengaturan keuangan, ada manajemen pembukuan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji penerapan pengelolaan sampah dengan konsep 3R di tempat pembuangan sampah sementara di lingkungan Kelurahan Banjarsari, Kota Surakarta yang dilakukan oleh masyarakat dan pengangkut sampah skala kelurahan dalam upaya mengurangi sampah sebelum diangkut ke TPA. Metode pengumpulan data melalui observasi lapangan, kuesioner, wawancara. Analisa data adalah secara deskriptif evaluatif terhadap sistem pengelolaan sampah di TPST. Dari hasil kajian diperoleh bahwa dengan adanya peningkatan fungsi dari tempat pembuangan sampah sementara menjadi tempat pengelolaan sampah terpadu dengan konsep 3R di TPST Kadipiro mampu mereduksi sampah Â± 67 % dari jumlah sampah di TPST.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2013-08-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/90</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 8 No. 2 (2013); 89-97</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 8 No 2 (2013); 89-97</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/90/77</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2013 Aryenti Aryenti, Tuti Kustiasih</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/91</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:11:50Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kinerja Termal pada Rumah Tradisional Sao Ria di Desa Ngalupolo dan Nggela Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)</dc:title>
	<dc:creator>Suwantara, I Ketut</dc:creator>
	<dc:creator>Damayanti, Desak Putu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sao Ria</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kinerja termal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bangunan tradisional</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">termal statis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">respon termal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tulisan ini mengkaji mengenai kinerja termal bangunan tradisional Sao Ria di Desa Ngalupolo dan Desa Nggela, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kajian-kajian terdahulu masih sebatas pada kajian bentuk, ruang, dan makna bangunan. Keunggulan bangunan sebagai wadah aktifitas yang nyaman pada kondisi iklim setempat, masih sangat jarang diangkat. Sebagai suatu evalator research, maka kajian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kinerja bangunan pada musim kemarau dan hujan. Data untuk pengukuran statis berupa karakteristik Sao Ria, suhu (t), kelembapan (RH), dan kecepatan angin (V), diperoleh dari hasil pengukuran survei lapangan selama 1x24 jam. Alat yang digunakan adalah Hioki Loger, Questem-34, dan Thermohigrometer Kanomax. Analisis yang dilakukan adalah dengan membandingkan perbedaan suhu yang terjadi sebagai indikator kenyamanan ruang dalam yang terbentuk. Hasilnya dikomparasi dengan pengukuran respon termal penghuni terhadap kondisi ruang yang terjadi. Ditemukan bahwa meskipun kondisi kelembapan setempat &amp;gt; 80%, dengan kecepatan angin 0,1 s/d 1 m 2, namun kinerja kedua Sao Ria menunjukkan bahwa suhu ruang dalam mampu lebih hangat pada musim hujan dan juga sebaliknya. Hal ini menunjukkan termal statis sebanding dengan respon termal. Temuan ini dapat menjadi dasar pembelajaran dalam hal pengembangan disain bangunan masa kini, dengan mengadopsi sistem kinerja bangunan Sao Ria tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2013-08-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/91</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 8 No. 2 (2013); 98-107</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 8 No 2 (2013); 98-107</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/91/78</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2013 I Ketut Suwantara, Desak Putu Damayanti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/92</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:11:50Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Awal Kelas Situs untuk Perencanaan Ketahanan Gempa Struktur Bangunan Gedung di DKI Jakarta</dc:title>
	<dc:creator>Aldiamar, Fahmi</dc:creator>
	<dc:creator>Ridwan, Mohamad</dc:creator>
	<dc:creator>Rusli, Rusli</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Standard penetration test</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">site class</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jakarta</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">seismic parameter</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">peak acceleration at ground surface</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Untuk kebutuhan perencanaan ketahanan gempa struktur bangunan gedung, diperlukan parameter disain berupa percepatan puncak dan spektra disain di permukaan tanah. Untuk mendapatkan parameter tersebut diperlukan klasifikasi kelas situs, sehingga parameter gempa di permukaan dihasilkan dari percepatan di batuan dasar atau pada kelas situs B (SB) dikalikan dengan faktor koefisien situs. Klasifikasi kelas situs ditentukan oleh SNI 1726 : 2012 untuk lapisan tanah setebal 30 m dapat ditentukan berdasarkan nilai uji penetrasi standar ( N ), kecepatan rambat gelombang geser ( V s ) atau kuat geser niralir ( S u ). Mengingat umumnya uji penetrasi standar dilakukan di Indonesia, maka pada tulisan ini disampaikan evaluasi kelas situs berdasarkan data penetrasi standar hingga kedalaman 30 m yang dikumpulkan dari kegiatan microzonasi Jakarta yang dilakukan oleh kerjasama antara Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Litbang Pemukiman, Pemerintah DKI dan Institut Teknologi Bandung. Analisis awal menggunakan metode fungsi berbasis radial dengan fungsi spline Kernel pada data uji penetrasi standar di DKI Jakarta menunjukkan bahwa hampir keseluruhan area Jakarta Utara dan Jakarta Pusat masuk dalam kategori kelas situs E (tanah lunak) dengan nilai N &amp;lt;15, sedangkan beberapa bagian di Jakarta Barat, Timur dan Selatan terlihat area dengan nilai N &amp;gt;15 yang menunjukkan bahwa beberapa area di daerah tersebut masuk dalam kategori kelas situs D (tanah sedang).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2013-08-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/92</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 8 No. 2 (2013); 108-114</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 8 No 2 (2013); 108-114</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/92/79</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2013 Fahmi Aldiamar, Mohamad Ridwan, Rusli Rusli</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/93</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:08:53Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Penambahan Baja Tulangan Horizontal pada Dinding Pasangan Bata Merah Terkekang</dc:title>
	<dc:creator>Bachroni, Cecep Bakheri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dinding  pasangan  bata  merah  terkekang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tulangan  horizontal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kapasitas  geser  dinding terkekang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mode keruntuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pola retak</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sistem struktur penahan beban lateral dengan menggunakan dinding pasangan bata merah terkekang adalah sistem struktur yang paling umum digunakan untuk bangunan rumah tinggal sampai dengan dua lantai. Ketahanan gempa sistem struktur ini tergantung pada potensial disipasi energi dari elemen struktur balok, kolom dan pasangan bata merah yang dirancang dengan baik, sehingga bangunan dapat mengalami deformasi inelastik yang besar dan keruntuhan bangunan akibat beban lateral gempa dapat dikendalikan oleh kemampuan deformasi sistem struktur bangunan. Pada struktur dinding pasangan bata merah terkekang. Tegangan akibat gempa direspon oleh unsur-unsur horisontal, vertikal dan/atau diagonal secara bersama-sama. Regangan elemen-elemen pengekang dan regangan diagonal strut pasangan mendisipasi jumlah energi yang signifikan selama gempa bumi. Agar keruntuhan dinding dikendalikan oleh regangan diagonal strut, maka kapasitas sliding geser dinding harus lebih besar dari kapasitas tekan diagonal strut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki perilaku seismik pasangan terkekang yang disisipi baja tulangan diameter 8 mm secara horizontal pada panel dindingnya. Spasi vertikal baja tulangan ini adalah satuÂ meter yang menembus dariÂ kolomÂ satu keÂ kolomÂ  lainnya.Â HasilÂ penyelidikanÂ eksperimental menunjukkan bahwa dinding pasangan terkekang dengan tambahan baja ini memberikan kestabilan deformasi yang lebih baik, sehingga dapat memberikan kapasitas simpangan yang lebih panjang dibandingkan dengan dinding tanpa tambahan baja tulangan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2013-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/93</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 8 No. 1 (2013); 1-12</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 8 No 1 (2013); 1-12</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/93/80</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2013 Cecep Bakheri Bachroni</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/94</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:08:53Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Sistem Pengelolaan Bangunan Rumah Susun Sederhana</dc:title>
	<dc:creator>Sukmajati, Danto</dc:creator>
	<dc:creator>Hardi, Joni</dc:creator>
	<dc:creator>Muladi, Edy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rumah susun sederhana</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kualitas fisik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">lingkungan sosial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengelolaan bangunan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pola kerjasama</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pembangunan rumah susun sederhana dipercaya oleh Pemerintah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta sebagai salah satu jalan keluar penyediaan kebutuhan rumah layak huni dan sekaligus perbaikan lingkungan di DKI Jakarta. Namun demikian penyediaannya belum didukung oleh sistem pengelolaan yang baik dan efisien. Alih-alih mencapai tujuan seperti yang diharapkan, rumah susun sederhana malah seperti memindahkan kekumuhan horizontal menjadi kekumuhan vertikal. Tulisan ini disarikan dari hasil kajian tentang pengelolaan rumah susun yang dibangun oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Kajian yang menggunakan kaidah kualitatif dengan wawancara dan observasi lapangan ini selain menghasilkan kesimpulan tentang potret pengelolaan yang ada saat ini serta dampaknya terhadap kualitas bangunan dan lingkungan. Pada bagian akhir dihasilkan beberapa usulan dan rekomendasi model pengelolaan rumah susun sederhana yang sesuai diterapkan di DKI Jakarta.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2013-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/94</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 8 No. 1 (2013); 13-23</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 8 No 1 (2013); 13-23</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/94/81</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2013 Danto Sukmajati, Joni Hardi, Edy Muladi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/95</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:08:53Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Daya Dukung Lahan untuk Pengembangan Perumahan di Pulau Panggang, Pulau Pramuka, Pulau Kelapa dan Pulau Tunda</dc:title>
	<dc:creator>Kuswara, Kuswara</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pulau kecil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">penduduk</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perumahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">daya dukung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">keberlanjutan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tulisan ini membahas mengenai analisis daya dukung lahan untuk mendukung pengembangan perumahan di pulau-pulau kecil dengan mengambil kasus Pulau Panggang, Pulau Pramuka, Pulau Kelapa, dan Pulau Tunda. Tujuan pembahasan ini untuk memberikan gambaran mengenai karakteristik daya dukung lahan di masing-masing pulau dalam kaitannya dengan pengembangan perumahan saat ini maupun masa yang akan datang. Dengan diketahuinya karakteristik daya dukung lahan maka dapat ditentukan arahan atau rekomendasi untuk pengembangan perumahan maupun upaya penataan yang diperlukan. Dalam analisis daya dukung ini, metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif terhadap daya tampung lahan sesuai dengan kriteria yang terdapat dalam SNI 1733 â€“ 2004 dan Petunjuk Teknis Perencanaan Tata Ruang Pulau- pulau Kecil. Berdasarkan hasil analisis, untuk kondisi saat ini daya dukung lahan Pulau Tunda dan Pulau Pramuka masih dapat mendukung perumahan yang ada, sedangkan perumahan di Pulau Kelapa dan Pulau Panggang sudah melebihi daya dukung lahan kedua pulau tersebut. Untuk perkiraan 10 tahun ke depan, dengan menggunakan proyeksi penduduk dan kebutuhan lahan untuk perumahan disimpulkan hanya Pulau Tunda yang masih mampu menampung pengembangan perumahan, sedang perkembangan perumahan di ketiga pulau lainnya sudah melampaui daya dukung yang ada. Kondisi ini juga menggambarkan bahwa perkembangan pembangunan dan pertumbuhan penduduk yang cepat apabila tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan penurunan kualitas lingkungan secara lebih cepat juga</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2013-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/95</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 8 No. 1 (2013); 24-29</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 8 No 1 (2013); 24-29</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/95/82</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2013 Kuswara Kuswara</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/96</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:08:53Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Metode Kovariansi dalam Penilaian Kinerja Kemampuan Adaptasi Bangunan terhadap Lingkungan</dc:title>
	<dc:creator>Sabaruddin, Arief</dc:creator>
	<dc:creator>Karyono, Tri Harso</dc:creator>
	<dc:creator>Tobing, Rumiati R.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Analisa kovariansi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">variabel respon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">variabel konkomitan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">variabel faktor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">taraf</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian arsitektur terkait dengan pengukuran kinerja bangunan terhadap kemampuan adaptasi pada lingkungan (iklim mikro), sering sekali terkendala oleh kondisi tempat dan cuaca, yang tidak memiliki kesamaan ketika kegiatan pengukuran dilakukan pada beberapa sampel. Beberapa variabel data yang diukur sulit untuk dikontrol, seperti dalam pengukuran udara (iklim mikro). Pada kasus penelitian pengaruh desain terhadap kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan, diperlukan beberapa sampel yang diambil dari desain yang berbeda. Kegiatan membandingkan kinerja dua objek bangunan pada lokasi yang berbeda, seperti perbedaan lokasi antara kawasan pantai dataran rendah dengan lokasi pada dataran tinggi. Kinerja bangunan dalam hal ini dinyatakan sebagai kemampuan desain bangunan untuk beradaptasi terhadap lingkungan outdoor terhadap lingkungan indoor. Bangunan berfungsi melindungi penghuninya dari gangguan di luar bangunan. Dalam penelitian arsitektur demikian terdapat tiga variabel utama, yakni, sebagai variabel dependen adalah lingkungan indoor, variabel independen adalah lingkungan outdoor dan variabel faktor adalah aspek-aspek desain. Metode Analisa Kovariansi sudah umum digunakan pada penelitian pada disiplin ilmu di luar disiplin arsitektur. Tulisan ini menjelaskan penerapan metode dengan Analisa Kovariansi dalam mengukur kinerja desain bangunan secara murni tanp a pengaruh perbedaan tempat dan iklim mikro.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2013-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/96</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 8 No. 1 (2013); 30-38</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 8 No 1 (2013); 30-38</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/96/83</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2013 Arief Sabaruddin, Tri Harso Karyono, Rumiati R. Tobing</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/97</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:08:53Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengolahan Air Leachate Sampah dengan Teknologi Aerasi dan Filtrasi</dc:title>
	<dc:creator>Prayudi, Tibin Ruby</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konsumsi oksigen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">aerasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">leachate</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sampah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pH</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">warna</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">COD</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Masalah utama tempat pembuangan akhir sampah adalah terjadinya infiltrasi leachate yang akan mencemari tanah dan lapisan air tanah. Pengolahan leachate sampah dilakukan secara kimia atau biologi tergantung pada karakteristik leachate. Kurangnya kandungan oksigen terlarut akan menghambat proses biodegradasi sehingga kandungan zat organik leachate akan meningkat. Dari latar belakang di atas maka akan dilakukan uji coba pengolahan air leachate dengan teknologi aerasi. Uji coba dilakukan dengan tiga model yaitu proses aerasi dengan satu kali kebutuhan oksigen, proses aerasi dengan dua kali kebutuhan oksigen dan proses aerasi satu kali kebutuhan oksigen dilengkapi dengan penyaringan media pasir saringan pasir lambat. Dari ketiga uji coba ini akan dibandingkan hasil pengolahannya terhadap kandungan pH, warna dan COD leachate. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan penurunan yang bermakna antara pH, warna dan COD sebelum dan sesudah pengolahan dilakukan uji t sampel berpasangan dengan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS). Dari ketiga cara pengujian, pengolahan secara aerasi dengan dua kali konsumsi oksigen meningkatkan kandungan pH paling kecil yaitu 4,05 % dan pengolahan secara aerasi dengan satu kali konsumsi oksigen dan penyaringan, merupakan cara pengolahan paling tertinggi dalam persentase menurunkan kandungan warna yaitu 61,54 % dan menurunkan COD sebanyak 31,22 %. Melalui uji t sampel diperoleh hubungan yang kuat antara pH, warna dan COD sebelum dan sesudah pengolahan karena signifikasi perhitungan p&amp;gt; the signifikasi pada tabel Î±</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2013-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/97</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 8 No. 1 (2013); 39-44</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 8 No 1 (2013); 39-44</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/97/84</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2013 Tibin Ruby Prayudi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/98</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:08:53Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Potensi Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik pada Kawasan Perkantoran</dc:title>
	<dc:creator>Setyawati, Lia Meilany</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Potensi sampah organik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengomposan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pupuk organik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">komposter</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sistem windraw</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Di dalam Undang-undang RI No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolan Sampah dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 81 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sejenis sampah rumah tangga mengamanatkan seluruh kawasan perkotaan salah satunya adalah kawasan perkantoran diwajibkan penyelenggaraan pengurangan sampah dan penanganan sampah, sehingga dipandang perlu mengembangkan model pengelolaan sampah. Pada umumnya kawasan perkantoran mempunyai luas yang cukup besar dan berlokasi cukup jauh dari Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA S), sehingga umumnya belum terlayani, maka konsep pengurangan sampah di sumber sangat cocok untuk diaplikasikan terutama sampah organik yang berpotensi cukup besar untuk dijadikan pupuk organik dengan konsep kawasan kantor mandiri. Kajian ini dilakukan di Kantor Pusat Litbang Permukiman di Cileunyi Kabupaten Bandung, proses pemilahan: reuse, reduce, recycle (3R) perlu dioperasionalkan secara optimal di sumber, sehingga residu sampah diusahakan seminimal mungkin yang harus diangkut ke TPA sampah. Metode yang digunakan deskriptif dan eksperimental. Deskriptif untuk pengukuran dan penghitungan timbulan dan komposisi sampah dari berbagai sumber dalam 2 musim, yang dihasilkan dari luas lahan terbuka hijau 76.974 m2 dan luas bangunan terbangun 8.384 m2 serta jumlah pegawai 293 orang. Eksperimental untuk menguji model pengelolaan sampah serta potensi sampah organik di perkantoran menjadi pupuk organik. Kajian ini menghasilkan timbulan sampah organik dari berbagai sumber sebesar 34.071,86 kg/tahun, pola yang direncanakan yakni sistem pengomposan (komposter, sistem windraw skala kawasan, bekas cacing/kascing) akan menghasilkan kompos sebesar 15.660 kg/tahun yaitu 46,4% dari sampah organik yang dihasilkan,Â  dengan C/N 15 - 20 telah memenuhi standard. Pola pengelolaan terpadu berbasis 3R (reduce, reuse, recycle) dan potensi daur ulang sampah organik menjadi pupuk organik dapat terjamin keberlanjutannya perlu didukung dengan keberadaan operator dan partisipasi para pegawai dalam melakukan pemilahan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2013-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/98</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 8 No. 1 (2013); 45-52</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 8 No 1 (2013); 45-52</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/98/85</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2013 Lia Meilany Setyawati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/99</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:59:40Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sifat Fisis dan Mekanis Bambu Laminasi Bahan Berbentuk Pelupuh (Zephyr) dengan Penambahan Metanol sebagai Pengencer Perekat</dc:title>
	<dc:creator>Cahyadi, Dany</dc:creator>
	<dc:creator>Firmanti, Anita</dc:creator>
	<dc:creator>Subiyanto, Bambang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bambu laminasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kempa dingin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pelupuh</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">polyurethane</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">metanol</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian bambu laminasi dengan menggunakan bahan berbentuk pelupuh (zephyr) dengan menggunakan perekat thermosetting yang artinya menggunakan kempa panas telah banyak dilakukan. Tetapi teknologi pembuatan bambu laminasi dengan menggunakan kempa dingin belum banyak dilakukan terutama berbahan baku bambu berbentuk pelupuh dengan menggunakan perekat poly urethane. Salah satu masalah penggunaan perekat ini adalah kekentalannya yang cukup tinggi sehingga menyulitkan pada proses pelaburan perekat pada bambu. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan penelitian pembuatan bambu laminasi berbahan bambu berbentuk pelupuh yang dalam proses pembuatannya menggunakan perekat water based polymer-isocyanate (Koyobond) yang diencerkan dengan metanol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan metanol terhadap sifat fisis dan mekanis bambu laminasi berbahan bambu berbentuk pelupuh. Dalam pembuatan panel bambu komposit dengan ukuran 85 cm x 40 cm x 5 cm dengan variasi berat labur 150 g/m2, 200 g/m2, dan 250 g/m2, serta variasi kadar metanol 1%, 3%, dan 5% dari berat perekat. Kemudian dilakukan pengujian sifat fisis dan mekanis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan metanol dapat menurunkan penyerapan air dan pengembangan tebal, dan dapat meningkatkan sifat mekanisnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2012-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/99</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 7 No. 1 (2012); 1-4</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 7 No 1 (2012); 1-4</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/99/86</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2012 Dany Cahyadi, Anita Firmanti, Bambang Subiyanto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/100</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:59:40Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Pengembangan Unit Produksi Conblock dan Paving Block Berbasis Limbah Batubara dalam Rangka Mendukung Pembangunan Rumah Murah</dc:title>
	<dc:creator>Firmanti, Anita</dc:creator>
	<dc:creator>Aventi, Aventi</dc:creator>
	<dc:creator>Cahyadi, Dany</dc:creator>
	<dc:creator>Sugiarto, Aan</dc:creator>
	<dc:creator>Sugiharto, Bambang</dc:creator>
	<dc:creator>Subiyanto, Bambang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Conblock</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">paving block</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">fly-ash</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bottom ash</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">feasibility study</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Fly-ash dan bottom ash yang merupakan hasil samping (by-product) pada pembakaran batubara untuk energi dapat dimanfaatkan untuk conblock maupun paving block yang memenuhi SNI. Selain dilakukan validasi terhadap kualitas produk yang dihasilkan, untuk mengetahui kelayakan juga dilakukan analisis pasar, analisis keekonomian dan finansial serta dilakukan analisis lingkungan pengembangan conblock dan paving block yang diproduksi dengan peralatan semi masinal maupun full-machinal. Hasil analisis pasar menunjukkan bahwa unit produksi bahan bangunan yang dikembangkan sangat prospektif terutama bila dikaitkan dengan kebutuhan pembangunan rumah dan jalan lingkungan. Berdasarkan analisis NPV, IRR, BEP dan PI diketahui bahwa unit produksi bahan bangunan yang dikembangkan terutama yang dengan full - machinal sangat menguntungkan. Hasil analisis lingkungan menunjukkan bahwa beton/ bata fly-ash atau bottom ash tidak berbahaya yang didukung pula dari nilai uji TCLP yang menunjukkan nilai terlarut di bawah baku mutu yang disyaratkan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2012-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/100</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 7 No. 1 (2012); 5-12</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 7 No 1 (2012); 5-12</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/100/87</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2012 Anita Firmanti, Aventi Aventi, Dany Cahyadi, Aan Sugiarto, Bambang Sugiharto, Bambang Subiyanto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/101</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:59:40Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Kadar Kehalusan Butir terhadap Ketahanan Geser Tanah Pasir Vulkanik</dc:title>
	<dc:creator>Herina, Silvia F.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pasir vulkanik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kadar kehalusan butir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kuat geser</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">gradasi butir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">wet tamping</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanah pasir vulkanik yang merupakan hasil erupsi dari gunung berapi terdapat di hampir seluruh wilayah Indonesia. Tanah ini umumnya berbentuk menyudut, dari tinjauan sifat mekanis faktor ini dianggap menguntungkan terutama bagi kekuatan geser tanah karena posisinya yang seolah bisa saling mengunci. Namun karena partikel pasir yang bisa digolongkan sebagai partikel ka sar, pasir murni tetap akan lebih mudah terurai, berdilatasi atau berkontraksi jika mengalami tegangan geser dibandingkan dengan tanah berkaraktersitik lain, seperti clay atau silty clay. Ada beberapa kontroversi pendapat bahwa penambahan kadar butir halus pada pasir dapat meningkatkan kuat gesernya, karenanya penelitian ini selain untuk mengkaji adanya pengaruh butiran halus pada pasir vulkanik juga dimaksudkan untuk mengkaji kontroversi yang ada. Dalam penelitian ini diuji sebelas sampel pasir vulkanik ya ng berasal dari daerah Srandakan (Bantul, Yogyakarta) dan Gantiwarno (Klaten-Yogyakarta). Pengujian kuat geser dilakukan di laboratorium dengan menggunakan alat triaxial dengan menerapkan beban monotonik tidak teralir (consolidated undrained). Hasil pengujian menunjukkan bahwa pasir vulkanik mempunyai karaktersitik geser yang sama dengan pasir alluvial, penambahan kadar butiran halus dalam tanah pasir vulkanik tidak mempengaruhi kenaikan kuat gesernya, tetapi gradasi yang baik terbukti dapat meningkatkan ku at geser tanah (Sr1-4;Sr2-4Â  ;Sr3-4Â  ;Sr4-4). Karena adanya perbedaan dari beberapa hasil studi terdahulu termasuk kajian ini, disimpulkan bahwa adanya butiran halus dalam tanah pasir, baik itu pasir vulkanik atau alluvial (endapan) belum dapat disimpulkan akan meningkatkan ketahanan geser statis maupun siklik. Beberapa faktor lain harus ditinjau, seperti adanya perbedaan plastisitas tanah atau perbedaan riwayat pada tanah yang mengandung butiran halus.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2012-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/101</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 7 No. 1 (2012); 13-23</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 7 No 1 (2012); 13-23</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/101/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2012 Silvia F. Herina</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/102</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:59:40Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peran Komunitas dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Pola Pilah Kumpul Olah terhadap Reduksi Sampah Kota</dc:title>
	<dc:creator>Darwati, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Anggraeni, Fitrijani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Peran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">komunitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengelolaan sampah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pilah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kumpul olah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">reduksi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Komunitas memegang peranan kunci dalam perubahan paradigma pengelolaan sampah dari pola kumpul- angkut-buang menjadi pilah-kumpul-olah. Probolinggo merupakan kota yang berhasil dalam melibatkan peran komunitas dalam pemilahan sampah. Pelibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah dimulai dengan membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) dalam pemilahan dan pengumpulan sampah rumah tangga. Pemda Probolinggo menetapkan kebijakan terkait dengan Sistem Pemilihan dan Pengumpulan Sampah dan memfasilitasi masyarakat dalam pelatihan, pendanaan dan penguatan kelembagaan. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran komunitas, organisasi masyarakat dan pemerintah dalam menerapkan pola pilah kumpul dengan mengambil studi kasus Kota Probolinggo dalam menunjang reduksi sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah. Metoda pengumpulan data diperoleh dari data sekunder, observasi lapangan, wawancara terstruktur dengan pengelola persampahan. Metode analisis dilakukan deskriptif evaluatif terhadap aspek teknis, pembiayaan dan kelembagaan. Disimpulkan bahwa kunci keberhasilan dalam pola pilah kumpul olah adalah perubahan perilaku masyarakat serta adanya fasilitasi tokoh masyarakat dan pemerintah. Pola pilah kumpul dilakukan masyarakat dan olah dilakukan oleh pemerintah di unit pengomposan di TPA. Untuk meningkatkan pemasaran, pola pemasaran kompos dengan ketentuan keuntungan 70% untuk kelompok masyarakat dan 30% untuk Dinas Kebersihan merupakan upaya yang efektif dalam mendorong partisipasi dan memberikan reward terhadap masyarakat dalam melakukan pemilahan dan pengumpulan di sumber.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2012-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/102</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 7 No. 1 (2012); 24-32</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 7 No 1 (2012); 24-32</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/102/88</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2012 Sri Darwati, Fitrijani Anggraeni</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/103</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:59:40Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakteristik Ruang Tradisional pada Desa Adat Penglipuran, Bali</dc:title>
	<dc:creator>Kasuma, i Putu Agus Wira</dc:creator>
	<dc:creator>Suprijanto, iwan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lingkungan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">permukiman tradisional</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">karakteristik ruang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">desa adat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pola ruang tradisional</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lingkungan permukiman tradisional di Bali memiliki banyak potensi salah satunya adalah pola ruang tradisional yang mencerminkan aktivitas sosial dan budaya masyarakatnya. Seperti halnya Desa Adat Penglipuran yang memiliki tatanan pola ruang yang unik dan merupakan warisan budaya yang harus dipertahankan. Dinamika pertumbuhan penduduk serta arus perkembangan kebutuhan masa kini menimbulkan kebutuhan akan ruang yang dapat merusak tatanan ruang tradisional yang ada. Di lain pihak belum adanya regulasi yang berisikan mengenai aturan tata ruang Desa Adat Penglipuran menjadi faktor ancaman bagi keberlanjutan dari pola ruang yang sudah dijaga sampai sekarang. Permasalahannya adalah belum teridentifikasinya karakteristik ruang tradisional di Desa Adat Penglipuran sebagai landasan untuk menyusun konsep tata ruang Desa Adat Penglipuran yang ideal. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan rasionalisme. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif yaitu berusaha untuk menggambarkan kondisi pola ruang tradisional di Desa Adat Penglipuran dan mengidentifikasi karakter dari masing-masing ruang yang ada. Hasil penelitian adalah ruang tradisional Desa Adat Penglipuran terdiri dari tiga tingkatan ruang yang berdasarkan konsep Tri Mandala, yaitu Utama, Madya dan Nista dimana pada masing-masing ruang memiliki tingkat kesucian, lokasi/ penempatan, guna lahan dan fungsi ruang yang berbeda.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2012-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/103</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 7 No. 1 (2012); 40-50</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 7 No 1 (2012); 40-50</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/103/89</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2012 I Putu Agus Wira Kasuma, iwan Suprijant</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/104</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:59:40Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Parameter untuk Menyusun Stratifikasi Penghasilan Studi Kasus : Kecamatan Ngampilan Kota Yogyakarta</dc:title>
	<dc:creator>Suhaeni, Heni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penghasilan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">stratifikasi sosial-ekonomi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kebutuhan dasar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tempat tinggal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perkotaan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Â Secara umum, parameter untuk penyusunan stratifikasi penghasilan penduduk perkotaan berguna untuk mengukur dan mempertimbangkan rencana pembangunan perumahan dan penduduk yang menghuninya. Idealnya stratifikasi penghasilan ini dapat disusun secara berkala. Pertanyaannya adalah ukuran dasar apa yang dapat dijadikan acuan untuk menyusun stratifikasi tersebut, dan apa tujuan yang ingin dicapainya. Dalam penelitian ini dilakukan penyusunan stratifikasi penghasilan penduduk perkotaan berdasarkan 4 parameter. Tujuan penelitian ini berguna untuk menentukan kelompok sasaran subsidi perumahan. Sampel penelitian adalah data penghasilan penduduk kecamatan Ngampilan kota Yogyakarta sebagai studi kasus. Excel dan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) digunakan untuk mengolah dan menganalisis data. Hasilnya menunjukkan bahwa dengan menggunakan 4 parameter dapat disusun stratifikasi penghasilan penduduk secara lebih akurat, dan ternyata kelompok masyarakat berpenghasilan rendah adalah kelompok masyarakat terbesar. Dengan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan miskin adalah yang terbesar, maka program subsidi perumahan seharusnya diprogramkan lebih spesifik, agar subsidi perumahan lebih tepat sasaran dan mampu memperbaiki kualitas kehidupan penduduk yang l ebih layak</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2012-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/104</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 7 No. 1 (2012); 51-57</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 7 No 1 (2012); 51-57</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/104/90</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2012 Heni Suhaeni</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/105</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:02:51Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Keputusan Multikriteria dalam Menilai Konstruksi Rumah Tinggal terhadap Lingkungan</dc:title>
	<dc:creator>Wuryanti, Wahyu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rumah tinggal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">multi-kriteria</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">simple additive weighting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">multiplicative exponential weighting</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Selama ini dalam penilaian rancangan rumah masih mengedepankan pendekatan konvensional seperti aspek ekonomi dan aspek teknis. Sementara itu isu lingkungan yang seharusnya juga dipertimbangkan sebagai fenomena global belum disentuh. Ketika kebutuhan rumah tinggal masih tinggi di Indonesia, industri konstruksi akan menjadi penyebab terbesar polusi lingkungan. Keputusan penggunaan teknologi konstruksi dan bahan bangunan sepatutnya telah mempertimbangkan beberapa aspek termasuk aspek lingkungan. Tulisan ini menyajikan penilaian multikriteria terhadap empat altern atif rancangan konstruksi rumah tinggal. Metodologi penelitian menggunakan teknik analisis keputusan multikriteria yakni metoda simple additive weighting dan metoda multiplicative exponential weighting. Hasil studi menunjukkan bahwa konstruksi rumah yang menggunakan rangka beton bertulang dengan dinding panel dan penutup atap asbes mendapatkan skor tertinggi berarti merupakan pilihan terbaik dalam evaluasi. Namun untuk pengembangan produksi rumah massal hasil evaluasi ini perlu disikapi dengan bijaksana karena produk asbes berbahaya bagi kesehatan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2012-08-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/105</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 7 No. 2 (2012); 66-75</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 7 No 2 (2012); 66-75</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/105/91</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2012 Wahyu Wuryanti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/106</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:02:51Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Faktor-Faktor Disain Rumah Susun yang Berpengaruh Terhadap Kenyamanan Termal</dc:title>
	<dc:creator>Sabaruddin, Arief</dc:creator>
	<dc:creator>Tobing, Rumiati R.</dc:creator>
	<dc:creator>Karyono, Tri Harso</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Emisi CO2</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">disain</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">orientasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tipe bangunan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">posisi unit hunian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Isu kenaikkan muka air laut akibat pemanasan global, telah menjadi topik yang menarik pada abad ini, namun belum banyak yang dapat digali antara keterkaitan disain bangunan yang menjadi faktor pemicu terbentuknya emisi CO2, tersebut. Penelitian ini merupakan kajian terhadap faktor-faktor disain bangunan yang berpengaruh terhadap kenyamanan visual yang berpengaruh pada besarnya penambahan emisi CO2, , pada studi kasus rumah susun di Kota Bandung. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metoda statistik faktorial disain. Faktor-faktor yang digali merupakan bentuk pola perlakuan disain, yang meliputi; orientasi bangunan, tipe bangunan serta posisi unit hunian. Dari hasil analisis terbukti bahwa faktor-faktor disain yang mempengaruhi kenyamanan termal dan berpeluang menghasilkan emisi CO2, adalah orientasi bangunan dan tipe bangunan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan kriteria disain bangunan rendah emisi CO2, pada tahap operasional.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2012-08-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/106</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 7 No. 2 (2012); 76-87</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 7 No 2 (2012); 76-87</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/106/92</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2012 Arief Sabaruddin, Rumiati R. Tobing, Tri Harso Karyono</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/107</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:02:51Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Keberlanjutan Kawasan Permukiman Perkotaan Cisauk di DAS Cisadane</dc:title>
	<dc:creator>Santosa, Nanang S.</dc:creator>
	<dc:creator>Sitorus, Santun R.P.</dc:creator>
	<dc:creator>Machfud, Machfud</dc:creator>
	<dc:creator>Sobandi, Ramalis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Urbanisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kawasan permukiman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DAS Cisadane</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">berkelanjutan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">daya dukung lingkungan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Urbanisasi telah memacu pertumbuhan penduduk perkotaan di Indonesia dengan pesat. Penyebaran penduduk perkotaan terkonsentrasi di kota-kota besar, dan diperkirakan sekitar 20% berada di Jabodetabek. Banyak penduduk di kota-kota besar yang migrasi ke pinggir kota karena harga lahan relatif terjangkau. Kecamatan Cisaukâ€“Kabupaten Tangerang yang berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane merupakan daerah pinggiran Metropolitan Jakarta yang strategis karena didukung oleh kemudahan akses. Perpindahan penduduk ke pinggiran kota antara lain ke Cisauk menimbulkan dampak positif dari aspek ekonomi seperti terciptanya lapangan kerja dan investasi, dan dampak negatif berupa menurunnya kualitas lingkungan seperti terjadinya alih guna lahan pertanian produktif dan konservasi menjadi kawasan permukiman atau industri, serta menurunnya kondisi DAS Cisadane akibat aktifitas domestik dan industri. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting keberlanjutan pengelolaan kawasan permukiman perkotaan di Cisauk dan keterkaitannya dengan daya dukung DAS Cisadane. Dengan menggunakan metode MDS-Rapfish dan analisis prospektif, hasil kajian ini menunjukkan bahwa dari aspek sosial dan ekonomi pengelolaan kawasan permukiman tersebut cukup berkelanjutan namun dari aspek ekologi masih kurang berkelanjutan. Daya dukung lingkungan masih dapat menampung perkembangan yang ada namun perlu perbaikan seperti prasarana lingkungan antar cluster permukiman, pengendalian penambangan pasir dan kondisi jalan akses.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2012-08-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/107</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 7 No. 2 (2012); 88-94</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 7 No 2 (2012); 88-94</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/107/93</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2012 Nanang S. Santosa, Santun R.P. Sitorus, Machfud Machfud, Ramalis Sobandi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/108</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:02:51Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sifat Fisis dan Mekanis Papan Semen Partikel Kayu Akasia (Acasia mangium) dan Sengon (Paraserienthes falcataria)</dc:title>
	<dc:creator>Cahyadi, Dany</dc:creator>
	<dc:creator>Sugiarto, Aan</dc:creator>
	<dc:creator>Firmanti, Anita</dc:creator>
	<dc:creator>Subiyanto, Bambang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Papan semen partikel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kayu cepat tumbuh</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">akasia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sengon sifat fisis dan mekanis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kayu yang dapat diperoleh saat ini sebagian besar adalah kayu cepat tumbuh yang mempunyai sifat -sifat dasar yang berbeda dengan jenis kayu komersial. Informasi dasar pemanfaatan kayu cepat tumbuh sebagai bahan baku dalam pembuatan papan partikel dengan perekat semen masih minim, sehingga untuk memperkaya informasi perlu dilakukan penelitian pemanfaatan kayu cepat tumbuh sebagai bahan bangunan alternatif seperti kayu akasia (Acasia mangium) dan sengon (Paraserienthes falcataria). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan seoptimal mungkin kayu cepat tumbuh sebagai komponen bahan bangunan alternatif pengganti kayu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental berupa pembuatan papan semen skala penuh berukuran 60 cm x 120 cm x 0,9 cm di kempa dingin dengan tekanan 30 kg/cm2 menggunakan mesin kempa dingin selama 1 menit untuk mencapai target kerapatan 1,15 gr/cm 3 kemudian di klem selama 24 jam. Komposisi semen dan bahan kayu yang digunakan adalah 1 : 2,75 dengan faktor air-semen sebesar 0,5;dan CaCl2 sebagai katalisator sebesar 2,5% dari berat semen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa papan semen kayu cepat tumbuh dapat digunakan sebagai bahan bangunan alternatif, tetapi harus dikembangkan lebih lanjut dengan variasi komposisi yang lebih banyak dan adanya perlakuan pendahuluan terhadap partikel kayu yang akan digunakan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2012-08-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/108</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 7 No. 2 (2012); 95-100</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 7 No 2 (2012); 95-100</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/108/94</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2012 Dany Cahyadi, Aan Sugiarto, Anita Firmanti, Bambang Subiyanto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/109</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:02:51Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peran Pendamping MasyaPeran Pendamping Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di Kota Banjarrakat Dalam Pengelolaan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Di Kota Banjar</dc:title>
	<dc:creator>Aryenti, Aryenti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Peran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pendamping</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">masyarakat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perilaku</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengelolaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sampah 3R</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendampingan merupakan upaya untuk menyertakan masyarakat dalam mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki sehingga mampu mencapai kualitas kehidupan yang lebih baik. Kegiatan pendampingan pengelolaan sampah 3R di Kota Banjar dilaksanakan untuk memfasilitasi masyarakat pada proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan sampah 3R di lingkungannya. Dalam pelaksanaan program pendampingan ini diperlukan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas yang mampu berperan sebagai fasilitator, komunikator dan dinamisator selama program berlangsung. Seorang pendamping adalah pemeran kunci dalam mengembangkan masyarakat sehingga masyarakat mampu mengatasi sendiri permasalahan sampah di lingkungannya. Pendampingan pengelolaan sampah 3R di Kota Banjar dilaksanakan selama dua tahun. Hasil dari monitoring dan evaluasi yang telah dilaksanakan, masih belum optimal. Pendampingan dapat dikatakan berhasil apabila hasil dari pendampingan mampu mengembangkan pola pikir, pola sikap dan pola tindak pada masyarakat yang didampinginya. Tindak lanjut yang dilakukan oleh pendamping dalam mengoptimalkan peranserta masyarakat dalam pengelolaan sampah 3R adalah mendirikan KOMPAS (Komunitas Pengelola Sampah), bank sampah, sosialisasi pada instansi terkait, dan uji coba padi organik dengan menggunakan kompos yang telah dihasilkan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2012-08-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/109</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 7 No. 2 (2012); 101-109</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 7 No 2 (2012); 101-109</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/109/95</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2012 Aryenti Aryenti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/110</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:02:51Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Faktor Penentu Kebutuhan Rumah, Studi Kasus Kota Cirebon</dc:title>
	<dc:creator>Rosa, Yulinda</dc:creator>
	<dc:creator>Jatnika, Ratna</dc:creator>
	<dc:creator>Jatnika, Ratna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Faktor penentu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kebutuhan rumah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">analisis faktor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sembilan faktor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kota Cirebon</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Faktor penentu kebutuhan rumah Kota Cirebon berdasarkan analisis faktor eksploratori terdiri dari (9) sembilan faktor yaitu: 1) karir perumahan, 2) lokasi rumah, 3) usaha untuk pengadaan rumah, 4) cara mendapatkan rumah, 5) faktor pendorong keputusan menempati rumah untuk tempat tinggal, 6) harapan mendapat rumah, 7) konstruksi rumah, 8) mata pencaharian, 9) lama bermukim. Kesembilan faktor tersebut dapat menjelaskan variasi kebutuhan rumah sebesar 69,566%. Tiga faktor terbesar yang dapat menjelaskan variasi kebutuhan rumah yaitu faktor karir perumahan dapat menjelaskan sebesar 13,468%, faktor lokasi (jarak terdekat rumah dengan akses ekonomi, pendidikan, peribadatan dan kesehatan) dapat menjelaskan sebesar 10,664%, dan usaha pengadaan dana untuk rumah sebesar 10,456%. Ketiga faktor tersebut dapat menjelaskan sebesar 34,586% dari faktor kebutuhan rumah. Metoda eksploratori digunakan karena rumusan konsep faktor yang mempengaruhi kebutuhan rumah masih harus di cari terlebih dahulu. Hasil analisis di atas didapat dari data primer 480 responden yang diambil secara sampling dengan metode sampling bertingkat (multy stage sampling).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2012-08-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/110</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 7 No. 2 (2012); 110-120</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 7 No 2 (2012); 110-120</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/110/96</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2012 Yulinda Rosa, Ratna Jatnika, Ratna Jatnika</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/111</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:05:31Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi Ergonomi terhadap Rancangan Ruang Kerja Kantor Pemerintah Berdasarkan Antropometri Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Alfata, Muhammad Nur Fajri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antropometri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ergonomi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kantor pemerintah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">luasan minimum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">simulasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Makalah ini membahas hasil penelitian ergonomi ruang kantor pemerintah berdasarkan antropometri manusia Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mensimulasikan kebutuhan ruang kerja yang optimum berdasarkan antropometri manusia Indonesia yang sebenarnya. Survei lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi aktifitas pokok, perabot dan peralatan yang digunakan di ruang kantor pemerintah di Indonesia. Luasan ruang kerja optimum bagi pegawai/karyawan kantor untuk melakukan aktifitas sesuai dengan kedudukannya dalam organisasi kantor diperoleh dengan simulasi komputer. Simulasi mock up digunakan untuk memvalidasi hasil simulasi komputer. Penelitian ini menghasilkan data aktifitas pokok dan penunjang kerja, serta perabot dan peralatan yang digunakan untuk mendukung aktifitas tersebut. Studi ini menunjukkan bahwa luasan ruang minimum untuk staf golongan I dan II adalah 1,9 m2, staf golongan III dan IV adalah 2,6 m2 , pejabat eselon IV adalah 10,8 m2, pejabat eselon III adalah 20,5 m2, dan pejabat eselon II adalah 107 m2</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2012-11-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/111</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 7 No. 3 (2012); 126-137</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 7 No 3 (2012); 126-137</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/111/97</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2012 Muhammad Nur Fajri Alfata</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/113</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:05:31Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Masalah Ekologis dalam Penataan Permukiman di Kawasan Pesisir â€“ Zona Atas Air</dc:title>
	<dc:creator>Prihandono, Aris</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">terumbu karang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">penataan permukiman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tradisional</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">potensi lokal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Masyarakat Suku Bajo yang hidup di Desa Kabalutan, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah merupakan satu diantara 61 masyarakat Bajo yang tersebar di seluruh perairan Sulawesi. Kepadatan bangunan yang tinggi, sanitasi dan persampahan yang belum di kelola, penggunaan terumbu karang untuk bahan bangunan, merupakan faktor yang mengganggu persyaratan hidup ekosistem terumbu karang. Upaya yang dapat ditempuh untuk mereduksi masalah tersebut antara lain penataan kembali permukiman masyarakat Bajo dan penerapan teknologi perumahan yang pro lingkungan dan diterima masyarakat. Penataan kembali permukiman secara teoritis dapat memberikan akses yang mencukupi bagi radiasi matahari untuk menyentuh dasar laut, sirkulasi air laut dan udara yang membawa nutrien dan oksigen serta karbon dioksida, sehingga fotosintesis biota laut dapat berjalan dengan baik. Penerapan teknologi sanitasi dan persampahan dimaksudkan untuk menjaga kejernihan dan menghindari terjadinya kontaminasi air laut serta substrate yang keras. Penerapan inovasi pengawetan komponen bangunan dan perbaikan struktur dimaksudkan untuk mengurangi kebutuhan akan material organik/ kayu, sehingga dapat menekan laju sedimentasi. Penerapan konsep rumah panggung serta jalan titian di atas air dimaksudkan untuk memberikan kemudahan sirkulasi air laut, udara, serta mobilitas masyarakat dengan menggunakan perahu. Baik penataan kembali permukiman maupun penerapan teknologi yang inovatif berangkat dari nilai-nilai tradisional dan kekayaan lokal sehingga diharapkan mempunyai tingkat akseptibilitas sosial yang tinggi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2012-11-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/113</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 7 No. 3 (2012); 138-150</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 7 No 3 (2012); 138-150</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/113/99</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2012 Aris Prihandono</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/114</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:05:31Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Identifikasi Arsitektur Rumah Tradisional Nias Selatan dan Perubahannya</dc:title>
	<dc:creator>Bramantyo, Bramantyo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rumah tradisional</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">arsitektur tradisional</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nias Selatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perubahan arsitektur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">penambahan bangunan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">resistensi terhadap gempa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keberadaan rumah tradisional Nias Selatan relatif lebih bertahan eksistensinya dibandingkan rumah tradisional lainnya. Untuk mempertahankan eksistensinya, diperlukan perubahan untuk mengakomodasi kebutuhan hunian masyarakat saat ini. Di sisi lain, perubahan tersebut berpotensi menghilangkan karakter atau keaslian arsitektur tradisional Nias Selatan maupun kearifan lokalnya. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan arsitektur yang terjadi dan dampaknya terhadap eksistensi dari rumah tradisional Nias Selatan. Metodologi yang digunakan adalah metode deskriptif-interpretatif terhadap kondisi eksisting dan perubahan pada rumah tradisional di lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa eksistensi rumah tradisional Nias masih cukup kuat pada desa-desa adat, dimana secara umum kondisinya masih relatif baik dan masih dihuni. Sementara perubahan yang banyak terjadi adalah penambahan bangunan pada bagian bawah rumah dan penggantian bahan bangunan. Kesimpulannya adalah perubahan yang terjadi pada rumah tradisional Nias Selatan merupakan upaya untuk mempertahankan eksistensi, yang secara umum tidak menghilangkan karakteristik asli arsitektur tradisional Nias Selatan, namun ikut mempengaruhi kearifan lokal yang dimiliki terkait resistensi bangunan tersebut terhadap ancaman gempa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2012-11-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/114</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 7 No. 3 (2012); 151-161</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 7 No 3 (2012); 151-161</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/114/100</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2012 Bramantyo Bramantyo</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/115</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:05:31Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peran Kawasan â€œInner City Residentsâ€ di Kota Bandung bagi Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah</dc:title>
	<dc:creator>Suhaeni, Heni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Area pusat kota</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">keterjangkauan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">status hunian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">masyarakat berpenghasilan rendah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Di negara-negara sedang berkembang, bukti menunjukkan bahwa kawasan â€œinner city residentsâ€ banyak dibutuhkan sebagai tempat tinggal dan tempat bekerja, walaupun kondisi kawasanâ€inner city residentâ€ tersebut padat huni dan kumuh, karena posisi geografisnya yang berdekatan dengan pusat kegiatan ekonomi kota. Pertanyannya adalah, mengapa penduduk lebih memilih untuk bertempat tinggal di kawasan â€œinner city residentsâ€ yang kumuh dan padat huni, dan seberapa pentingkah kawasan â€œinner city residentsâ€ bagi mereka. Dalam makalah ini dibahas mengenai karakteristik kawasan â€œinner city residentsâ€ dan penduduknya yang bertempat tinggal di kawasan tersebut. Pengolahan dan analisis data diproses melalui Statistical Package for Social Sciences (SPSS). Metoda yang digunakan dalam SPSS ini adalah â€œdimension reductionâ€ dan korelasi. Data primer hasil penelitian ini diambil dari dokumentasi Pusat Litbang Permukiman tahun 2010. Hasilnya menunjukkan bahwa kawasan â€œinner city residentsâ€ ini memiliki peran penting yang signifikan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dalam hal menyediakan berbagai pilihan tempat tinggal yang variatif dan terjangkau, dan terutama karena posisi geografis yang strategis yang dapat dijadikan tempat tinggal dan tempat mencari nafkah di sekitar kawasan tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2012-11-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/115</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 7 No. 3 (2012); 162-169</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 7 No 3 (2012); 162-169</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/115/101</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2012 Heni Suhaeni</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/116</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:05:31Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemanfaatan Abu Terbang dan Sebuk Gergaji untuk Pembuatan Mortar Ringan Geopolimer</dc:title>
	<dc:creator>Cahyadi, Dany</dc:creator>
	<dc:creator>Triastuti, Triastuti</dc:creator>
	<dc:creator>Firmanti, Anita</dc:creator>
	<dc:creator>Subiyanto, Bambang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kuat tekan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mortar ringan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">geopolimer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">abu terbang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">serbuk gergaji</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pemanasan global telah menjadi permasalahan hampir di semua negara saat ini. Salah satu penyebabnya adalah emisi karbondioksida yang dihasilkan dari pembuatan semen. Pengurangan emisi karbondioksida dapat dilakukan dengan cara mengurangi penggunaan semen dalam pembuatan beton dan memanfaatkan material tambahan yang mempunyai sifat seperti semen sebagai bahan penggantinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan abu terbang dan serbuk gergaji terhadap sifat fisik dan mekanik mortar ringan geopolimer. Dalam penelitian ini, bahan-bahan yang digunakan meliputi abu terbang, serbuk gergaji akasia mangium, pasir, agregat ringan, larutan Natrium hidroksida (NaOH) dan larutan Natrium Silikat. Perbandingan semen â€“ pasir dan abu terbang â€“ pasir yaitu 1 : 2 (berdasarkan berat) dengan rasio air-semen sebesar 0,25; 0,3 dan 0, 35, dengan variasi kadar serbuk gergaji yang dipakai adalah 10%; 20%, 30% dan 40%. Komposisi antara larutan Natrium hidroksida dan larutan Natrium Silikat adalah 1 : 2 (berdasarkan volume). Pengujian dilakukan setelah benda uji berumur 7 hari dan 28 hari untuk mortar geopolimer dan mortar kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian semen Portland dengan abu terbang serta penambahan larutan Natrium hidroksida dan larutan Natrium Silikat ke dalam campuran dapat meningkatkan kuat tekannya sampai 19,7 Mpa dibandingkan dengan kuat tekan mortar kontrol sebesar 15,3 MPa. Sedangkan penambahan kadar serbuk gergaji ternyata menurunkan kuat tekan menjadi 8,1 MPa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2012-11-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/116</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 7 No. 3 (2012); 170-175</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 7 No 3 (2012); 170-175</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/116/102</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2012 Dany Cahyadi, Triastuti Triastuti, Anita Firmanti, Bambang Subiyant</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/117</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T04:05:31Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Subreservoir Air Hujan pada Ruang Terbuka Hijau dalam Mereduksi Genangan Air (Banjir)</dc:title>
	<dc:creator>Sarbidi, Sarbidi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ruang terbuka hijau</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">intensitas hujan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">subreservoir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">reduksi genangan air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">zero runoff</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perubahan fungsi lahan perkotaan sangat besar menyebabkan tanah kedap air semakin meluas, air limpasan lebih besar, debit banjir lebih tinggi dan bencana banjir yang besar di wilyah hilir. Undang-Undang nomor 26 tahun 2007 tetang Penataan Ruang menetapkan kota wajib menyediakan ruang terbuka hijau (RTH) 30% dari luas wilayah. Tahun 2011 telah diteliti kriteria teknis desain subreservoir pada RTH untuk penampungan, peresapan dan pemanfaatan air hujan. Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui kapasitas subreservoir pada RTH dalam mereduksi genangan air (banjir). Penelitian menggunakan metoda Gumbel, rumus Talbot, Ishiguro, Sherman dan Mononobe, rumus rasional, analisis luas kota dan RTH serta analisis reduksi debit banjir. Data dikumpulkan di Kota Bandung, Bogor dan Jakarta. Hasil penelitian: (1) semakin luas RTH menerapkan subreservoir air hujan, semakin besar genangan air (banjir) dapat direduksi di permukiman kota. (2) Seluruh RTH (30% wilayah kota) dapat digunakan untuk pencegahan banjir preventif dan mereduksi genangan hingga 48%. (3) Semakin kecil RTH kota semakin besar kecenderungan terjadi genangan air hujan di perkotaan, (4) RTH 16% diprediksi peluang terjadi genangan banjir mencapai 74% dan RTH eksisting sekitar 9% peluang terjadi genangan banjir mencapai 86%. (5) Subreservoir pada RTH berpotensi menahan air limpasan mencapai 100% dan mengalirkan kelebihan air ke drainase kota hingga nol persen atau zero runoff.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2012-11-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/117</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 7 No. 3 (2012); 176-184</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 7 No 3 (2012); 176-184</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/117/103</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2012 Sarbidi Sarbidi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/118</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:56:12Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penentuan Angka Kebutuhan Oksigen Kimia Air Limbah dengan Mempertimbangkan Faktor Ketidakpastian: Kasus Ipal Di Pusat Litbang Permukiman</dc:title>
	<dc:creator>Kustiasih, Tuti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ketidakpastian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">biofilter</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">oksidator</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">katalisator</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kualitas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam mengestimasikan ketidakpastian pengukuran semua faktor atau komponen ketidakpastian yang penting perlu dianalisis sesuai dengan ketentuan dalam ISO 17025 tahun 2008. Sebagai laboratorium pengujian harus menerapkan prosedur pelaksanaan estimasi ketidakpastian pengukuran untuk semua jenis pengujian. Kesalahan (error) adalah penyimpangan nilai yang diukur dari nilai benar Xo. Dalam melaporkan ketidakpastian pengukuran dalam pengujian kimia, perlu mempertimbangkan jenis metoda uji, validasi metode dan tertelusur. Penelitian menggunakan metode eksploratif terhadap efisiensi instalasi pengolahan air limbah di kantor Pusat Litbang Permukiman melalui penentuan angka COD pada influen dan efluen. Tujuan penelitian adalah menentukan angka COD air limbah influen dan effluen di instalasi pengolahan air limbah yang dianalisis dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi dan prosedur perhitungan ketidakpastian pengukuran. Penentuan kebutuhan oksigen kimia (COD) dilakukan secara kimia dengan menggunakan oksidator kuat Kalium Bikromat (K2Cr2O7) yang digunakan sebagai sumber oksigen (oxidizing agent) pada kondisi asam dan panas dengan katalisator Perak Sulfat. Hasil pengujian kualitas kebutuhan oksigen kimia (COD) air limbah dari instalasi pengolahan limbah biofilter di Pusat Litbang Permukiman, dengan tingkat kepercayaan 95% dan k = 2, disimpulkan bahwa pada influen = 33.43 Â± 0,26 mg/L dan efluen = 13,53 Â± 0,10 mg/L. Efisiensi pengolahan air limbah di Pusat Litbang Permukiman untuk parameter kebutuhan oksigen kimia (COD) adalah 59,53%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2011-11-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/118</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 6 No. 3 (2011); 121-128</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 6 No 3 (2011); 121-128</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/118/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2011 Tuti Kustiasih</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/119</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:56:12Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kinerja Kolam Sanita dalam Pengolahan Air Limbah Rumah Tangga Di Perkantoran</dc:title>
	<dc:creator>Medawaty, Ida</dc:creator>
	<dc:creator>Pamekas, R.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Air limbah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kolam Sanita</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ekologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perkantoran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">rumah tangga</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengembangan sistem pengelolaan air limbah skala perkotaan, pada umumnya telah mengaplikasikan proses pengolahan secara kimiawi maupun biologi. Namun, sistem tersebut belum mampu menyelesaikan seluruh permasalahan pencemaran air limbah. Pengembangan sistem pengolahan air limbah terpusat memang dapat mengurangi beban pencemaran di suatu kawasan. Penelitian ini ditujukan untuk mengoptimalkan pengolahan akhir air limbah dengan mengambil contoh air limbah perkantoran sebagai obyek penelitian. Metoda dengan penelitian pada kolam Sanita yang dimodifikasi dengan membagi kolam menjadi 2 (dua) unit sistem yang masing-masing unit dibagi lagi menjadi 2 (dua) kolam. Setiap kolam ditanami dengan tanaman air dengan jenis dan kerapatan yang berbeda. Setiap kolam dilengkapi dengan 6 (enam) titik pengambilan contoh air limbah untuk mengukur pengaruh waktu retensi terhadap pola perubahan kualitas air limbah di dalam kolam Sanita. Analisa kualitas dilakukan dengan tabel silang, sedangkan hubungan parameter dengan teknik regresi sederhana, hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kolam Sanita mampu memperbaiki mutu hasil olahan satu kelas lebih tinggi, dan kinerjanya mencapai angka maksimal ketika air limbah hasil olahan dapat dipakai mengairi tanaman hias. Tetapi pola perbaikan mutu air oleh kolam-1 dan kolam-3 lebih teratur dari pada kolam lainnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2011-11-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/119</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 6 No. 3 (2011); 129-137</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 6 No 3 (2011); 129-137</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/119/104</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2011 Ida Medawaty, R. Pamekas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/120</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:56:12Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Konsumsi dan Pelanggan Air Minum Di Kota Besar dan Metropolitan</dc:title>
	<dc:creator>Sutjahjo, Nurhasanah</dc:creator>
	<dc:creator>Anggraini, Fitrijani</dc:creator>
	<dc:creator>Pamekas, R.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Air minum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pelayanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">konsumsi air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kota besar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kota metropolitan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Air adalah kehidupan, sehingga tanpa air tidak akan ada kehidupan. Ketersediaan air tawar dan jernih di lingkungan permukiman mencerminkan kapasitas lingkungan untuk mendukung kehidupan. Salah satu indikator yang telah digunakan secara global untuk mengukur daya dukung lingkungan adalah akses penduduk terhadap sumber air yang aman. Namun, indikator tersebut hanya bermanfaat untuk penetapan kebijakan. Selain itu, indikator itu tidak dapat digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan air minum. Para perancang dan perencana memerlukan indikator yang cepat dan tepat untuk merencanakan pelayanan air minum yang berkelanjutan. Keragaman disain kriteria dapat menyebabkan kesulitan dalam menciptakan pelayanan air minum yang memadai. Oleh karena itu, penelitian inovasi dan deskriptif ini dilaksanakan untuk mengkaji ulang pelayanan air minum di kota besar dan metro terpilih. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode statistik deskriptif dan statistik inferensial. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan parameter jumlah elemen tarif air, banyaknya pelanggan, banyaknya air yang didistribusikan kepada pelanggan, dan konsumsi atau pemakaian air rata-rata per kapita dan per hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelanggan rumah tangga merupakan pemakai air minum terbesar antara 65-85% dengan konsumsi air minum rata-rata untuk rumah sederhana antara 135-145 liter/orang/hari, rumah menengah antara 146-155 liter/orang/hari, dan rumah mewah antara 156-245 liter/orang/hari.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2011-11-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/120</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 6 No. 3 (2011); 138-146</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 6 No 3 (2011); 138-146</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/120/105</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2011 Nurhasanah Sutjahjo, Fitrijani Anggraini, R. Pamekas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/121</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:56:12Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Dampak Lingkungan untuk Pembangunan Perumahan di Kawasan Bandung Utara Berbasis Model Sistem Dinamis</dc:title>
	<dc:creator>Masri, Rina Marina</dc:creator>
	<dc:creator>Purwaamijaya, Iskandar Muda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Analisis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">dampak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pembangunan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perumahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">model sistem dinamis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyimpangan pembangunan perumahan terhadap penataan ruang di kawasan Bandung Utara secara faktual didukung oleh data dan analisis keruangan. Tahapan-tahapan penelitian, yaitu : survei pendahuluan, pembuatan model konseptual dan instrumen, pengumpulan data dan validasi instrumen, pembuatan model fungsional, pemasukan data empirik dan simulasi, implementasi model awal, revisi model dan menguji validitas model, menguji sensitivitas model, penyusunan hasil dan merumuskan kebijakan. Tujuan penelitian yaitu : mengetahui faktor-faktor pemicu yang paling berpengaruh terhadap pembangunan perumahan, menyusun prediksi prioritas dampak penting hipotetik pembangunan perumahan berdasarkan pelingkupan, mengetahui dampak lingkungan pembangunan perumahan dan menyusun kebija kan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan di kawasan Bandung Utara berdasarkan analisis sensitivitas model sistem dinamis. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan analitik eksplanatoris. Penelitian dilakukan dari Maret sampai dengan November 2010. Hasil meliputi faktor-faktor pemicu paling berpengaruh terhadap pembangunan perumahan, prioritas dampak penting hipotetik hasil pelingkupan, analisis dampak pembangunan perumahan terhadap lingkungan dan kebijakan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan di kawasan Bandung Utara berdasarkan analisis sensitivitas model sistem dinamis. Manfaat penelitian untuk meningkatkan kesadaran stakeholder berperanserta dalam pembangunan perumahan yang berwawasan lingkungan serta menjadi naskah akademik untuk merevisi serta menyempurnakan peraturan dan perundangan pembangunan perumahan di kawasan Bandung Utara.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2011-11-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/121</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 6 No. 3 (2011); 147-153</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 6 No 3 (2011); 147-153</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/121/106</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2011 Rina Marina Masri, Iskandar Muda Purwaamijaya</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/122</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:56:12Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Model Perhitungan Kandungan Emisi Co2 pada Bangunan Gedung Co2</dc:title>
	<dc:creator>Sabaruddin, Arief</dc:creator>
	<dc:creator>Karyono, Tri Harso</dc:creator>
	<dc:creator>Tobing, Rumiati R.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Efek gas rumah kaca</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pemanasan global</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bangunan gedung</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Meningkatnya kandungan CO2 di atmospher telah menyebabkan efek gas rumah kaca, yang mengakibatkan naiknya temperatur bumi, sehingga terjadi pencairan cadangan es di kutub utara dan selatan serta cadangan es di dataran tinggi. Peningkatan gas CO2Â disebabkan oleh proses pembakaran yang dibutuhkan dalam menjalankan sarana dan prasarana penunjang kehidupan kehidupan dan penghidupan manusia. Bangunan gedung berpeluang mengeluarkan 30% dari total emisi CO2Â yang dihasilkan oleh kehidupan manusia. Terdapat 2 cara emisi CO2Â yang berasal dari bangunan, yaitu emisi CO2Â yang dihasilkan ketika proses pembangunan (embodied CO2 emission) serta emisi CO2Â yang dihasilkan pada pemanfaatan bangunan. Konsep green building adalah salah satu pendekatan untuk menjamin terjaganya kualitas lingkungan agar tetap langgeng. Salah satu indikatornya adalah bangunan tersebut harus mengkonsumsi energi secara efisien sampai dengan zero energy. Namun nyatanya pemanasan global belum dapat diukur oleh besar konsumsi energi, akan tetapi dari besarnya emisi CO2Â yang dihasilkan oleh bangunan. Hal tersebut disebabkan, besarnya emisi CO2Â yang dihasilkan oleh setiap pembangkit listrik memiliki nilai yang berbeda-beda. Pembangkit listrik tenaga uap dengan batu bara menghasilkan emisi CO2Â 940 gr CO2 setiap 1 kWh, sedangkan energi listrik tenaga diesel menghasilkan 581 gr CO2Â untuk 1 kWh. Sebagai upaya mitigasi terhadap pemanasan global, sudah saat-nya, besarnya emisi CO2Â yang dihasilkan oleh bangunan tersebut dikendalikan. Proses pengendalian dapat dilakukan pada tahap perencana an maupun tahap pelaksanaan, sebagai upaya untuk menurunkan emisi CO2Â yang dikandung oleh bangunan. Untuk menunjang proses perencanaan bangunan gedung rendah emisi CO2Â tersebut diperlukan tools, yang berfungsi untuk mengukur/menghitung besarnya emisi CO2Â pada bangunan. Tools tersebut akan memberi informasi besarnya harga satuan emisi CO2Â pada bangunan gedung per meter persegi (HSEBG).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2011-11-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/122</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 6 No. 3 (2011); 154-163</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 6 No 3 (2011); 154-163</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/122/107</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2011 Arief Sabaruddin, Tri Harso Karyono, Rumiati R. Tobing</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/124</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:51:59Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aspek Kelembagaan pada Pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Regional</dc:title>
	<dc:creator>Anggraini, Fitrijani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengelolaan sampah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">TPA Regional</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kelembagaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">UPTD</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BLUD</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kelangkaan lahan untuk dijadikan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), memicu berkembangnya pemanfaatan dan pengadaan TPA bersama (TPA Regional) oleh beberapa kota/kabupaten yang letaknya berdekatan. Namun dalam pelaksanaannya TPA Regional sering kurang efektif antara lain akibat struktur kelembagaan yang besar tapi miskin fungsi, koordinasi yang kurang antar dan inter lembaga Pemerintah Daerah, masih adanya tumpang tindih tugas dan fungsi kelembagaan antara kabupaten yang satu dengan kabupaten yang lain bila terjadi permasalahan. Metode pelaksanaannya dimulai dengan identifikasi permasalahan persampahan, pengolahan data sekunder dan data primer menggunakan teknik analisis manajement SWOT (strengths, weakness, opportunities and threats) untuk menentukan sistem kerjasama kelembagaan regional. Berdasarkan analisa SWOT lembaga pengelola yang terbaik adalah Unit Pelaksana Teknik Daerah (UPTD) provinsi. Keberadaan UPTD sangat menguntungkan karena UPTD tetap dalam kendali dinas terkait dan mudah untuk mengontrol pelaksanaannya di lapangan. Kabupaten/ kota yang ikut serta dalam TPA Regional dapat mengirim sampah ke lokasi TPA dengan hanya dibebankan tipping fee. Pengangkutan sampah dari sumber sampah ke TPA atau dari sumber sampah ke depo (stasiun pemindahan) tetap menjadi tanggung jawab Dinas Kebersihan kabupaten/ kota masing-masing. Salah satu alternatif pengelolaan TPA Regional adalah UPTD dengan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2011-08-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/124</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 6 No. 2 (2011); 78-84</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 6 No 2 (2011); 78-84</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/124/108</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2011 Fitrijani Anggraini</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/126</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:51:59Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perubahan Pola Permukiman Tradisional Suku Sentani di Pesisir Danau Sentani</dc:title>
	<dc:creator>Widyastomo, Deasy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perubahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pola permukiman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tradisional</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">suku Sentani</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Danau Sentani</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Permukiman tradisional suku Sentani terbentuk oleh budaya dan karakteristisk suku Sentani yang unik. Permukiman Kampung Ifale suku Sentani berada di pesisir Danau Sentani dan berorientasi terhadap danau sebagai eksistensi kehidupan. Keberadaan masyarakat suku Sentani di Danau Sentani telah melangsungkan kehidupan sejak terjadinya perang suku zaman nenek moyang dan sampai saat ini masih tetap berkehidupan di pesisir Danau Sentani dalam usaha mempertahankan kehidupan yang berkelanjutan. Permukiman dan perumahan suku Ifale Sentani berada di Kampung Hobong yang terbentuk dari kesatuan tiga kelompok kekerabatan yang berbeda yaitu Asei, Ifale dan Ifar Besar. Dalam kehidupan bersama tetap menjaga tradisi yang dilakukan secara turun temurun dengan menyesuaikan kondisi yang baik dirumah maupun di lingkungannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari perubahan pola permukiman tradisional suku Sentani di Danau Sentani, dan pengaruhnya terhadap pola hidup masyarakat tradisional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan analisa kualitas permukiman dan lingkungan, analisa kekhasan fisik permukiman dan analisa perubahan permukiman tradisional mempengaruhi perubahan pola hidup masyarakat ditunjukkan adanya perubahan pola permukiman yang dipengaruhi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat yang merubah pola hidup masyarakat dari cara hidup komunal menjadi individual dan adanya perubahan permukiman tradisional suku Sentani dari berbentuk linier manjadi menyebar. Perubahan pola hidup dilakukan untuk meningkatkan eksistensi hidup masyarakat suku agar dapat bersaing dalam kehidupan bermasyarakat dan membawa masyarakat menuju kehidupan masyarakat yang berkelanjutan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2011-08-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/126</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 6 No. 2 (2011); 67-77</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 6 No 2 (2011); 67-77</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/126/110</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2011 Deasy Widyastomo</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/127</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:51:59Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kepadatan Penduduk dan Hunian Berpengaruh terhadap Kemampuan Adaptasi Penduduk di Lingkungan Perumahan Padat</dc:title>
	<dc:creator>Suhaeni, Heni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kepadatan tinggi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengaruh</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">adaptasi manusia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">penduduk dan hunian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam kehidupan perkotaan pertambahan penduduk terus meningkat, sedangkan lahan perkotaan untuk perumahan semakin sulit, mahal dan terbatas, maka penduduk perkotaan terpaksa tinggal di kawasan perumahan yang kepadatannya terus bertambah. Adaptasi penduduk dapat diartikan sebagai usaha menyesuaikan diri dengan kondisi fisik lingkungan perumahan yang serba terbatasi. Dalam kajian ini diteliti mengenai pengaruh kepadatan penduduk terhadap adaptasi masyarakat pada lingkungan perumahan yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. Tujuan dari kajian ini untuk menemukan seberapa besar pengaruh kepadatan penduduk yang tinggi terhadap adaptasi masyarakat dalam lingkungannya. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara menguji hipotesis melalui analisis regresi linier. Sumber data diperoleh melalui pengumpulan data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan penduduk dan hunian yang tinggi berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan manusia dalam beradaptasi den gan lingkungannya, sehingga dalam batas-batas tertentu kondisi tersebut berpengaruh dalam mencapai optimalisasi kehidupannya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2011-08-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/127</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 6 No. 2 (2011); 85-91</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 6 No 2 (2011); 85-91</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/127/111</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2011 Heni Suhaeni</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/128</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:51:59Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peningkatan Layanan Institusi Pemadam Kebakaran Melalui Penerapan Rencana Induk Kebakaran (RIK) Studi Kasus : Kota Pontianak Kalimantan Barat</dc:title>
	<dc:creator>Sarwono, Agus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">RIK</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">WMK</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pos Kebakaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Institusi Pemadam Kebakaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kota Pontianak</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Rencana Induk Kebakaran (RIK) merupakan acuan yang digunakan untuk kurun waktu 5 - 10 tahun ke depan sesuai dengan RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) yang berlaku. Bagaimana Model RIK yang yang tepat untuk Kota Pontianak terkait dengan upaya peningkatan kemampuan Institusi Pemadam Kebakaran Kota Pontianak dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan terhadap bahaya kebakaran akan dikaji dalam tulisan ini. Kemampuan institusi kebakaran untuk merespon secara memadai panggilan kebakaran jamak dan serentak terkendala oleh peningkatan kapasitas a ntara lain tidak dimungkinkannya mutual aid dan automatic aid karena pos, mobil dan personil kebakaran yang terbatas. Kajian sesuai metode Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) untuk Kota Pontianak mempunyai tingkat resiko kebakaran yang tinggi dikarenakan berlahan gambut dan berada di garis khatulistiwa dengan luas wilayah 107,82 km2 dan berpenduduk 482.622 jiwa, dengan kebutuhan ideal pelayanan Institusi Pemadam Kebakaran adalah 1.200 personil, 50 unit mobil pemadam, 17 pos pemadam kebakaran dan berdasarkan kondisi batas alami Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Kota Pontianak dibagi dalam 4 zona</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2011-08-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/128</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 6 No. 2 (2011); 58-66</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 6 No 2 (2011); 58-66</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/128/112</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2011 Agus Sarwono</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/129</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:51:59Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Temperatur Tinggi terhadap Kekuatan Leleh dan Kuat Tarik pada Bahan Baja Melalui Uji Ketahanan Api</dc:title>
	<dc:creator>Wibawa, Teguh Esa</dc:creator>
	<dc:creator>Suprapto, Suprapto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Temperatur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">gypsum board</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sifat mekanikal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Baja mempunyai beberapa keunggulan di bandingkan bahan konstruksi lainnya, misalnya dalam masalah daktilitas dan pengerjaan yang relatif lebih cepat dibandingkan penggunaan beton bertulang. Namun baja mempunyai beberapa kelemahan di antaranya adalah rentan terhadap perubahan temperatur. Bila suatu struktur baja mengalami kebakaran, kekuatan struktur baja akan menurun sehingga mempengaruhi fungsi struktur baja tersebut. Beberapa metode telah dikembangkan untuk melindungi elemen baja dari pengaruh kebakaran, di antaranya adalah encasement method dimana bahan yang biasa digunakan adalah gypsum board. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui sifat-sifat mekanikal profil baja yang dilapisi gypsum board pasca pengujian pembakaran. Sifat-sifat mekanikal yang dianalisis adalah kurva hubungan tegangan- regangan, kurva kuat tarik yang tersisa, tegangan ultimate, waktu kritis, dan temperatur kritis dari profil baja setelah mengalami kebakaran. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Pengujian yang akan dilakukan meliputi pengujian pembakaran dan pengujian kuat tarik. Benda uji yang akan dipakai adalah baja karbon A36 sebanyak 4 buah. Pengujian pembakaran dilakukan terhadap benda uji tanpa lapisan, dan benda uji dilapisi gypsum board 12 mm dan 24 mm. Hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan baja yang tanpa mengalami pengujian pembakaran. Profil baja yang di lapis gypsum board dengan variasi ketebalan 12 mm dan 24 mm mempunyai perbedaan yang signifikan terhadap kenaikkan temperatur pada saat mengalami kebakaran. Untuk mencapai temperatur Â± 5400C, baja yang tidak di lapis oleh gypsum board memerlukan waktu 8 menit, sedang baja yang di lapis 12 mm memerlukan waktu 32 menit dan baja yang di lapis 24 mm memerlukan waktu 52 menit. Tegangan tarik dan tegangan ultimate pada profil baja yang dilapisi atau tidak dilapisi dengan pelindung gypsum board setelah baja mengalami proses pendinginan pada udara terbuka tidak mempunyai perbedaan yang signifikan. Kekuatan baja karbon yang mengalami pendinginan secara normal akan kembali mendekati kekuatan awalnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2011-08-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/129</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 6 No. 2 (2011); 92-101</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 6 No 2 (2011); 92-101</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/129/113</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2011 Teguh Esa Wibawa, Suprapto Suprapto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/130</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:48:58Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kriteria Kelayakan Penerapan Fire Safety Management (FSM) pada Bangunan Gedung dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi</dc:title>
	<dc:creator>Sarwono, Agus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kriteria penerapan FSM</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tingkat resiko</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">potensi terhadap bahaya kebakaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">faktor penyebab kebakaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">keandalan bangunan gedung</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Fire Safety Management (FSM) telah menjadi bagian persyaratan penting yang harus dipenuhi dalam menciptakan bangunan yang handal sebagaimana tertuang dalam Undang-undang No. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Sebagaimana ditetapkan dalam Kepmeneg PU No. 11/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Manajemen Penanggulangan Kebakaran di Perkotaan, bahwa setiap bangunan dengan luas lantai minimal 5000 m2, jumlah penghuni 500 orang dan ketinggian lebih dari 8 lantai wajib menerapkan FSM. Penetapan atas penerapan FSM tersebut tidak dapat hanya dibatasi kriteria diatas, namun harus didasarkan pula pada tingkat resiko atau potensi terhadap bahaya kebakaran. Terdapat 3 faktor utama yang menjadi penyebab kebakaran yaitu faktor manusia (human factor), faktor pertumbuhan api (fire factor) dan faktor penyulutan (ignition factor). Sehingga dalam implementasinya, penerapan FSM tersebut memiliki suatu kriteria yang jelas berdasarkan tingkat resikonya (Risk -Based Methodology) agar layak untuk suatu bangunan tertentu terutama yang diperkirakan mempunyai tingkat resiko yang tinggi seperti bangunan perkantoran, rumah sakit dan bangunan pelayanan umum lainnya</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2011-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/130</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 6 No. 1 (2011); 1-8</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 6 No 1 (2011); 1-8</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/130/114</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2011 Agus Sarwono</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/131</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:48:58Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi Kenyamanan Termal Adaptif Rumah Tinggal di Kota Malang Studi Kasus : Perumahan Sawojajar 1 â€“ Kota Malang</dc:title>
	<dc:creator>Alfata, Muhammad Nur Fajri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kenyamanan termal adaptif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">keterterimaan termal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kota Malang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">suhu netral</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">suhu preferensi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Model kenyamanan termal statis kurang dapat menggambarkan kondisi kenyamanan termal yang sebenarnya. Studi ini merupakan penelitian awal untuk mengkaji kenyamanan termal adaptif penghuni bangunan pada kondisi sebenarnya di Indonesia. Hunian yang dikaji berupa hunian rumah tinggal di Perumahan Sawojajar 1, Kota Malang. Penelitian lapangan dilakukan berdasarkan tingkat II ASHRAE, dimana semua variabel fisik lingkungan yang dibutuhkan untuk menghitung indeks kenyamanan termal dikumpulkan dalam waktu dan tempat yang saat kuesioner kenyamanan diberikan. Analisis data menggunakan pendekatan statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persamaan suhu netral terhadap suhu operatif adalah y=0,606.Top-16,843 dengan suhu netral 27,8oC dan suhu preferensi 25oC. Responden merasakan kondisi iklim mikro sebagai kenetralan termal dan menginginkan kondisi iklim lokal sebagai suhu preferensi. Analisis keterterimaan termal menunjukkan bahwa seluruh responden dapat menerima, pada rentang suhu operatif 25 - 29oC, dan hanya 25% responden yang tidak dapat menerima suhu operatif 29 - 31oC. Pola adaptasi yang dilakukan antara lain melalui pemakaian pakaian dengan clo rendah dan menggunakan kipas angin untuk mendinginkan ruangan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2011-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/131</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 6 No. 1 (2011); 9-17</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 6 No 1 (2011); 9-17</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/131/115</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2011 Muhammad Nur Fajri Alfata</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/132</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:48:58Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Kebijakan Sistem Pengolahan Sampah Perkotaan Berkelanjutan Studi Kasus : DKI Jakarta</dc:title>
	<dc:creator>Chalik, Alex Abdi</dc:creator>
	<dc:creator>Lay, Bibliana W.</dc:creator>
	<dc:creator>Fauzi, Akhmad</dc:creator>
	<dc:creator>R., Etty</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keberlanjutan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">keterbatasan lahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sistem minimalisasi biaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengolahan sampah terintegrasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengolahan sampah di wilayah perkotaan, yang dilakukan baik dengan sistem sanitary landfill, controll landfill maupun open dumping akan menimbulkan permasalahan baik masalah lingkungan, sosial maupun ekonomi. Di wilayah perkotaan terutama di kota besar dan metropolitan seperti DKI Jakarta, permasalahan pengolahan sampah muncul berkaitan dengan tidak tersedianya lahan sebagai tempat pe merosesan akhir sampah di dalam wilayahnya. Pengolahan sampah yang dilakukan dengan teknologi sanitary landfill secara mandiri (individual), pada kenyataannya belum dapat menyelesaikan persoalan-persoalan dalam pengelolaan sampah. Pemerintah DKI Jakarta dalam usaha menyelesaikan persoalan pengolahan sampah telah menetapkan kebijakan untuk membangun incinerator skala kecil yang ditempatkan di bagian-bagian wilayahnya yang dikombinasikan dengan composting dan sanitary landfill sebagai tempat pengolahan dan pembuangan akhir sampah yang diletakkan di luar wilayahnya, namun demikian kebijakan ini tidak dapat berlanjut. Apabila kebijakan ini terus berlangsung, maka di masa yang akan datang pemerintah DKI Jakarta harus menyediakan paling tidak 600 ha lahan sebagai tempat pembuangan akhir sampah, yang menyulitkan pemerintah DKI Jakarta untuk menyiapkan lahan tersebut, disamping mahalnya ongkos pengangkutan sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana memformulasikan kebijakan pengolahan sampah yang dapat menyelesaikan permasalahan dalam pengolahan sampah, optimalisasi pengolahan, menghitung biaya dan dampak lingkungan, dengan menggunakan sistem pengolahan sampah terintegrasi, dikaitkan dengan aspek ekonomi, sosial dan keterbatasan lahan dengan mempergunakan sistem analisis minimalisasi biaya, analisis biaya dan manfaat serta statistik Ordinary Least Square. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa di masa yang akan datang: â€integrasi teknologi dalam sistem pengolahan sampahâ€, dapat membantu DKI Jakarta menyelesaikan masalah pengolahan sampah baik aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan. Sistem ini meliputi pemanfaatan teknologi komposter kecepatan tinggi (High Rate Composting), incinerator dengan pemulihan energi listrik, dan sanitary landfill sebagai tempatm pembuangan akhir sampah, yang dioperasikan bersama (terintegrasi) untuk mendapatkan pengolahan sampah yang maksimal, mengurangi limbah dan pencemaran, untuk mencapai efektivitas dan tingkat efisiensi yang tinggi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2011-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/132</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 6 No. 1 (2011); 18-30</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 6 No 1 (2011); 18-30</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/132/116</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2011 Alex Abdi Chalik, Bibliana W. Lay, Akhmad Fauzi, Etty R.</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/133</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:48:58Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga Secara Komunal</dc:title>
	<dc:creator>Medawaty, Ida</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pemberdayaan masyarakat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">air limbah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">rumah tangga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tangki septik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sanitasi taman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kualitas Air</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pembangunan berskala besar dalam menangani masalah lingkungan permukiman telah banyak diterapkan dengan upaya pengelolaan air limbah off site skala kota. Aspek kunci dalam pendekatan penyelesaian permasalahan ini, adalah diperlukan pengelolaan lingkungan pada taraf lokal yang merupakan keterlibatan kelompok-kelompok masyarakat dengan disertai pengarahan dan informasi dalam tahap desain, konstruksi serta pemeliharaan sehingga dalam penerapan teknologi dapat memanfaatkan sumber daya secara efisien dan efektif. Penelitian dilakukan untuk menumbuhkan peranserta masyarakat dalam menciptakan lingkungan permukiman yang layak, bersih dan sehat yang dapat dikelola sendiri antara lain dengan menerapkan tangki septik tipe Puslitbang Permukiman dan kolam sanita. Metodologi penelitian meliputi pengumpulan data dengan studi pustaka dan penerapan modul, pendekatan analisis yaitu analisis kualitatif terhadap kualitas air dan analisis kelembagaan masyarakat. Kesimpulan air yang keluar (outlet) melalui tangki septik tipe Puskim menghasilkan efisiensi pengolahan sampai 78%, sedangkan air yang keluar menggunakan kolam sanita mempunyai efisiensi pengolahan sampai 64%, adanya Badan Keswadayaan Masyarakat dan Bamus/ Bapel-AM menunjukkan bahwa penerapan pemberdayaan masyarakat sudah berjalan dan masyarakat dapat mengelola sendiri.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2011-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/133</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 6 No. 1 (2011); 31-39</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 6 No 1 (2011); 31-39</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/133/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2011 Ida Medawaty</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/134</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:48:58Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peningkatan Peranserta Masyarakat Melalui Gerakan Menabung pada Bank Sampah di Kelurahan Babakan Surabaya, Kiaracondong Bandung</dc:title>
	<dc:creator>Aryenti, Aryenti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Peningkat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">partisipasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">masyarakat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bank sampah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">program 3R</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bank sampah adalah tempat menabung sampah yang telah dipisah-pisah sesuai dengan jenisnya dan masih mempunyai nilai ekonomis. Setiap masyarakat dapat menjadi nasabah bank sampah dengan mendaftarkan diri sebagai nasabah. Manajemen bank sampah hampir sama dengan bank biasa pada umumnya, setiap nasabah yang akan menabung mendapatkan buku tabungan dan dicatat sebagai anggota bank sampah. Bank sampah bertujuan membantu masyarakat dalam memasarkan/menjual sampah anorganik. Metode yang digunakan dalam peningkatan peranserta masyarakat dalam pengelolaan sampah 3R melalui gerakan menabung pada bank sampah, adalah menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu mengamati dan mempelajari perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Teknis analisis yang digunakan adalah dengan cara kualitatif dan pengamatan langsung di lapangan pada ibu-ibu rumah tangga yang bermukim di Kelurahan Babakan Surabaya Kiaracondong Bandung pada masyarakat RW 13 yaitu RT 1, 2, 3 dan 4. Sistem pengambilan sampelnya menggunakan teknik random sampling tiap RT diambil 10 responden yang mewakili. Data sekunder diambil dari literatur-literatur, hasil-hasil penelitian terdahulu dan melalui penelusuran data di internet. Berdirinya bank sampah di RW 13 Kiaracondong Bandung telah mampu merubah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Melalui kegiatan program 3R dan gerakan menabung sampah telah mereduksi sampah lingkungan di RW 13 Â± 40% dari jumlah sampah yang ada. Keberhasilan pengelolaan sampah 3R di RW 13 telah membawa RW 13 menjadi juara 3 kebersihan se Kotamadya Bandung</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2011-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/134</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 6 No. 1 (2011); 40-46</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 6 No 1 (2011); 40-46</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/134/119</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2011 Aryenti Aryenti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/135</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T03:48:58Z</datestamp>
				<setSpec>JP:BIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Komposisi Campuran Optimum Bata Beton Berlubang dengan Limbah Batubara dari Industri Tekstil</dc:title>
	<dc:creator>Sugiarto, Aan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bata beton berlubang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">limbah batubara</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bottom ash</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">fly ash</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">semen</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Potensi limbah batubara saat ini kurang lebih 20 ton/hari/pabrik tekstil sehingga dapat menimbulkan masalah limbah padat berupa bottom ash dan fly ash yang memerlukan penanganan yang tepat dan serius agar limbah tersebut tidak mencemari lingkungan. Dalam penelitian ini pemanfaatan limbah bottom ash dan fly ash digunakan sebagai bahan pengganti agregat pasir dalam pembuatan komponen bata beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi campuran optimum penggunaan limbah batubara sebagai agregat pada pembuatan bata beton yang memenuhi persyaratan teknis. Metodologi penelitian menggunakan metode eksperimental di laboratorium berupa pembuatan benda uji mortar dengan komposisi campuran yang dibuat adalah 1 Portland Cement (PC) : 3 agregat dengan komposisi agregat 40% BA : 20% FA : 40% Pasir dan 60% BA : 20% FA : 20% pasir dan pembuatan benda uji bata beton berlubang 1 PC : 8 agregat dan 1 PC : 10 agregat dengan komposisi agregat 60% BA : 20% FA : 20% pasir, serta agregat yang menggunakan 100% pasir sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi campuran optimum tercapai pada komposisi agregat 20% pasir + 60% bottom ash + 20% fly ash dengan kuat tekan bata beton berlubang dapat memenuhi syarat sesuai SNI 03-0349-1989 kualitas III dengan kuat tekan rata- rata diatas 36,21 kgf/cm2, sehingga dapat digunakan sebagai komponen non struktural yang terlindung dari cuaca.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2011-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/135</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 6 No. 1 (2011); 47-52</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 6 No 1 (2011); 47-52</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/135/120</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2011 Aan Sugiarto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/137</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T06:56:43Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Dinamika Harga Lahan Di Sekitar Pengembangan Lahan Skala Besar Gedebage Kota Bandung</dc:title>
	<dc:creator>Hasanawi, Asyrafinafilah</dc:creator>
	<dc:creator>Winarso, Haryo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengembangan lahan skala besar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">median harga pasar lahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">peta isovalue</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gedebage</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Proyek pengembangan lahan skala besar di Gedebage oleh Summarecon Gedebage yang semakin meningkat dan rencana Sub Wilayah Kota (SWK) Gedebage sebagai Pusat Pelayanan Kota (PPK) akan berpengaruh pada dinamika harga lahan secara signifikan. Investasi dalam pengembangan lahan akan terus meningkat dan akan mempengaruhi harga pasar lahan. Namun demikian, perkembangan harga lahan di kawasan sekitarnya tersebut belum diketahui secara baik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dinamika harga lahan di sekitar pengembangan lahan skala besar dengan menggunakan beberapa metode, yaitu gabungan kerangka sampel Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan metode geographical area untuk menentukan lokasi harga lahan, metode purposive sampling untuk menentukan broker lahan sebagai responden kunci. Dinamika harga lahan ditunjukkan dengan pertumbuhan median harga lahan dan peta isovalue menggunakan software Surfer DEM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat dinamika harga lahan di wilayah studi yang disebabkan oleh adanya pengembangan lahan skala besar Summarecon Gedebage Kota Bandung. Faktor-faktor eksternal dan internal serta peristiwa-peristiwa penting yang terjadi baik tingkat lokal, regional, dan nasional juga mempengaruhi harga lahan di wilayah tersebut. Pertumbuhan median harga lahan di sekitar pengembangan lahan skala besar Summarecon Gedebage Kota Bandung dan jalan utama meningkat lebih cepat daripada sekitarnya. Fenomena-fenomena ini juga mempengaruhi harga pasar lahan di wilayah studi. Oleh sebab itu, diperlukan peningkatan peran pemerintah untuk memonitoring perkembangan harga lahan yang terjadi secara pesat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2018-05-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/137</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 13 No. 1 (2018); 41-52</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 13 No 1 (2018); 41-52</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/137/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/137/310</dc:relation>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/137/311</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Asyrafinafilah Hasanawi, Haryo Winarso</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/149</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T06:53:36Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Ekspresi Bentuk Klimatik Tropis Arsitektur Tradisional Nusantara dalam Regionalisme</dc:title>
	<dc:creator>Prasetyo, Yuri Hermawan</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekspresi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">arsitektur tradisional</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bentuk</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">klimatik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">regionalisme</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kehandalan arsitektur tradisional Nusantara dalam merespon iklim sudah banyak teruji melalui beberapa penelitian terkait dengan penciptaan performa lingkungan ruang dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ekspresi klimatik yang tercermin pada bentuk elemen arsitektur tradisional Nusantara sebagai akibat dari respon iklim makro tropis lembab. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan kompilasi tipologi arsitektur tradisional di beberapa wilayah di Indonesia. Hasil kompilasi dikaitkan dengan sistem klasifikasi iklim dari Koppen dengan menganalisis perilaku beberapa variabel iklim seperti radiasi matahari, suhu, angin, dan curah hujan. Hasil penelitian ini adalah interpretasi bentuk-bentuk elemen geometris yang terdapat pada selubung bangunan sebagai bentuk respon iklim mikro dan makro yang melekat pada selubung bangunan arsitektur tradisional Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi iklim makro tidak memberikan korelasi yang kuat dengan bentuk rumah tradisional Nusantara. Bentuk arsitektur lebih dipengaruhi oleh iklim mikro, terutama bentuk atap rumah tradisional yang memiliki peran dominan dalam beradaptasi dengan iklim, berupa ekspresi kecuraman atap. Secara anatomi, atap sebagai representasi kepala memberikan dimensi yang lebih besar dibandingkan badan dan kaki. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai referensi perancangan arsitektur masa kini yang mempertimbangkan regionalisme dari aspek klimatik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-11-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/149</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 12 No. 2 (2017); 80-94</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 12 No 2 (2017); 80-94</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/149/pdf_1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Yuri Hermawan Prasetyo, Sri Astuti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/150</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T06:53:36Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Jalur Kritis Penerapan Teknologi Pada Konstruksi Atap Sirap Bambu</dc:title>
	<dc:creator>Damayanti, Desak Putu</dc:creator>
	<dc:creator>Agustiningtyas, Rudi Setiadji</dc:creator>
	<dc:creator>Kuswara, Kuswara</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jalur kritis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penerapan teknologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Atap sirap bambu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Giganthocloa apus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Boucherie</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Analisis pekerjaan konstruksi bangunan tradisional dalammenganalisis efektifitas pelaksanaannya masih jarang dilakukan. Hal ini dikarenakan metode pelaksanaan konstruksi tradisional memiliki mekanisme pekerjaan yang spesifik. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi jalur kritis selama proses penerapan teknologi pada konstruksi atap berbahan sirap bambu di Desa Angseri â€“ Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Objek penelitian adalah bangunan tradisional Bale Paruman Agung dan Bale Paselang. Penelitian ini bersifat eksploratif-evaluatif. Pengumpulan data primer dilakukan melalui ekplorasi lapangan selama 3 bulan. Data yang dikumpulkan terfokus pada tahapan pengerjaan, jumlah tenaga yang dibutuhkan, dan lama waktu pengerjaan. Menurut rencana, proses penerapan teknologi pada peremajaan konstruksi atap sirap bambu membutuhkan jumlah sirap sebanyak +30.000 bilah sirap selama 60 (enam puluh) hari kerja. Namun, pekerjaan membutuhkan tambahan waktu pengerjaan selama 30 (tiga puluh) hari. Berdasarkan hasil evaluasi ditemukan bahwa jalur kritis terdapat pada tahapan pembuatan bilah sirap dan pengawetan bambu dengan larutan Boron 5% (menggunakan metode Boucherie). Rendahnya tingkat penguasaan teknologi terkait pembuatan sirap dan proses pengawetan menyebabkan terdapat sebagian sirap yang dihasilkan tidak layak digunakan. Sehingga dibutuhkan tambahan waktu untuk membuat ulang sirap pengganti sebesar 10% dari jumlah yang dibutuhkan (+3.000).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-11-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/150</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 12 No. 2 (2017); 95-107</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 12 No 2 (2017); 95-107</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/150/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Desak Putu Damayanti, Rudi Setiadji Agustiningtyas, Kuswara Kuswara</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/151</identifier>
				<datestamp>2026-01-23T06:53:36Z</datestamp>
				<setSpec>JP:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tektonika dan Ragam Akulturasi Arsitektur Rumah Tinggal Di Sendangharjo Tuban</dc:title>
	<dc:creator>Fauzy, Bachtiar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tektonika</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ragam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">akulturasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">arsitektur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">transformasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kolonial</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Studi ini dipandang penting dan memiliki tingkat urgensi untuk dapat dilakukan telaah mendalam, dimana kajian tentang tektonika yang bernuansa akulturasi arsitektur masih jarang dilakukan. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sejauh mana wujud tektonika dan ragam akulturasi arsitektur pada rumah tinggal di Sendangharjo, Tuban. Kasus studi iniÂ  merupakan rumah tinggal masyarakat Jawa yang dipengaruhi oleh nilai budaya dan arsitektur etnis Kolonial Belanda yang masuk sejak abad ke-16. Studi tektonika dan ragam akulturasi arsitektur menjadi penting untuk ditelaah lebih lanjut, berdasarkan fenomena dan perkembangan arsitektur pesisir dewasa ini yang berkembang tanpa mempertimbangkan kaidah tektonika dan ragam akulturasi arsitekturnya, yang lambat laun akan menghilangkan ciri dan identitas lokal. Metoda yang digunakan dalam studi ini adalah tektonika, ordering principle, archetype dan relasi fungsi, bentuk dan makna (f, b, m) yang digunakan untuk mengungkap fenomena arsitektur pesisir tersebut. Penelusuran dilakukan melalui deskriptif, analitik dan interpretatif, sehingga penelusuran kasus studi ini dapat dilakukan secara integral, komprehensif dan mendalam. Hasil studi ini menunjukkan bahwa arsitektur rumah tinggal di Sendangharjo Tuban memiliki wujud tektonika dan ragam akulturasi arsitektur yang unsur-unsur bentuk pelingkupnya mengekspresikan wujud ciri dan identitas sebagai arsitektur pesisir.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-11-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Naskah untuk Peer Review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/151</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Permukiman; Vol. 12 No. 2 (2017); 108-115</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Permukiman; Vol 12 No 2 (2017); 108-115</dc:source>
	<dc:source>2339-2975</dc:source>
	<dc:source>1907-4352</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>//jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/151/pdf_1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Bachtiar Fauzy</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-09-05T22:12:57Z"
			completeListSize="264"
			cursor="0">ae5eadde5439582a12e264dabeac40ed</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
