Kinerja Sistem Struktur Rumah Tradisional Ammu Hawu Dalam Merespon Beban Seismik

I Ketut Suwantara, Putu Ratna Suryantini

Abstract


Abstrak

Ammu Hawu merupakan salah satu rumah tradisional dengan struktur kayu Lontar (Borassus flabelifer), memiliki kestabilan secara struktural terhadap beban lateral gempa. Hal ini dibuktikan dengan kondisi struktur yang tetap utuh ketika terjadi gempa Flores (2012). Penelitian ini mengkaji kinerja sistem struktur keseluruhan (3 dimensi) secara numerik dengan input data berupa hasil uji sifat mekanis elemen struktur, friksi pada pondasi, sambungan terkritis pada struktur, dan rekam data gempa riwayat waktu Flores. Hasil analisis menunjukkan deformasi yang terjadi melebihi kinerja batas layan, namun belum melebihi kinerja batas ultimit yang disyaratkan pada peraturan gempa Indonesia, kinerja struktur dinilai baik karena gaya-gaya dalam yang terjadi pada elemen struktur lebih kecil daripada kekuatan tekan kayu Lontar. Hal ini mengindikasikan bahwa secara umum tidak terjadi kegagalan pada elemen struktur balok maupun kolom, melainkan perilaku kegagalan terjadi pada sistem sambungannya. Hal ini menunjukkan struktur masih kuat untuk menahan beban sendiri, hidup, dan gempa. Tingkat kestabilan yang sangat baik pada struktur karena tidak mengalami kegagalan struktur (collapse) setelah dilakukan analisis numerik dengan gempa riwayat waktu. Sistem pondasi umpak memberikan dampak positif terhadap sistem struktur karena gaya lateral akibat gempa tidak seluruhnya diterima dan ditahan oleh struktur bangunan.

 


Keywords


Rumah tradisional Ammu Hawu; kayu lontar; uji eksperimental; gempa Flores; kinerja batas layan dan ultimit

Full Text:

PDF

References


Badan Standar Nasional (BSN). 2002. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung ; SNI-03-1726-2002. Bandung.

Badan Standar Nasional (BSN). 2012. Tata Cara Perencanaan Struktur Kayu Untuk Bangunan Gedung. SNI-03-xxxx-2000. Bandung

Building Research Institute. 2012. "Wallstat version 1.09 User Manual", Building Research Institute (independent administrative corporation).

Jurnal Teknik Sipil, Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil. ISSN 0853-2982. Volume 20 Nomor 2, Agustus 2013. Program Studi Teknik Sipil – Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB). Bandung.

Kementerian Pekerjaan Umum. 2010. Peta Hazard Gempa Indonesia 2010 sebagai Acuan Dasar Perencanaan dan Perancangan Infrastruktur Tahan Gempa. Jakarta.

Lumantarna, B. and Pudjisuryadi, P. 2012. Learning from Local Wisdom : Friction Damper in Traditional Building. Civil Engineering Dimension, Vol.14, No. 3, December 2012 (Special Edition), 190-195. ISSN 1979-570X online. Surabaya

Nakagawa, T. 2011. "Development of analysis method for collapsing behaviour of wooden post-and-beam house during earthquake", Building Research Data, Building Research Institute (in Japanese).

Nakagawa, T., Ohta, M. 2003a. Collapsing process simulations of timber structure under dynamic loading I : simulations of two-story frame models. The Japan Wood Research Society. Japan.

Nakagawa, T., Ohta, M. 2003b. Collapsing process simulations of timber structures under dynamic loading II : simplification and quantification of the calculating method. The Japan Wood Research Society. Japan.

Nakagawa, T., Ohta, M., Tsuchimoto, T., and Kawai, N. 2010. Collapsing process simulations of timber structures under dynamic loading III : numerical simulations of real-size wooden houses. The Japan Wood Research Society. Japan.

Suwantara, I.K. dan Rusli. 2013. Penelitian Eksperimental Geser-Friksi Sambungan Tiang Kayu Lontar (Borassus flabellifer) dengan Batu pada Rumah Tradisional Ammu Hawu (NTT).

Takatani and Nishikawa, 2013; BSI. Japan

Toratti, T. 2001. “Seismic Design of Timber Structures”. Japan.




DOI: http://dx.doi.org/10.31815/jp.2014.9.102-114

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright of Jurnal Permukiman ( e-ISSN: 2339-2975 ; print ISSN:  1907-4352 )

CC

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.